Nasihat Islami: Belajar Hikmah Puasa dari Kupu-Kupu

0
1049

Puasa di bulan ramadhan sudah seharusnya menjadi momentum spesial untuk orang islam yang beriman dan mengharapkan rahmat dari Allah. Puasa bukan hanya sebuah waktu dimana kita menahan lapar dan dahaga sahaja. Namun, puasa di bulan Ramadhan haruslah menjadi sebuah perjalanan spiritual untuk lebih dekat kepada Allah serta menjadi pribadi yang lebih peka lagi pada kehidupan sosial. Namun sayang sekali, banyak diantara kita hanya menganggap bahwa puasa di bulan Ramadhan sebagai bentuk “aktifitas tahunan” yang harus kita lakukan setiap tahunnya. Dimana pada akhirnya setelah bulan suci ini berakhir, kita tidak mendapatkan hikmah apapun.

Seharusnya setelah bulan yang penuh rahmat ini berakhir dan kita menyongsong idul fitri dengan penuh berkah. Kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Seperti layaknya kupu-kupu yang telah melalui proses metamorfosis yang cukup panjang. Dari awalnya yang merupakan sosok menjijikkan pemakan daun-daun dan banyak dicela sebagai hama tanaman, setelah keluar dari kepompong dia memiliki sosok baru yang jauh lebih indah dari sebelumnya.

proses panjang puasa ulat hingga menjadi kupu-kupu

Ternyata tidak hanya kita sebagai manusia saja lho yang melakukan puasa. Ada beberapa hewan yang melakukan puasa dengan tidak makan atau minum dalam rentang waktu tertentu. Salah satunya yang paling familiar dalam kehidupan kita sehari-hari adalah ulat. Ada kalanya ketika ulat harus melalui satu fase dalam hidupnya, yakni bermetamorfosis dari ulat, menjadi kepompong hingga akhirany terbang bebas sebagai kupu-kupu.

Dalam proses perubahan ulat menjadi kepompong dan kemudian berganti sosok menjadi kupu-kupu inilah waktu dimana ulat harus berpuasa. Kira-kira durasi waktunya antara lima belas hingga dua puluh hari prosesnya. Ulat yang biasanya membuat resah para pemilik tanaman karena kerakusannya dalam memakan daun-daun, kini harus berhenti makan selama dua puluh hari. Setelah ulat berhasil melewati waktu panjang berpuasa tersebut. Dia akan berubah menjadi sosok indah yang dicintai banyak orang.

Puasa seorang mukmin di bulan Ramadhan haruslah seperti kupu-kupu

Banyak tausiyah dan nasihat agama dari banyak alim ulama yang mengatakan bahwa seharusnya puasa ramadhan seorang mukmin lebih mencontoh kepada proses metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu. Ulat yang diibaratkan sebagai makhluk yang dibenci dan banyak memiliki dosa dan kesalahan melalui puasa dengan banyak hikmah dan berkah dari Allah berubah menjadi sosok dengan jati diri yang berbeda. Dia menjadi figur yang memiliki keindahan dan kecantikan dalam dirinya. Dia tidak lagi merugikan orang lain karena dianggap hama tanaman. Bahkan dia memberikan manfaat dengan ikut menyerbukkan bunga.

Wahai sobat cahayaislam yang dicintai oleh Allah. Alangkah baiknya bulan Ramadhan yang penuh pahala dan kebaikan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mencapai manisnya keimanan. Kita harus bisa berubah menjadi pribadi yang lebih dekat lagi kepada Allah, menjadi diri yang selalu menebarkan kebaikan dan bisa terlihat cantik dimata Allah dan orang-orang disekitar kita. Cantik yang tidak hanya tampak dari luar saja, namun juga cantik yang ada didalam diri kita. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!