Nikah Siri dengan Wali Hakim Apakah Sah atau Tidak?

0
837
Nikah siri dengan wali hakim apakah sah

Nikah siri dengan wali hakim apakah sah – Sobat Cahaya Islam, pernikahan merupakan hal yang sangat penting, lantas bagaimana jika nikah siri dengan wali hakim apakah sah atau tidak?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut maka harus diketahui berbagai kondisi terkait pernikahan tersebut. Dalam beberapa situasi, pernikahan dengan wali hakim diperbolehkan.

Pernikahan adalah sebuah ikatan yang suci antara dua insan dan memiliki tujuan mulia. Agar kesucian dan tujuan mulia pernikahan tidak ternoda, syaratnya pun harus terpenuhi semua. Salah satunya adalah kehadiran wali pernikahan dari pihak mempelai perempuan.

Pengertian Nikah Siri dan Siapa yang Berhak Menjadi Wali

Nikah siri dengan wali hakim apakah sah

Nikah siri merupakan pernikahan yang dilakukan tanpa melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA). Dengan kata lain, pernikahan ini tidak tercatat secara administratif sehingga tidak diakui secara hukum. Namun diakui sah secara agama, selama prosesnya memenuhi syarat yang ditentukan.

Terkadang biaya pernikahan secara negara cukup memberatkan, sehingga banyak yang memilih menikah secara agama saja. Allah memberikan kemudahan dalam pernikahan seperti tertuang dalam surah An Nur ayat 32,

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS An Nur : 32)

Dalam konteks administrasi kenegaraan, nikah siri tidak diakui dalam UU Perkawinan di Indonesia. Dalam hukum Islam, nikah siri diperbolehkan karena hakikatnya sebuah pernikahan sah jika sudah memenuhi syarat sah nikah yaitu:

  1. Adanya mempelai pria,
  2. Ada mempelai wanita,
  3. Adanya wali,
  4. Kehadiran saksi dua belah pihak,
  5. Ijab kabul.

Jika nikah siri dengan wali hakim apakah sah atau tidak? Wali pernikahan dalam agama Islam memiliki ketentuan yang tidak dapat diperdebatkan. Wali nikah adalah pria yang memiliki hak untuk menikahkan mempelai wanita dengan pria pilihannya. Adapun urutannya sudah ditentukan dan tidak boleh diacak, yaitu:

  1. Ayah kandung, kakek dari pihak ayah dan seterusnya ke atas,
  2. Saudara kandung laki-laki, saudara laki-laki satu ayah, anak laki-laki dari saudara laki-laki kandung atau satu ayah,
  3. Adik atau Kakak laki-laki dari pihak ayah, anak dari adik atau kakak pihak ayah.
  4. Jika pihak di atas sudah meninggal, tidak ada dan tidak dapat ditemukan, atau mempelai wanita tidak bernasab maka hak untuk menikahkan dipegang oleh pejabat negara dalam hal ini disebut wali hakim.

Nikah Siri Dengan Wali Hakim Apakah Sah Dalam Pandangan Islam?

Nikah siri dengan wali hakim apakah sah

Allah memerintahkan manusia menikah dengan sesama yang beriman dalam ayat berikut ini,

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ࣖ

“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (QS Al Baqarah:221)

Menikah secara agama walaupun tidak diakui oleh hukum negara lebih baik dibandingkan menikah secara negara dengan orang yang berbeda iman.

Karena Islam tidak melarang adanya pernikahan siri, maka melakukan nikah siri dengan wali hakim dianggap sah. Namun, hal ini tergantung pada beberapa kondisi. Hal yang membolehkan nikah siri dengan wali hakim yaitu:

1. Mempelai Wanita Tidak Memiliki Keluarga Laki-laki dari Pihak Ayah

Jika terbukti mempelai wanita sudah tidak memiliki keluarga laki-laki dari pihak ayahnya yang berhak untuk menjadi wali, maka ia boleh menggunakan wali hakim. Hal ini dibuktikan terlebih dahulu menggunakan dokumen kematian, atau sudah dicari tetapi tidak dapat bertemu.

2. Mempelai Wanita Tidak Memiliki Nasab

Hal ini patut ditelusuri terlebih dahulu. Mempelai wanita yang bernasab kepada ibunya, tidak berhak dinikahkan oleh wali selain wali hakim. Kondisi ini berlaku bagi wanita yang lahir di luar pernikahan baik itu disebabkan pergaulan bebas maupun perkosaan.

Jika terjadi pernikahan siri dengan wali hakim karena tidak mendapat izin dari orang tua sementara ayahnya masih ada maka hukumnya haram.

Sobat Cahaya Islam, pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral. Jangan pernah mempermainkan rukun dan syarat sah pernikahan. Nikah siri dengan wali hakim apakah sah atau tidak, tentu saja jawabannya tergantung pada alasan mengapa pernikahan itu terjadi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY