Kerja Itu Ibadah dan Amanah – Sobat Cahaya Islam, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita perlu bekerja. Meskipun Allah sudah menjamin rezeki setiap hambaNya, akan tetapi bagi orang yang bermalas-malasan tentu rezeki juga akan sulit datang. Apabila saat ini sobat Cahaya Islam sedang merasa kurang bersemangat, perlu Sobat Cahaya Islam pahami bahwa kerja itu ibadah dan amanah.
Kerja Itu Ibadah dan Amanah Menurut Islam
Islam selalu mengajarkan bahwa ketika kita hendak melakukan sesuatu sebaiknya niat harus baik. Niatkan kerja untuk mencari ridho Allah dan untuk mendapatkan rezeki yang halal serta barokah. Allah subhanahu wa ta’ala sangat menyukai hambaNya yang berusaha dan berhusnudzon dalam mendapatkan rezeki.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Mulk ayat 15:
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” 1
Pada ayat tersebut, Allah sudah menjelaskan bahwa dunia ini memang disediakan untuk manusia. Maka untuk mendapatkan rezeki Allah, kita perlu bekerja dan mendatangi di mana rezeki itu. Namun ayat tersebut juga Allah memerintahkan agar kita tetap ingat tentang hari kebangkitan karena nantinya semua akan dimintai pertanggungjawaban.
Kerja sebagai Amanah
Bekerja bukan hanya sekedar untuk mendapatkan uang akan tetapi juga menjalankan amanah besar. Ketika kita bekerja pada seseorang, itu artinya kita sedang memiliki amanah. Kita bertanggung jawab untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan.


Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ankabut ayat 17:
فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Maka carilah rezeki di sisi Allah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan.” 2
Setiap muslim hendaknya memiliki akhlak yang mulia termasuk dalam pekerjaan. Ciri muslim yang mulia adalah yang bekerja dengan penuh tanggung jawab serta tidak akan menghianati klien atau majikan.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” 3
Pada ayat tersebut kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita ini adalah pemimpin untuk diri kita sendiri. Namun ada juga yang menjadi pemimpin banyak orang. Dan setiap dari apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah. Jadi, jangan sampai kita meremehkan apa yang kita kerjakan saat di dunia.
Menggabungkan Niat dan Etos Kerja
Ketika kita sedang menjalankan suatu pekerjaan, hendaknya harus mengkombinasikan niat yang baik dengan etos kerja. Apabila seseorang memiliki niat bekerja untuk mencari rezeki yang halal kemudian berusaha melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin, ini bukan hanya mendapatkan penilaian baik di sisi Allah saja. Akan tetapi orang tersebut juga akan mendapatkan penilaian yang bagus di mata manusia.
Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 105:
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” 4
Islam selalu mengajarkan kepada setiap muslim agar bekerja dengan baik. Etos kerja yang harus selalu dipegang adalah seperti disiplin, tanggung jawabku, ketekunan, serta kerja keras.
Rasulullah sendiri ketika sedang bekerja juga melakukan pekerjaan tersebut dengan serius. Sehingga tidak mengherankan jika Rasulullah dan para sahabat juga memiliki hasil yang luar biasa dari pekerjaan mereka. Semoga kita semua mampu meneladani sikap Rasulullah dan mampu menjaga amanah dalam pekerjaan karena kerja itu ibadah dan amanah.
































