Kebersamaan dan gotong royong adalah – Menurut agama Islam, kunci hidup bermasyarakat yaitu dengan menjaga hubungan dengan sesama manusia. Perilaku ini adalah bagian dari perwujudan dari nilai-nilai kemanusiaan dan kemasyarakatan. Selain itu, sesama manusia juga harus dianjurkan saling tolong-menolong.
Kebersamaan dan Gotong Royong Adalah Perwujudan Nilai-nilai Kemanusiaan
Kebersamaan dalam sudut pandang Islam merupakan kebutuhan dasar kemanusiaan. Tidak ada hubungan kemanusiaan tanpa adanya kebersamaan. Kebersamaan merupakan dharurah harakiah atau kebutuhan mendesak demi menjaga kelestarian dan kedamaian.
Selain itu, kebersamaan dan gotong royong adalah perwujudan nilai-nilai kemanusiaan yang erat kaitannya dengan ajaran Islam, seperti:
1. Ta’awun
Ta’awun artinya saling membantu atau tolong-menolong kepada orang lain. Sikap tolong-menolong ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia yang dalam bahasa Indonesia, tolong-menolong artinya meminta bantuan dan membantu meringankan beban. Allah SWT memberi perintah kepada umatNya untuk senantiasa berlaku ta’awun.
Dalil tentang tolong-menolong salah satunya terdapat dalam ayat Al Qur’an berikut ini:
“… dan tolong menolonglah kamu dalam hal kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kamu tolong menolong dalam perkara dosa dan permusuhan. 1
Tolong menolong juga diartikan sebagai sikap menunjukkan simpati dan empati kepada sesama warga masyarakat. Berikut ini sejumlah contoh sikap ta’awun dalam kehidupan sehari-hari:
- Tidak membahas kejelekan orang lain.
- Memberi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan di lingkungan sekitar.
- Mengunjungi orang yang sedang sakit atau terkena musibah.
Ta’awun merupakan kewajiban yang diatur dalam Al Qur’an. Umat Islam yang menjalankannya akan mendapatkan pahala selain telah memenuhi peranan sebagai makhluk sosial.
2. Kebersamaan
Kebersamaan dalam Islam merupakan perintah Allah SWT yang memiliki banyak makna. Salah satunya sebagai hajat insaniyah atau kebutuhan dasar. Selain itu, kebersamaan juga merupakan bagian dari dharurah harakiah atau menjaga kedamaian pemeluk agama.
Kebersamaan dan gotong royong adalah perintah Allah SWT yang harus Sobat Cahaya Islam landasi dengan posisi manusia sebagai makhluk sosial.


3. Persatuan
Persatuan dalam pandangan Islam berkaitan erat dengan masalah aqidah, ibadah, dan akhlak. Selain itu persatuan juga merupakan rahmat dari Allah SWT. Hadist tentang persatuan menjelaskan bahwa:
“Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling tanajusy (menyakiti dalam jual beli), janganlah saling benci, janganlah saling membelakangi (mendiamkan), dan janganlah menjual di atas jualan saudaranya. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Oleh karena itu, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina orang lain. Takwa itu di sini–beliau memberi isyarat ke dada tiga kali–. Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya .’” 2
4. Gotong-Royong dalam Islam
Kebersamaan dan gotong-royong adalah sikap yang terdapat dalam Al Qur’an dan hadist untuk mencapai kesejahteraan bersama. Gotong royong dalam Islam merupakan kewajiban yang tidak memandang ras, suku, dan agama. Bantuan yang Sobat Cahaya Islam berikan dalam bentuk kebaikan, bukan dalam hal perbuatan dosa.
Gotong royong dalam Islam juga dapat terwujud dalam hal memberikan pertolongan kepada orang-orang yang terzalimi. Islam menekankan banyak manfaat dari menjalankan gotong-royong, seperti:
- Menumbuhkan rasa bertanggung jawab dalam diri umat Islam.
- Membina hubungan baik dengan sesama muslim maupun masyarakat di sekitar.
- Menciptakan kebersamaan serta dapat menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama muslim.
Walaupun memiliki sejumlah manfaat, gotong-royong juga menghadirkan tantangan, Terlebih lagi di era modern seperti sekarang ini, individu terkesan kurang memikirkan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi hal tersebut, pemimpin masyarakat harus aktif menjalankan gotong-royong.


Kebersamaan dan gotong royong adalah sikap yang wajib umat Islam tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, sebagai makhluk sosial, umat muslim tidak bisa hidup sebagai individualis. Namun, ada batasan-batasan dalam dua sikap tersebut yaitu hanya dalam hal kebaikan saja.































