Nomadland, Inilah Hukum Menontonnya dalam Islam!

0
21
nomadland

Nomadland – Nominasi Film Oscar terbaik tahun ini dimenangkan oleh Nomadland, karya Zhou. Film ini sendiri menceritakan tentang seorang perempuan yang tak punya tempat tinggal di wilayah Amerika Barat. Perjuangan yang diperankan oleh tokoh utama sangatlah epik sehingga menguras derai air mata para penonton termasuk masyarakat yang dominannya kaum muslimin.

Sobat Cahaya Islam, kaum muslimin harus memahami bahwa aktivitas keduniawian dihukumi mubah seperti halnya menonton Nomadland. Hanya saja, hukum mubah tidak bisa dilewatkan begitu saja. Pasalnya, setiap kemubahan dapat mengantarkan pada nilai kehalalan bahkan keharaman itu sendiri.

Bagaimana Umat Muslim Menyikapi Tontonan Nomadland?

nomadland

Sebagai kaum muslimin, setelah memahami bahwa menonton adalah hal yang mubah, maka dibutuhkan kajian yang mendalam setelahnya. Sebab jika dibiarkan dikatakan hukumnya mubah saja, bisa jadi semua film juga ditonton oleh generasi muslim.

Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika dunia industri perfilman tak luput dari aurat yang terbuka dan hal – hal yang melanggar syariat Islam. Analisis mendalam yang dibutuhkan tentu berkaitan dengan apakah kemubahan tersebut dapat menyebabkan aktivitas menonton menjadi haram atau halal di mata Allah SWT.

Nomadland sendiri adalah film yang dibuat oleh orang non muslim. Sehingga tanpa melihat keseluruhan film sebenarnya sudah dapat dipastikan bahwa terdapat penentangan syariat di dalamnya. Selain itu, ada kemungkina terdapat keharaman di dalam konten film tersebut.

Maka dari itu alangkah lebih baiknya tontonan tersebut tidak menjadi konsumsi utama bagi generasi kaum muslimin. Waktu kehidupan kaum muslim di dunia sangatlah singkat, sehingga amat disayangkan bila dihabiskan dengan film – film yang sama sekali tidak mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Allah SWT melalui lisan Rasulullah SAW :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412)

Kewajiban Mencari Tontonan Syar’i

Walaupun demikian, tidak berarti muslim diharuskan menjadi umat yang kaku dan tidak maju. Menonton film tetap diperbolehkan asalkan tidak melanggar RisalahNya. Salah satu tips yang bisa dilakukan yakni :

Memastikan Sang Pembuat Film

nomadland

Sobat Cahaya Islam harus memastikan siapa yang ada di balik film tersebut. Hal ini akan menjadikan Sobat Cahaya Islam tahu bagaimana pemahaman yang akan disampaikan dalam film tersebut. Sebut saja jika film tersebut adalah film India, maka sudah dipastikan konten di dalamnya akan diisi dengan nuansa pemujaan.

Kondisi ini akan menjadi bahaya tersendiri apabila juga ditonton oleh anak – anak yang notabene belum memiliki pemahaman ke arah sana. Selain itu, penting juga memperhatikan track record sang pembuat film untuk memastikan bahwa dia adalah seorang muslim yang terpercaya.

Sebab, dengan adanya kecanggihan teknologi sekarang sebuah pembelajaran dapat diambil film. Jika sang pembuatnya bukan orang yang terpercaya alias pernah menjadi seorang kriminal, akan ditakutkan malah diteladani oleh banyak penonton.

Nah, Sobat Cahaya Islam itulah ulasan mengenai film Nomadland dan keterkaitannya dengan hukum menonton di dalam Islam. Semoga setelah ini umat dapat memahami untuk senantiasa berhati – hati dalam menjalankan aktivitasnya agar tidak tergelincir pada lubang kemaksiatan. Sunguh, umat akan sangat merugi apabila umat tak mampu menyadarinya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY