Bekerja Keras untuk Ibadah Menurut Islam

0
708
bekerja keras untuk ibadah

Bekerja keras untuk ibadah – Islam mengajarkan kepada setiap manusia untuk berusaha mencari rezeki yang halal. Cara untuk bisa mendapatkan rezeki Allah salah satunya adalah dengan bekerja. Tahukah sobat Cahaya Islam bahwa ketika kita bekerja dengan keras, maka itu bisa menjadi ibadah oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah berfirman:

 قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” 1

Kemuliaan Bekerja Keras untuk Ibadah

Sebenarnya setiap kegiatan yang kita lakukan bisa bernilai ibadah asalkan niatnya adalah untuk mendapatkan ridho Allah dan diawali dengan bismillah. Apalagi saat kita bekerja. Allah akan melihat bagaimana kesungguhan kita dalam mencari rezeki.

Allah tidak hanya melihat tentang bagaimana upayanya dalam mencari rezeki akan tetapi nilai-nilai apa yang dibawa saat bekerja. Dia memerintahkan agar kita bekerja dengan niat yang tulus yaitu untuk mendapatkan rezeki yang halal dan memberi manfaat bagi orang lain. Semakin baik niat kita dalam bekerja keras, akan semakin besar pula pahala yang akan kita dapatkan.

Bekerja sebagai Ibadah

Sobat Cahaya Islam, ternyata bekerja bukan hanya sekedar untuk mendapatkan rezeki namun juga sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Allah memerintahkan kepada kita untuk bekerja, karena nantinya Allah akan menilai apakah sesuai dengan syariat atau justru menyalahi syariat.

Tugas kita selama hidup di dunia ini hanyalah untuk beribadah dan mencari ridho Allah. Pekerjaan yang kita lakukan akan dicatat sebagai ibadah asalkan berlandasan pada syariat Islam.

Apabila kita bekerja dengan kejujuran serta penuh didedikasi umum, Allah akan menilai kita dan memberikan pahala di dunia maupun di akhirat.

Pentingnya Niat yang Ikhlas

Niat yang ikhlas menjadi aspek penting dalam bekerja. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sudah mencontohkan kepada umat Islam tentang bagaimana kita harus ikhlas saat bekerja.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” 2

Niat yang baik dalam bekerja misalnya saja untuk mencari rezeki halal, memenuhi kebutuhan keluarga, memberi manfaat kepada orang lain, dan lainnya akan menjadikan pekerjaan kita memiliki nilai yang luar biasa.

Setiap tetes keringat yang keluar dengan niat ibadah seperti ini akan menjadi pahala yang bisa kita panen di akhirat kelak. Kita juga harus meyakini bahwa setiap kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan juga.

Kerja Keras sebagai Bentuk Tanggung Jawab

Orang yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan, itu lebih mulia dibandingkan orang yang bermalas-malasan. Bekerja keras dalam pekerjaan maupun tugas apapun, menjadi salah satu bentuk tanggung jawab.

bekerja keras untuk ibadah

Jadi, orang yang bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga sebena sedang melakukan pekerjaan yang mulia. Sehingga tidak mengherankan apabila Allah memberikan pahala yang besar bagi orang yang berlelah-lelah dalam bekerja.

Allah SWT berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ

وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ

“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” 3

Akan tetapi, kita juga perlu menyadari bahwa ada kehidupan kekal di akhirat nanti. Jangan sampai karena kesibukan kita di dunia, justru pekerjaan tersebut melalaikan kita untuk beribadah. Semoga kita termasuk orang bekerja keras untuk ibadah dan mendapatkan rezeki melimpah di dunia serta selamat di akhirat.


  1. (Surat Al-Jumu’ah ayat 10) ↩︎
  2. (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907] ↩︎
  3. (QS. At-Taubah: 105) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY