Hukum membuat orang marah – Sobat Cahaya Islam, dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita menghadapi situasi yang memicu amarah, baik itu dari kita sendiri maupun orang lain. Namun, tahukah sobat bahwa hukum membuat orang marah dalam Islam memiliki batasan yang harus kita perhatikan?
Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga akhlak. Dari akhlak yang baik akan menghindarkan kita dari perbuatan yang dapat menyakiti hati orang lain. Sebab dari sakit hati bisa membangkitkan kemarahan seseorang secara sengaja. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” 1
Ayat ini menunjukkan bahwa menahan amarah ialah salah satu sifat orang-orang yang bertakwa. Lantas, bagaimana sebenarnya Islam memandang perbuatan yang dapat membuat orang lain marah?
Bagaimana Pandangan Hukum Membuat Orang Marah dalam Islam?
Sobat Cahaya Islam, sesuai ajaran Islam yang mana hukum membuat orang marah dalam Islam bisa masuk dalam kategori sebagai perbuatan yang tidak baik. Terutama jika Sobat lakukan dengan sengaja untuk menyakiti atau merendahkan orang lain. Berikut adalah beberapa alasan mengapa perbuatan ini perlu kita hindari:
1. Menimbulkan Permusuhan dan Kebencian
Alasan pertama yaitu membuat orang lain marah bisa menyebabkan permusuhan dan merusak hubungan sesama manusia. Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya (dalam kesulitan).” 2
Hadits ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama muslim. Bentuk dari menjaga hubungan baik yaitu dengan menghindari tindakan yang bisa menyakiti hati orang lain.
2. Bisa Menjadi Perbuatan Dosa
Jika seseorang sengaja memancing amarah orang lain, maka hal itu bisa menjadi dosa. Apalagi dengan tujuan mencelakakan atau merendahkan, yang mana termasuk dalam tindakan yang tidak baik. Islam sangat menekankan akhlak yang baik, dan Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kamu marah, maka bagimu surga.” 3
Hal Ini menunjukkan bahwa menghindari amarah, bisa membawa Sobat Cahaya Islam ke surge. Sebagaimana sabda Rasul di atas. Amarah tersebut baik dari kita sendiri maupun dari orang lain. Jika mampu menahan marah maka terbuka jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.


3. Dapat Menghilangkan Keberkahan dalam Hidup
Orang yang suka membuat orang lain marah bisa kehilangan keberkahan dalam hidupnya. Keberkahan dalam ajaran Islam bsia datang dari menjaga hubungan baik dengan sesama.
Batasan marah dalam Islam pun menekankan bahwa amarah harus terkendalikan agar tidak membawa dampak yang buruk. Islam mengajarkan kita untuk selalu menjaga lisan dan sikap agar tidak memicu permusuhan. Mengusahakan untuk menjadi pribadi yang mampu menjaga hati serta perasaan sesama.
Sobat Cahaya Islam, hukum membuat orang marah dalam Islam sudah sangat jelas bahwa perbuatan ini tidak dianjurkan. Terlebih jika bertujuan perbuatan tersebut untuk menyakiti hati orang lain. Dengan menahan amarah dan bersikap sabar, insyaAllah hidup akan lebih tenang dan penuh keberkahan.
































