Nasihat Islami: Jangan Menyalahkan Allah!

0
742

Beberapa waktu yang lalu tim cahayaislam berkesempatan utuk mengikuti acara entrepreneurship yang diadakan di daerah Yogyakarta. kebetulan dalam satu sesi yang kami ikuti saat itu, pengisi acara sedang membawakan beberapa penjelasan tentang tabiat dan perilaku para orang-orang sukses. Ada satu hal yang menggelitik hati sanubari kami. Salah satu karakter seorang yang sukses dari sekian banyak list yang dijelaskan kala itu ada sifat “tidak menyalahkan orang lain”.

Pengisi acara yang merupakan seorang pengusaha sukses pada waktu itu berkata bahwa orang-orang yang ketika mengalami kegagalan atau hal buruk kepada mereka lalu mereka mencari-cari orang untuk disalahkan atas segala hal buruk yang menimpa mereka tersebut adalah SAMPAH. Ya! beliau menyebut orang-orang dengan karakter demikian adalah sampah. Seorang pengusaha yang sukses tidak akan menyalahkan orang lain. Melainkan dia akan introspeksi dan menyalahkan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Hal inilah yang kemudian menginspirasi kami untuk menciptakan artikel kali ini. Ada kalanya hal-hal buruk terjadi di dalam kehidupan kita. Kita mengalami cobaan berat. Ada pula yang mengalami musibah. Doa yang tidak kunjung terkabul dan masih banyak lagi. Terkadang dalam keadaan berat tersebut terbersit pemikiran: Allah tidak adil! atau amarah yang meluap hingga akhirnya menyalahkan Allah atas kemalangan yang menimpa kita. Dan ya, kita hal itu memiliki personifikasi yang sama seperti penuturan pengusaha yang mengisi materi acara yang kami ikuti saat itu. Orang-orang tersebut adalah sampah.

Segala hal baik dan buruk terjadi karena kuasa Allah, dan dibaliknya ada hikmahnya

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dalam satu ayat Al Quran yang tercantum dalam surat Al An’am ayat 17 diatas dinyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi kepada kita (baik dan buruk) itu semua tiada yang bisa mengubahnya kecuali Allah. Jadi, memang betul hal-hal baik dan buruk itu adalah karena kuasa dari Allah. Namun, hal itu tidak memberikan kita hak untuk mencela dan menyalahkan Allah. Karena bisa jadi segala sesuatu yang menurut kita buruk, merupakan hal yang terbaik untuk kita. begitu juga sebaliknya yang telah dijelaskan dalam surat Al Baqarah 216 dibawah. Tinggal kita bisa menerima dan mengambil hikmahnya atau tidak.

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Kebaikan adalah dari Allah, dan keburukan adalah kesalahan orang itu sendiri

فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلاَ يَلُومَنَّ إِلاَّ نَفْسَهُ

Selain kekuasaan Allah perihal hal baik dan buruk yang menimpa kita. Rasulullah SAW sendiri telah menjelaskan dalam suatu sabdanya yang tercantum dalam riwayat Muslim 2577 diatas. Dalam hadits tersebut dijelaskan dengan gamblang bahwa ketika kita mendapatkan kebaikan, maka kita supaya memuji kepada Allah. Namun ketika hal buruk menimpa diri kita, maka kita tidak boleh menyalahkan siapapun kecuali diri kita sendiri.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!