Orang-orang yang Diberi Naungan Oleh Allah (Bagian 3)

0
446

Ketika manusia semuanya mulai bangkit dari tempat persemayaman mereka. Allah kemudian menggiring mereka semua untuk berkumpul pada suatu tempat yang luas nan panas karena matahari di dekatkan oleh Allah. Manusia berkumpul dengan tanpa alas kaki (nyeker), belum di khitan, dan tanpa pakaian untuk menghadap Tuhannya. Seperti yang dijelaskan dalam sahih Muslim 2859.

وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ حَاتِمِ بْنِ أَبِي صَغِيرَةَ، حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏”‏ يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً ….. الحديثً

Dalam keadaan yang sangat panas dan kering itu, ada beberapa orang yang mendapatkan naungan khusus dari Allah. Dia tidak akan merasakan panas hingga datang waktunya dia dipanggil untuk dihukumi. Dalam artikel kami yang sebelumnya, tim cahayaislam telah menjelaskan dua golongan tersebut, yakni pemimpin yang adil dan pemuda yang tumbuh dalam ibadahnya kepada Allah. Lalu siapa lagi orang beruntung yang dinaungi Allah saat itu?

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلاَمٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّه… وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فِي خَلاَءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ ….الحديث

Orang yang mengingat Allah dalam kesunyian dan menitikkan air mata

Yang menjadi poin inti disini bukanlah pada waktu yang sunyi yang ada dalam kandungan kalimat diatas. Orang ketiga yang dinaungi Allah adalah orang yang mengingat/dzikr Allah dalam kesunyian sampai menangis. Intisari yang perlu ditekankan disini adalah kekhusyukan dan khidmatnya orang tersebut ketika mengingat Allah. Dia adalah sosok pribadi yang selalu menyertakan Allah pada setiap hal dalam hidupnya, sehingga dia selalu khawatir dan takut apabila yang dilakukannya tidak disukai Allah atau melanggar hukum Allah.

Dia adalah sosok yang selalu berkaca tentang dirinya, akhlaknya, dan imannya. Dia selalu bertanya kepada dirinya dengan selalu ingat kepada Allah apakah dia sudah cukup layak dimata-Nya? Orang yang selalu berusaha introspeksi diri dan bertaubat pada dosa-dosanya dengan sungguh-sungguh tanpa cela. Inilah orang yang dimaksudkan akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat kelak.

Mengingat Allah dalam sunyi, apakah maksudnya orang yang rajin shalat tahajud?

Beberapa alim ulama ada yang berpendapat bahwasanya definisi ‘dalam kesunyian’ yang ada dalam hadits ini memiliki dua definisi. Yang pertama adalah dia yang memiliki hobi berdzikit dan mengingat Allah tanpa menampakkannya kepada orang lain. Dan yang kedua adalah orang yang gemar serta rajin menengadahkan tangannya untuk berdoa kepada Allah di sepertiga malam akhir, dimana suasana sedang sunyi dan orang-orang sedang terlelap tidur.

Nah, itulah orang ketiga dari tujuh golongan yang akan di naungi oleh Allah kelak di hari akhir. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang senantiasa bisa mengingat Allah kapanpun, dimanapun, dan apapun keadaannya. Amiin. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!