Bahaya Fitnah Harta Bagi Muslim, Memalingkan Manusia dari Ibadah

0
174
Bahaya fitnah harta bagi muslim

Bahaya fitnah harta bagi muslim – Harta merupakan keinginan setiap manusia, namun patut Sobat waspadai karena menjadi salah satu penyebab manusia berpaling dari ibadah. Bahaya fitnah harta bagi muslim lantaran banyak orang yang terpecah persaudaraan atau persahabatan lantaran permasalahan harta. Padahal ibadah merupakan merupakan tujuan utama terciptanya manusia.

Tanda Bahaya Fitnah Harta Bagi Muslim

Ketika fitnah datang menyelimuti hati manusia, maka pikirannya akan kacau dan hanya tersita untuk urusan dunia. Sobat pun akan lalai berdzikir kepada Allah, meninggalkan shalat hingga tenggelam dalam percakapan dan kesibukan yang tak bermanfaat. Hidup Sobat Muslim pun akan terasa gersang, gelisah, dan pikirannya kacau.

Padahal tujuan utama manusia diciptakan yakni beribadah kepada Allah sebagaimana ayat berikut ini:

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ujian harta akan menampakkan jati diri seorang muslim serta akan menguji kesungguhan dalam berpegang teguh terhadap syariat. Ujian ini akan membuktikan apakah Sobat menyerang pada ketamakan nafsu, sehingga rela menukar agama dengan dunia. Sudah selayaknya agar diri Sobat tidak diperbudak oleh harta yang kelak menyusahkan ketika hisab.

Sebab, demi mengumpulkan harta manusia saling mengejar, berlomba, dan tak jarang saling menjatuhkan. Hidup menjadi ajang persaingan dan pemenangnya penentunya ialah yang banyak hartanya. Bahaya fitnah harta bagi muslim ini yang harus Sobat waspadai. Lantaran manusia tidak dibenarkan rakus, sombong dan berlebih-lebihan tentang harta.

Harta  merupakan karunia Allah yang harus Sobat syukuri yakni dengan cara mendapatkannya dari jalan halal. 

Cara Menghindari Bahaya Fitnah Harta

Terlalu sibuk mengumpulkan harta berpotensi membuat berbagai kerusakan di muka bumi sebagaimana hadits berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda, “Kerusakan pada sekawanan kambing akibat dua srigala lapar yang dilepaskan padanya tidak lebih parah dibandingkan kerusakan pada agama seseorang akibat kerakusannya terhadap harta dan kemuliaan.”(HR. Tirmidzi, No. 2376; dan Ahmad 3/456).

Sudah selayaknya Sobat memahami bahaya fitnah harta bagi muslim dan jangan biarkan diri menjadi budak harta. Seorang hamba sebaiknya selalu bersimpuh kepada Allah dan memperbanyak doa. Umat muslim sebaiknya memperbaiki diri agar tetap istiqamah dalam ketaatan. 

Bahaya fitnah harta bagi muslim

Langkah ini penting ketika berbagai ujian datang mengguncang ketenangan hidup. Akan muncul masa ketika tidak ada seorang pun selamat kecuali orang yang berdoa seperti doa orang yang sedang tenggelam. Doa orang yang tenggelam menunjukkan rasa takut yang mendalam. 

Sobat sebaiknya memohon keselamatan dengan hati yang sepenuhnya bergantung kepada Allah. Sikap itu menggambarkan kondisi seorang hamba yang sadar bahwa kekuatannya sangat terbatas. Ketika badai fitnah datang, seorang hamba seharusnya merendah di hadapan Allah dan terus memperbaiki amalnya. 

Sebab, Sobat tidak mengandalkan kemampuan diri, tetapi berserah dengan sepenuh keyakinan. Fitnah merupakan ujian berat yang dapat menimpa siapa saja. Ia mampu menggoyahkan keimanan dan mengusik ketenangan hati. Fitnah juga dapat memalingkan manusia dari tujuan hidup yang utama, yaitu beribadah kepada Allah. Karena itu, seseorang harus menjaga kekuatan spiritualnya agar tetap berada di jalan yang diridai.

Ujian tersebut dapat menjadi sarana untuk mengukur keteguhan iman. Orang yang mampu bertahan dalam ibadah di tengah berbagai fitnah kedudukannya mulia. Ini merupakan cara menghindari bahaya fitnah harta bagi muslim. Sobat yang berhijrah karena tetap teguh dalam menjalankan perintah Allah akan mendapatkan pahala berlipat.

Keteguhan itu menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga akidah dan menjauhi segala bentuk penyimpangan. Sikap istiqamah menjadi pelindung penting ketika manusia menghadapi berbagai ujian.  Hati yang tunduk, doa yang kuat, dan tekad memperbaiki diri, seorang hamba memiliki bekal untuk menghadapi bahaya fitnah harta bagi muslim. Seseorang yang terus berusaha mempertahankan ibadahnya tanpa terpengaruh oleh keadaan yang mengguncang.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY