cahayaislam.id– Tahukah Anda, Sobat Cahaya Islam? Bagaimana hukum seorang suami berbohong kepada istri menurut ajaran agama Islam?
Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kebohongan, bahkan banyak sekali orang yang menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.
Padahal jika mau dimengerti lagi, kebohongan bisa menjadi penyebab dari berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Karena seseorang menjadi terbiasa tidak jujur dan terus menggunakan kebohongan demi menyelamatkan dirinya dari hal apapun.
Fatalnya, berbohong di dalam hubungan rumah tangga akan membuat hilangnya kepercayaan satu sama lain dan tidak ada lagi rasa nyaman yang tercipta.
Dampak dari berbohong sendiri sangatlah berat, maka dari itu Islam melarang perbuatan buruk ini demi menjauhkan rumah tangga dari kebencian baik suami maupun istri.
Di bawah ini ada dalil Alquran yang menjelaskan tentang hukum berbohong kepada istri.
Allah SWT berfirman :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS.Al-Isra’ ayat 36)
Suami Berbohong pada Istri, Bagaimana Hukumnya?
Kita tahu bahwa Allah melarang seorang suami berbohong kepada istri disebabkan banyak sekali dampak yang akan merugikan bagi kedua belah pihak.


Sedangkan pondasi dari rumah tangga adalah kejujuran, kesetiaan dan saling mempercayai satu sama lain.
Namun jika si suami sudah merusak pondasi tersebut maka hal buruk yang terjadi bisa justru berujung pada perceraian dan hal itu sangat dibenci oleh Allah SWT.
Dampak buruk berbohong kepada istri, antara lain:
1. Diperhitungkan di Akhirat
Selain merugikan bagi pasangan suami istri, kebiasaan berbohong akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak.
Karena orang yang tidak jujur maka berarti dia tidak sedang berbicara sesuai dengan fakta sebenarnya.
2. Golongan Orang Munafik
Seseorang yang memiliki kebiasaan berbohong maka termasuk golongan orang yang munafik.
Di mana orang ini tidak bisa dipegang ucapannya dan sering kali mengingkari janji.
Orang munafik seperti ini juga mudah sekali bekhianat pada orang lain hanya demi menyelamatkan dirinya dari berbagai bahaya yang tengah ia hadapi.
Allah juga berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 119, yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”
Dalam dalil di atas dijelaskan bahwa kita harus senantiasa bertaqwa dan juga bersama dengan golongan orang-orang yang selalu berbicara jujur.
Dusta kepada sang istri hanya akan membuat kekacauan dalam rumah tangga yang sudah dibina selama ini.


Apalagi hati istri sangat lembut dan mudah rapuh, maka dari itu agar mendapatkan ridho dari istri sebaiknya kita tidak sampai melukainya terlampau parah dan sering.
Dengan demikian hidup akan lebih tenteram dan selalu tercipta suasana saling menghargai bagi pasangan.
Karena apabila istri murka, maka doanya juga akan mudah diijabah karena sedang merasa teraniaya.
Berbohong itu sebaiknya tidak pernah diberikan toleransi agar tidak menjadi kebiasaan yang akan dilakukan secara berulang.
Nah, di atas tadi merupakan artikel yang membahas mengenai bagaimana hukum suami yang berbohong kepada istri.
Setelah Anda tahu seperti apa Allah melarangnya dan penjelasan terkait dampak buruknya maka jangan pernah memilih kebohongan sebagai solusi untuk menghindari masalah, ya!
































