Menghargai Budaya dalam Islam – Umat muslim adalah umat yang mayoritas di negeri sehingga sangat penting untuk menjadi teladan dalam mempelajari topik terkait bahasan bagaimana cara menghargai budaya dalam Islam. Sebab ada banyak budaya di negeri yang boleh untuk diapresiasi.
Sobat Cahaya Islam, menghargai budaya dalam Islam adalah salah satu bentuk toleransi umat terhadap keragaman budaya yang ada di negeri.
Apa Urgensitas Umat Menghargai Budaya dalam Islam?
Dengan menghargai budaya dalam Islam, maka hal tersebut juga menandakan sikap umat yang damai. Wujud menghargai budaya tentu beragam.
Sobat Cahaya Islam bisa dengan memberikan dukungan atau mempromosikan budaya. Pun juga dapat mempelajari budaya tersebut.
Hanya saja, tentu terdapat rambu – rmabu yang harus dipahami agar aktivitas menghargai tersebut tidak sampai menjerumuskan umat pada hal yang melanggar aturan syariat dan malah menyesatkan. Lantas, aktivitas seperti apa saja yang perlu dihindari? Diantaranya yakni sebagai berikut :
1. Tidak Perlu untuk Mempelajari Ritual
Sebagai generasi, saking banyaknya budaya, tentu membuat generasi latah dan ingin terus meniru. Salah satu budaya di Indonesia yang masih dilestarikan yakni seperti ritual.
Ritual sendiri bukan berkaitan dengan merawat diri secara alami, melainkan ada aktivitas pemanggilan jin maupun hal ghaib lainnya.
Tentu hal seperti ini tidak sesuai dengan bagaimana cara Rasulullah mengajarkan tentang aqidah bab Keesaan. Sehingga umat tidak serta merta menirunya.
Lebih baik dihindari tanpa akhirnya membuat ujaran kebencian terkait ritual tersebut.
Alangkah baiknya juga memberikan informasi kepada rekan atau sesama agar tidak terbawa arus dalam mempelajari ritual sebagai bagian dari budaya. Sebab pada akhirnya semua amalan akan dipertanggungjawabkan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Qiyamah ayat 13 sebagai berikut :
يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ
Artinya: Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
2. Tarian yang Gemulai
Hal lainnya, beberapa budaya yang digemari salah satunya yakni tarian daerah. Memang, menari sendiri dihukumi sebagai aktivitas yang mubah.
Namun, gerakan yang diciptakan dari tarian sama halnya dengan umat bertasabuh pada umat terdahulu yang gemar melakukan tarian.
Selain itu, tarian juga menjadikan si penari mau tidak mau mempertontonkan auratnya. Tentu saja, hal ini tidak diperbolehkan dalam Islam sebab menutup dan menjaga aurat adalah hal yang wajib dan mutlak. Sehingga wajib bagi para muslimah untuk menjaganya.
Selain tarian, juga berlaku pada hal yang sama seperti penggunaan baju adat. Baju adat sendiri juga sebagian sesuai dengan aturan menutup aurat sehingga masih bisa digunakan selama aurat tertutup sempurna. Nah, mudah kan ya?
3. Hal yang tak Beradab
Belakangan ini, budaya – budaya tak beradab mulai banyak bermunculan dan berseliweran. Apalagi di era serba canggih, budaya tak senonoh mulai digembar – gemborkan.
Umat Islam yang mudah goyah, tentu saja ingin meniru hal tersebut atas nama budaya.


Padahal, bentuk menghargai bukan dengan melakukan ulang budaya tersebut melainkan sekedar menerima bila memang sesuai syariat dan menghindar serta berdiam tanpa memberikan ujaran kebencian dan berkoar – koar di hadapan publik. Selain menjaga diri sendiri, keluarga juga penting untuk selalu diberi pengajaran terkait hal tersebut. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat At Tahrim yakni sebagai berikut :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikian ulasan yang terkait dengan cara menghargai budaya dalam Islam dan batasan apa saja bagi umat muslimin dalam mengapresiasinya.
































