3 Hakikat Sabar yang Dijelaskan dalam Al Quran

0
792

Mungkin sudah puluhan kali tim Cahayaislam mengulas dan memberikan nasihat tentang kesabaran. Hal ini kami harapkan bisa menjadi cambuk diri kami serta teman-teman pembaca cahayaislam secara universal agar senantiasa membiasakan dan terus belajar tentang arti pentingnya kesabaran.

Kami percaya bahwa memiliki sikap sabar bukan berarti anda harus mengalami peristiwa memilukan atau cobaan yang berat. Karena pada kenyataannya ada juga mereka yang bisa bersabar walau tanpa harus melalui samudera penderitaan. Kami juga percaya bahwa kesabaran bukan hal yang hanya bisa didapatkan ketika kita menjadi lebih tua daripada kebanyakan orang. Karena pada dasarnya kesabaran itu sendiri tercipta bersama kebijaksanaan sang waktu.

Nah, berbicara perihal kesabaran. Tim Cahayaislam beberapa waktu yang lalu baru saja mendapatkan satu ekplanasi yang cukup menarik dari K.H Shobirun Ahkam yang merupakan satu ulama pondok pesantren Mulyo Abadi di Yogyakarta tentang 3 hakikat sabar yang tertera dalam Al Quran. Kami akan coba rangkai kembali dalam satu artikel pada kesempatan kali ini. Simak deh:

Lafadz Shobaro dan tiga artinya dalam Hadits Ibnu Abidunnya

– الصبر ثلاثة: فصبر على المصيبة، وصبر على الطاعة، وصبر عن المعصية، فمن صبر على المصيبة حتى يردها بحسن عزائها كتب الله له ثلثمائة درجة، ما بين الدرجتين كما بين السماء والأرض، ومن صبر على الطاعة كتب الله له ستمائة درجة، ما بين الدرجتين كما بين تخوم الأرض إلى منتهى الأرضين، ومن صبر عن المعصية كتب الله له تسعمائة درجة ما بين الدرجتين كما بين تخوم الأرض إلى منتهى العرش مرتين. “ابن أبي الدنيا في الصبر وأبو الشيخ في الثواب عن علي

كنز العمال (3/ 273) – 6515

Dalam hadits diatas dijelaskan bahwa makna lafadz Shobaro itu memiliki 3 arti, yakni: (1) Sabar Akan musibah yang menimpa, (2) Ketekunan dalam menjalani keta’atan, dan (3) Kerelaan dalam meninggalkan maksiyat.

Dalam hadits diatas dijelaskan pula lebih dalam bahwa barang siapa yang mau bersabar atas musibah yang menimpanya, bahkan menerimanya dengan baik. Maka niscaya Allah akan menorehkan 300 derajat atasnya dimana jarak antara dua derajat adalah bagaikan langit dan bumi.

Barangsiapa pula yang mau tekun, tetap semangat dan sabar atas melaksanakan ketaatan. Maka niscaya Allah akan menuliskan atasnya 600 derajat yang jarak antara dua derajatnya diibaratkan seperti lapisan bumi paling bawah hingga tujuh bumi lainnya.

Barangsiapa pula mau dengan suka rela meninggalkan hal-hal yang berbau maksiyar. Maka niscaya Allah akan menuliskan atasnya 900 derajat yang memiliki jarak satu dengan lainnya bagaikan lapisan bumi paling bawah hingga ujung arasy Allah.

Ayat Al Quran pendukung 3 Hakikat Sabar

Mendukung kajian hakikat sabar dalam hadits diatas, Allah SWT sendiri telah memberikan penjelasanNya pula atas hal tersebut dalam beberapa ayat Al Quran. Sabar atas musibah yang menimpa telah dijelaskan oleh Allah dalam surat al baqarah 155. Sabar dalam definisi ketekunan dalam keta’atan sendiri telah dijelaskan pula oleh Allah dalam surat Ali Imran 200. Sabar dalam kerelaan meninggalkan kemaksiyatan pula telah dijelaskan Allah dalam surat Al Kahfi 28.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!