Adab Bertamu Dalam Menjalin Silaturahim

0
1709
Adab Bertamu

Adab Bertamu – Anjuran silaturahim ini ditegaskan oleh Rasulullah kepada kaum muslimin, karena banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari silaturahim. Dalam menjalin silaturahim, ada Adab Bertamu yang harus kita jaga, agar silaturahim tercipta dengan berkah .

Kunjungan merupakan bagian dari cara kita bersilaturahim, meskipun sekarang kemajuan teknologi mempermudah semuanya. Semua orang bisa silaturahim tanpa harus bertatap muka. Tapi, tetap saja dalam kedua cara tersebut ada adab-adab yang membatasi.

Adab Bertamu dalam Islam

Sebagai muslim, ada adab-adab yang mengatur pergaulan kita antar manusia satu sama lainnya. Adab ini berlaku dalam semua aspek kehidupan, tidak terkecuali saat kisa sedang bertamu dalam rangka menjalin silaturahim. Berikut ini adab-adab yang dimaksud:

1. Saat Berkunjung

Adab Bertamu

Sobat Cahaya Islam, saat berkunjung kita wajib bersikap sopan. Ketuk pintu dengan lembut atau membunyikan bel jika memungkinkan dan ucapkan salam, ulangi sebanyak 3 kali. Beri jeda tiap ketukan dan salam. Jika tidak ada jawaban, maka lebih baik pulang dan berkunjung lagi nanti. Tidak boleh memaksa masuk tanpa izin tuan rumah,Sebagaimana dalam Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta ijin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat ) Q.S An-Nur ayat 27(

Jika pintu dibuka, tuan rumah akan menyambut dan mempersilakan untuk duduk dan sopan di tempat yang disediakan. Hindari memantau isi rumah secara berlebihan, apalagi banyak mengomentari keadaan tuan rumah.

Saling bertanya kabar, lakukan percakapan singkat sejenak, lalu segera beri tahu mereka maksud dan tujuan kita berkunjung. Setelahnya tetap terapkan Adab Bertamu yang dianjurkan dalam Islam.

2. Nikmati Makanannya

Jika tuan rumah menyediakan makanan untuk tamu, maka tamu harus menikmati makanan yang disediakan. Hindari mengkritik hidangan, ini sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Dari Abu Hurairah ia berkata; “Nabi shallallahualaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064”

Nabi tidak pernah mengkritik makanan agar Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian. Makanlah jika Anda memiliki nafsu makan dan tinggalkan jika Anda tidak menyukainya, dan tidak perlu mencelanya.

3. Berterima Kasih dan Mendo’akan Tuan Rumah

Adab Bertamu

Baiknya, setelah selesai berbincang dan hendak pamit pulang, kita bisa menyenangkan hati tuan rumah dengan mengucapkan terima kasih atas sambutan dan makanannya. Lalu mendo’akan semoga Allah SWT membalas kebaikannya.

4. Perhatikan Keadaan Tuan Rumah

Tamu perlu memperhatikan kondisi tuan rumah agar kehadiran tamu membuat nyaman bagi tuan rumah. Jika tuan rumah sibuk, memiliki banyak hal yang harus dilakukan, atau tampak sibuk, segera komunikasikan tujuan kunjungan dan jangan mengulur-ulur waktu.

Sebagai tamu, kita harus peka terhadap reaksi tuan rumah saat menjamu kita. Misalnya jika tuan rumah terlihat terus-terusan memerhatikan jam, brangkali sudah ada keperluan lain dalam waktu dekat yang sudah dijadwalkan. Sebagai tamu, kita harus memahami itu, karena itu adalah salah satu Adab Bertamu.

5. Jika Perlu Menginap, Pastikan Tidak Lebih Dari 3 Hari

Kita semua harus mengerti bahwa setiap orang ada kesibukan masing-masing. Seorang muslim wajib menghormati tamunya dengan menyambut dan menjamunya selama dia berada di rumahnya. Akan tetapi, seorang tamu juga harus mengerti batasan-batasan hak nya sebagai tamu.

Kunjungan jangka panjang tentu dapat mengganggu aktivitas penting tuan rumah. Oleh karena itu, Islam menawarkan toleransi hingga 3 hari jika kita diizinkan untuk tinggal selama kunjungan.

Demikian Adab Bertamu dalam Islam yang harus kita jalankan. Sobat Cahaya Islam, Sebagai manusia kita harus saling menghormati satu sama lain. Semoga dengan saling menghormati, silaturahim akan terjaga keindahannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY