Mencium Hajar Aswad, Apa Alasannya?

0
1148
mencium hajar aswad

Mencium Hajar Aswad – Selama ini, semua yang berkunjung ke Tanah Suci pasti memiliki keinginan untuk mencium hajar aswad. Yakni sebuah ritual yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, hal tersebut diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk melakukan doa. Namun, apa sebenarnya makna dari mencium hajar aswad itu?

Hajar aswad selalu menjadi tempat yang paling padat berada di bagian sudut ka’bah. Tak kenal waktu, setiap detik, setiap jam, setiap hari tempat tersebut tak pernah sepi dari serbuan para jamaah haji.

Baik sebelum maupun setelah melakukan thawaf, semua orang tampak berdesak-desakan bahkan tak sungkan saling mendorong satu sama lain demi bisa mencium batu yang dipercaya sebagai surga itu.

Ada pula yang menggunakan strategi khusus agar bisa sampai mencium batu aswad, yakni dengan menyusuri sisi ka’bah dari rukun Yamani, lalu perlahan meringsek masuk ke depan sudut tempat batu itu berada.

Sebagian Jemaah lain, datang dari arah depan dengan cara berbaris, berdesakan hingga bisa menyentuh mulut hajar aswad.

Seringkali hal ini membuat rancu kegiatan orang-orang yang sedang melakukan thawaf, di mana arusnya menjadi terganggu.

Mencium Hajar Aswad, Apa Alasannya?

Nah, Sobat Cahaya Islam, mungkin sebagian dari Sobat ada yang penasaran akan makna terdalam dari mencium batu yang berwarna hitam tersebut. Ini alasannya.

1.      Dicontohkan Rasulullah SAW

Yang pertama, mencium hajar aswad dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW pada masanya. Sehingga dihukumi sebagai ibadah sunnah yang kemudian diikuti oleh seluruh umat Muslim pengikut Beliau.

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Akan tetapi, jika ibadah bernilai pahala tersebut dilakukan dengan cara yang salah, misalnya berdesakan hingga melukai antar satu sama lain maka tidak perlu dipaksakan.

Mudharat yang seperti itu harus lebih baik dihindari agar kerukunan bagi sesama tetap terpelihara. Toh, bukankah sudah diberi ketentuan dengan cukup bertakbir dan terus berjalan?

2.      Tempat Berkeluh Kesah

mencium hajar aswad

Selanjutnya, dulu Rasulullah SAW pernah mencium batu aswad dan menumpahkan air matanya. Maka diyakini, mencium tersebut bentuk sinkronisasi antara kesucian jiwa dengan kesucian Ka’bah.

Permasalahan yang kita hadapi, yang terasa berat mungkin, serta meratapi dosa-dosa yang pernah kita perbuat bisa kita tumpahkan di depan hajar aswad. Namun tidak perlu dengan memaksakan diri untuk bisa menciumnya.

3.      Pengakuan Dosa

mencium hajar aswad

Hajar aswad merupakan sebuah symbol kekuatan yang didatangkan dari surganya Allah. Pada awalnya batu tersebut warnaya putih yang menggambarkan bahwa ciptaan Allah SWT itu asalnya suci.

Akan tetapi dalam perjalanannya, manusia itu tak luput dari dosa, oleh sebab itu, dengan mencium batu tersebut kita bisa mengakui seluruh dosa yang pernah kita lakukan untuk menjadi bersih dan suci seperti sedia kala.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut begitu putih lebih putih daripada susu. Dosa manusialah yang membuat batu tersebut menjadi hitam”. ( HR. Tirmidzi no. 877. Shahih menurut Syaikh Al Albani)

Perlu diketahui, Sobat, di samping hajar aswad pun ada multazam, yakni pintu ka’bah. Dengan berdoa di dekat pintu itu maka artinya kita juga berusaha mencapai gerbang menuju kebebasan.

Hal lain yang tidak boleh kita kesampingkan, jangan mencium batu aswad demi bisa merasa bangga terhadap diri sendiri sehingga nilai dari ibadahnya jadi pudar.

Demikian diatas merupakan ulasan mengenai alasan apa saja yang melatarbelakangi orang-orang menvcium hajar aswad.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY