Motivasi Islam: Semangat Menuntut Ilmu ala Ibnu Abbas

0
5013

Jika kita sering membaca sejarah Islam, kita pasti tidak asing dengan Ibnu Abbas. Ia adalah keponakan Rasulullah yang dikenal menjadi guru agama. Namun, sebelum menjadi guru agama yang sukses, beliau memiliki kisah yang bisa membuat hati bergetar dalam semangatnya mencari ilmu. Ia mau belajar dari siapa saja tentang ilmu agama Islam agar bisa memahami Islam dengan menyeluruh serta bisa mengajarkannya kepada orang lain. Tentu saja ini bisa menjadi motivasi Islam yang sangat bagus.

Mengajak Sahabat Anshor untuk Menuntut Ilmu

Awalnya, Ibnu Abbas menemui sahabat Anshar untuk menemui sahabat Rasulullah yang masih hidup untuk belajar segala hal tentang agama. Motivasi belajar Islam ini sangat besar karena Rasulullah sudah lama meninggal dan takut Islam tidak bisa berkembang jika tidak ada yang mau belajar agama.

Namun, niat mulia dari Ibnu Abbas ini ternyata tidak disambut dengan baik dan berpikir bahwa orang-orang tidak akan berguru pada mereka karena masih ada sahabat-sahabat Rasulullah yang masih hidup dan orang lain pasti lebih memilih menemui mereka langsung. Motivasi Islam yang dimiliki Ibnu Abbas tidak begitu saja pudar dan tetap belajar Islam kepada sahabat-sahabat Rasulullah.

Kerendahan Hati dalam Menuntut Ilmu

Sobat Cahayaislam, banyak orang yang sering merasa sudah pintar meskipun ilmunya baru sedikit. Berbeda dengan Ibnu Abbas ini, meskipun sebagai keponakan Rasulullah, ia sama sekali tidak merasa sombong dan selalu rendah hati dalam menuntut ilmu. Hal ini sangat bagus untuk menjadi motivasi Islam dalam menuntut ilmu agama.

Sebagai contoh, pernah suatu ketika Ibnu Abbas datang ke seorang sahabat Rasulullah dan kebetulan sahabat tersebut masih tidur. Ibnu Abbas tak mau mengganggunya dan lebih memilih menunggu hingga sahabat tersebut bangun. Ia juga rela mendatangi rumah sahabat tersebut karena ia yang butuh berguru kepadanya.

Motivasi belajar agama Islam juga ditunjukkan oleh Ibnu Abbas bersama Zaid bin Tsabit. Ia belajar banyak hal dari Zaid, juru tulis wahyu Rasulullah. Suatu hari, Zaid menunggangi keledai dan Ibnu Abbas memegangi serta menuntun keledainya. Zaid pun menyuruh Ibnu Abbas untuk jangan menuntunnya karena merasa tidak enak kepada keponakan Rasulullah tersebut.

Di sini Ibnu Abbas sekali lagi menunjukkan kerendahan hatinya kepada siapapun terutama yang mengajari kita agama. Hal ini dilakukan karena motivasi Islam dari Ibnu Abbas sangat luar biasa untuk menuntut ilmu.

Dari Pencari Ilmu Menjadi Pengajar Ilmu

Setelah sekian lama menimba ilmu agama, Ibnu Abbas akhirnya menjadikan rumahnya sebagai tempat belajar agama Islam. Di rumahnya, Ibnu Abbas mengajar murid-muridnya sendiri, tanpa dibantu oleh orang lain. Ini menunjukkan betapa besar motivasi Islam yang telah melekat pada diri Ibnu Abbas.

Beliau menjadi guru yang mana banyak orang ingin belajar agama kepadanya. Setiap pertanyaan yang terlontar dari orang lain selalu dijawab dengan memuaskan seolah ingin membuktikan kepada sahabat Anshor bahwa belajar agama itu tidak sia-sia.

Hikmah yang Harus Kita Petik? 

Dari kisah Ibnu Abbas di atas, kita bisa mengambil banyak hikmah, terutama dalam menuntut ilmu. Sobat Cahayaislam, seberapa besar gairah kalian dalam menuntut ilmu? Di zaman yang sudah serba mudah ini, harusnya kita lebih mudah untuk menuntut ilmu, terutama ilmu agama Islam. Mudah-mudahan kisah ini bisa menjadi motivasi Islam bagi kita semua agar terus belajar dan belajar. Dalam sebuah hadits juga dikatakan:

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَىْ كُلِّ مُسْلِم

ٍ” Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim” [ H.R. Ibnu Majah ]

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!