Tuak (Khamr): Tersangka Utama dari Berbagai Dosa!

0
1778

Beberapa waktu yang lalu masyarakat dikejutkan oleh berita yang sangat memilukan dari salah satu provinsi di Sumatera. Kasus laknat tentang asusila 14 orang pemuda kepada seorang gadis dibawah umur sontak menjadi bahan pembicaraan yang hangat dikalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang berempati dari ikut melakukan protes dan menanda-tangani beberapa petisi untuk mengajukan revisi hukuman pelaku tindakan tersebut kepada pemerintah. Dengan membaca bantyak kabar yang santer sekali diberbagai media tersebut, tim Cahayaislam mendapatkan beberapa statistik yang mengejutkan.

Dari beberapa laporan dan riset yang telah dilakukan pada provinsi tersebut, tim Cahaya Islam menemukan bahwa karena tingkat kemiskinan yang tinggi dikota tersebut, dikalangan masyarakat mulai marak beredar “minuman keras”. Minuman haram ini ternyata sudah beredar bebas di Provinsi tersebut dan bahkan menjadi salah satu roda perputaran ekonomi masyarakat disana. Tak ayal, banyak kejahatan yang terjadi diprovinsi tersebut. Itulah kenapa dalam islam minuman keras atau yang sering disebut dengan istilah khamr dilarang oleh Rasulullah karena merupakan biang dari banyak tindak maksiyat.

Tim Cahayaislam mengutip satu kisah yang diceritakan dalam Al Hadits riwayat Nasa’i. Mungkin beberapa dari sahabat Cahayaislam pernah mendengar kisah ini. Namun, tidak jemu-jemu kami berusaha menceritakannya kembali sebagai peringatan dan nasihat untuk kita sesama saudara seiman.

Cerita Sang Ahli Ibadah yang Meminum Khamr

Hadits diriwayatkan dari Utsman yang menceritakan sebuah kisah beserta ancaman untuk menjauhi khamr.

Pada zaman dahulu hiduplah seorang ahli beridadah (abid) yang dikenal alim karena kebajikannya dan kegiatan hidupnya yang tidak pernah jauh dari mengingat Allah. Dizaman yang sama, hiduplah pula seorang pelacur yang sangat terkenal karena kejelitaannya yang banyak membuat para lelaki menjadi gila. Suatu ketika pelacur tersebut mengutus salah satu pembantu setianya untuk mengundang sang ahli ibadah untuk singgah kerumahnya karena ada suatu hal yang perlu dia tanyakan (dalam versi lain, undangan tersebut berdalih untuk meminta sang ahli ibadah untuk melakukan kesaksian).

Tanpa curiga, sang ahli ibadah mengiyakan dan kemudian pergi menemui si pelacur tersebut. Dan ketika dia telah memasuki kediaman si pelacur, si pelacur tersebut dengan cepat menutup semua pintu dan jendela untuk mengurung sang ahli ibadah sampai hanya ada sesosok wanita cantik yang menggendong seorang bayi dan membawa segelas khamr. Si pelacur itu berkata bahwa dia tidak mengundangnya untuk sebuah urusan kecuali untuk memberikan 3 pilihan kepadanya: bercinta dengannya, membunuh bayi yang digendongnya, atau meminum segelas khamr yang ada ditangannya.

Sang ahli ibadah sempat menolak, namun si pelacur tersebut mengancam bahwa dia akan berteriak kalau ada orang yang memasuki rumahnya tanpa izin. Dengan ancaman tersebut, sang ahli ibadah kemudian bertekuk lutut dan berusaha berpikir untuk memilih salah satu dari ketiga pilihan tersebut. Sang ahli ibadah berpikir bahwa berbuat zina dan membunuh adalah dosa yang berat, dan kemudian dia berpikir bahwa meminum minuman keras terdengar tidak terlalu buruk dibandingkan dosa berzina dan membunuh. Pada akhirnya sang ahli ibadah tersebut memilih untuk meminum Khamr.

Namun apa yang terjadi? Setelah dia meminum khamr tersebut, dia mulai mabuk dan kehilangan akal sehatnya. Hingga pada akhirnya sang ahli ibadah tersebut berzina serta membunuh bayi yang digendong oleh si pelacur.

Apa yang bisa dipetik dari cerita ini?

Dengan adanya cerita tersebut, kita sebagai warga muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah seharusnya menjauhi sejauhh-jauhnya khamr atau minuman keras, kerena itu adalah akar dari banyak dosa. Sang ahli ibadah kehilangan akalnya dan kemudian malah melakukan dosa-dosa yang lainnya karena khamr. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan seluruh keluarga kita dari ancaman khamr. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!