Kearifan Lokal – Indonesia adalah salah satu negara yang ramah akan penjagaannya terhadap kearifan lokal.
Sebagai warga yang baik, tentu umat Islam juga perlu ikut mendukung program tersebut agar tidak sampai punah dan menjadi warisan budaya bagi generasi.
Sobat Cahaya Islam, kearifan lokal atau local wisdom yang ada di negeri wajib dijaga agar dapat dinikmati generasi selanjutnya.
Sebab sayang rasanya bila kearifan lokal tersebut hanya sebatas dilihat melalui visual saja atau bahkan diserupakan seperti 3D Animation saja.
3D Animation biasanya hanya divisualisasikan berupa gambar yang dapat dilihat dari berbagai sisi, namun sayang terkadang visualisasi tersebut tak dapat disentuh. Sayang bukan?
Tips Menjaga Kearifan Lokal
Di era serba canggih seperti sekarang, ada berbagai cara untuk tetap bisa menjaga local wisdom. Hanya saja, sebagai umat muslim, terdapat rambu – rambu yang harus dipahami agar tak kebablasan dalam penjagaannya.
Misal, apakah boleh umat muslim melakukan ritual dan sihir sebagai bentuk dari local wisdom? Tentu tidak bukan? Maka dari itu, tidak semua hal bisa dikompromikan dan diamalkan oleh uamt muslim sebagai wujud cinta tanah air.
Sebab adanya local wisdom di setiap negeri pun juga tak terlepas dari takdir dan kuasa Allah Ta’ala. Sehingga penting bagi umat untuk memahami bahwa cara menjaga kearifan lokal pun harus disesuaikan dengan syariat yang dipelajari.
1. Lihat Keberadaannya Saja, Tak Perlu Meyakini dan Mengamalkan
Hal pertama yang perlu dipahami yakni umat boleh mengiyakan keberadaan ritual, lagu – lagu keagamaan lain maupun tarian tanpa harus mengamalkan dan meyakininya.


Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat An nahl ayat 123 yakni :
ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Artinya : Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.”
Mengapa demikian? Sebab sikap seorang muslimin sejati sudah Rasulullah ajarkan sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Kafirun ayat 6 terkait mendudukkan toleransi baik terhadap sesama maupun adanya local wisdom yang tidak berasal dari syariat Islam.
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ
Artinya : Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
Apalagi bila umat ikut mengamalkan, malah tentu berbahaya terhadap aqidah Islam yang diyakini dan akan menyebabkan adanya ambiguitas dalam pemaknaan Islam sebagai ad-diin.
2. Melestarikan dengan Menunjukkan pada Generasi Masa Depan
Selain itu, umat muslim juga dapat menunjukkan sewajarnya bahwa adanya local wisdom adalah bentuk kehidupan di masa lampau untuk disampaikan pada generasi di masa depan agar dapat ikut melestarikan utamanya terkait dengan pembahasan sejarah.


Pelestarian ini penting agar warisan tetap dikenali oleh para generasi.
Sebab akan sangat mengkhawatirkan bila budaya serta local wisdom yang ada malah tidak dipahami dan diklaim oleh bangsa lain. Lantas apa yang perlu dilestarikan lagi?
3. Mengadakan Pameran bertajuk “Menjaga Kearifan Lokal”
Kemudian, Sobat Cahaya Islam dapat ikut mengadakan pameran untuk menyemarakkan pameran local wisdom di sekitar lingkungan agar generasi tak sampai lupa dengan sejarah.
Apalagi di era serba canggih seperti sekarang, sangat gampang sekali bagi umat untuk berusaha mengenalkan sejarah dan kearifan lokal tanpa space yang luas, cukup online saja.
Nah sobat cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan kearifan lokal dan beberapa tips bagaimana menjaganya berdasar syariat Islam. Semoga ulasannya bermanfaat.
































