Bahagia ala Islam: Percaya Bahwa Semua di Dunia ini Adalah Titipan Allah

0
1038

Semua di dunia ini adalah titipan Allah – Beberapa waktu lalu tim Cahayaislam membaca satu artikel yang kebanyakan berisi gambar-gambar. Dalam artikel tersebut, penulis mencoba menggambarkan penggambaran tata surya di galaksi kita ke dalam sebuah gambar. Ada gambar planet-planet, bintang, termasuk bumi dan matahari. Semua gambar-gambar tersebut kemudian dibandingkan dengan ukuran satu manusia. Dari penggambaran tersebut, tersadarlah kami betapa kecil dan lemahnya eksistensi manusia diantara alam semesta ciptaan Allah ini.

Melihat gambar-gambar menakjubkan itu kami kemudian menyadari bahwasanya sungguh besar keagungan Allah dan begitu menakjubkan alam semesta luas yang diciptakan olehNya. Hal itu juga menyadarkan kami betapa kita sebagai manusia tidak memiliki hak sedikitpun untuk merasa tinggi diri. Kita tidak memiliki posisi dimana kita bisa sombong diantara hebatnya alam semesta, apalagi merasa congkak dihadapan Allah.

Nah, melalui kesempatan yang mulia dalam artikel ini, tim Cahayaislam akan berusaha menasihati dan mengajak (mulai dari diri sendiri dan kepada sobat Cahayaislam semuanya). Mengajak untuk agar kita meyakini dan percaya bahwa semua di dunia ini adalah titipan Allah, dan pada akhirnya akan kembali kepadaNya.

Menjadi ikhlas bila harus melepas apa yang kita pinjam dari Allah

Kita semua harus paham bahwa segala sesuatu dan semua di dunia ini adalah titipan Allah, bahkan tubuh kita yang melekat dengan diri kita inipun pada dasarnya bukan milik kita. Apalagi harta benda, rumah, mobil, dan banyak harta benda lainnya. Semuanya itu adalah pemberian dan titipan dari Allah. Semua orang didunia ini mengetahui hal itu, namun banyak sekali dari kita akan sedih bila hal tersebut hilang dari diri kita. Kita tidak rela untuk kehilangan benda yang sebenarnya bukan milik kita itu.

Lalu? kalau tidak sedih, terus kita harus senang gitu kalau apa yang kita punya hilang begitu saja? – senang mungkin bukan kata yang tepat untuk ini. Kita bisa merubahnya dengan dua kata kunci: bersyukur & ikhlas. Nah, kita harus berterima kasih kepada Allah atas titipan yang telah dipercayakan kepada kita dan kita harus ikhlas menerima bila titipan itu kemudian diambil kembali oleh pemiliknya.

Adapun keikhlasan dan rasa syukur kita tersebut bisa kita tunjukkan kepada Allah dengan banyak cara. Islam telah mengajarkan kita untuk bersyukur dengan mengucapkan kalimat hamdalah. Kita juga telah diajarkan bahwa bersyukur bisa juga dengan amalan, yakni dengan menjadi semakin rajin beribadah, menjadi semakin gemar bersedekah dan masih banyak lagi.

Ilustrasi ikhlas dan bersyukur atas titipan Allah

Ada satu gambaran yang bagus tentang semua di dunia ini adalah titipan Allah dan cara kita bersyukur serta ikhlas dalam hal tersebut. Coba anda bayangkan saja ada seseorang multi-bilyuner dengan kekayaan yang melimpah ruah mendatangi rumah anda. Orang kaya tersebut kemudian berkenalan dengan anda dan meminta anda untuk menggantikannya dalam menggunakan fasilitas kekayaannya dalam kurun waktu satu bulan. Tanpa banyak berpikir, anda langsung mengangguk dan menyetujui hal itu.

Dalam durasi waktu sebulan itu anda bisa menaiki mobil mewah, makan makanan yang serba lezat, tinggal di istana yang megah, serta melakukan hal yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya. Waktu terus berjalan sampai akhirnya satu bulan berakhir dan tiba waktunya anda untuk mengembalikan semua hal yang anda nikmati tersebut kepada pemiliknya lagi.

Pertanyaannya adalah kata-kata dan ekspresi seperti apa yang akan anda ucapkan kepada orang kaya yang mengizinkan anda untuk menikmati fasilitas mewah tersebut? – anda pasti akan tersenyum dan berterima kasih kepadanya karena sudah memberikan anda pengalaman indah yang tak terlupakan. Bahkan anda pasti akan bilang “kalau ada yang bisa saya bantu, maka jangan ragu-ragu dan sungkan untuk menghubungi saya dst”

Bukankah itu merupakan sesuatu yang umum yang banyak orang lakukan? berterima kasih dan berbuat baik kepada orang yang baik pula kepada kita? lalu kenapa kita tidak berusaha berbuat hal yang sama kepada Allah yang telah menitipkan banyak hal kepada kita selama hidup di dunia ini? Nah sekarang paham kan bahwa semua di dunia ini adalah titipan Allah, oleh karena itu marilah sobat Cahayaislam yang diridhoi Allah. Marilah kita menjadi insan beriman yang luwes dalam bersedekah dan bersyukur kepada Allah atas apa yang dianugerahkan kepada kita. Semoga kita selalu menjadi pribadi yang selalu ikhlas menerima ketentuan-ketentuannya. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!