Terlalu Banyak Beramal Shalih Itu Berbahaya?! Lho Kok Gitu?

0
688

Gimana sih min, kok terlalu banyak melakukan amal sholih kok berbahaya? Bukannya malah baik untuk kita ya karena lebih banyak pahala yang kita dapatkan sehingga bisa lebih berat timbangan amal kebaikan kita? Tenang-tenang… sobat pembaca cahayaislam benar kok, namun maksud kami bukanlah bahaya dari banyaknya amal sholih yang kita lakukan. Namun lebih kepada sikap kita dalam menyikapi keadaan kita ketika mungkin diberi keluasan oleh Allah untuk melakukan banyak amal sholih.

Kita harus waspada pada tipu muslihat syetan. Tidak hanya tipu muslihatnya dalam keburukan yang diarahkan kepada kita. Namu juga pada hal-hal baik yang membuat kita terlena. Kita harus sadari betul hal ini karena memang syetan merupakan musuh jelas manusia yang telah bersumpah untuk menyesatkan satu-satunya manusia ke dalam nistanya neraka bersama mereka seperti yang telah tertera dalam surat Al A’raf ayat 17.

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Lalu akan ku datangi mereka dari depan serta belakang, kanan dan arah kiri mereka. Dan Engkau takkan mendapati kebanyakan dari mereka sebagai orang yang bersyukur.

Orang beriman haruslah selalu merasa kekurangan 

Merasa kekurangan disini dalam konteks kebaikan lho ya! Bukan merasa kekurangan pada harta-benda dan sejenisnya. Namun perasaan dimana kita merasa masih kurang dalam melaksanakan kebaikan. Merasa masih kurang dekat dengan Allah. Merasa masih memiliki banyak dosa yang harus kita taubati.

Jangan biarkan syetan dengan segala tipu dayanya menyelewengkan kita sehingga kita sampai merasa hebat dan sombong dengan banyaknya amal sholih yang kita lakukan. Merendahlah dan lakukanlah kebaikan lebih banyak lagi tanpa menggubris apakah kita sudah melakukan kebaikan yang banyak atau tidak. Dalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 103 hingga 104 dijelaskan:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً

Katakanlah wahai Muhammad, akankah kami kabarkan kepadamu perihal orang yang paling rugi dalam perbuatannya? – Yakni orang yang telah banyak melakukan kesia-siaan dalam hidupnya, namun mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang terbaik

Jangan sampai hal seperti kurangnya keikhlasan dan sikap ujub serta sombong menyelimuti amalan-amalan yang telah kita lakukan. Karena hal-hal itu hanya akan membuat amalan kita menjadi sia-sia.

Mempercayai bahwa kita bukanlah apa-apa tanpa rahmat Allah

Masih ingat dengan kisah seorang ahli ibadah yang menolak masuk surga Allah karena rahmat-Nya yang pernah kami tulis sebelumnya (DISINI)? Dari kisah tersebut kita harusnya bisa mengambil pelajaran bahwasanya segala hal yang ada di dunia ini tidaklah bisa terjadi tanpa izin dari Allah dan tanpa rahmat darinya. Agar amal sholih kita yang banyak tidak menjadi sia-sia dan malah membahayakan kepada kita, yang perlu kita lakukan adalah mempercayai dengan sedalam-dalamnya hal ini. Kita harus yakin bahwa semua yang kita lalui dalam hidup ini (termasuk keluasan kita dalam beramal sholih) tidak bisa terwujud tanpa rahmat dari Allah.

Dengan memiliki perspektif demikian dalam diri kita. Niscaya kita akan menjadi hamba Allah yang hidup dalam nikmatnya keimanan. Dan yang terpenting adalah segala amal sholih dan perbuatan baik kita diterima oleh Allah dan berbuah kelezatan nikmar surga-Nya kelak di akhirat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!