Minuman Beralkohol dibuat RUU, Apa Pandangannya dari Teropong Hukum Islam?

0
100

Minuman Beralkohol –  Baru-baru ini menjadi perhatian lebih bagi pemerintah, sebenarnya permasalahan larangan minuman ini telah menjadi bahasan pada tahun 2015 lalu, namun mengalami penundaan.

Pada tahun 2020, baru muncul Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol yang diusulkan oleh 21 anggota DPR dari berbagai fraksi partai politik. RUU ini berisi 7 bab 24 pasal, yang intinya pengguna dan pengedar akan mendapatkan hukuman pidana, dengan pengecualian pada  pasal 18.

Minuman yang berdampak pada hal yang memabukkan sebisa mungkin dihindarkan. Kecuali, dalam kondisi terdesak seperti, kebutuhan dunia kesehatan yang membutuhkan campuran alkohol sekian persen untuk membantu proses pengobatan.

Sobat Cahaya Islam, berkaca dari agama Islam sendiri, minuman yang bisa berdampak memabukkan, lewat menimbang-nimbang kemanfaatannya dan bahayanya yang lebih banyak bahayanya bisa dikatakan tidak diperkenankan, sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 219.

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: “pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.” (QS. Al-Baqarah: 219)

Berdasarkan ayat di atas jelas, bila lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya muslim telah diperingatkan untuk menjauhinya. Lantas, bagaimana dengan alkohol yang tidak selamanya bersifat memabukkan dari pandangan agama Islam?

Hal tersebut meninjau bahwa tidak semua alkohol menurut para ulama diharamkan. Maka mati kita kaji lebih luas lagi pembahasan tentang ini.

Pandangan Islam tentang Larangan Minuman Beralkohol

Islam tentu mengajarkan kebaikan dan memberikan peringatan-peringatan pada hal yang dilarang. Tentu larangan atau keharaman dalam Islam bisa disangkutpautkan dengan dampaknya terhadap kehidupan manusia.

Salah satu contohnya,  Islam melarang umatnya makan daging babi dikarenakan babi mengandung banyak parasit dan cacing yang membahayakan kesehatan manusia. Begitu pun dengan keharaman riba yang bisa menyusahkan pihak orang yang meminjam.

Ada pun terkait minuman satu ini ada beberapa pendapat tokoh ulama yang membahasnya dengan pendapat yang berbeda-beda.

Pendapat Ulama terkait Larangan Minuman yang Mengandung Alkohol

Berikut sebagian penjelasan ulama, yang bisa muslim buat pertimbangan terkait hukum minuman ini.

  1. Sheikh Yusuf Qardhawi

Menurut ulama Qatar ini dalam fatwanya mengatakan bahwa minuman berenergi dan mengeluarkan fermentasi 0,5 halal diminum. Namun, harus dibawahi minuman itu didasarkan dari proses pembuatan, perlu ditelaah lagi dalam proses fermentasi itu mencampurkan alkohol atau tidak.

  1. Majelis Ulama Indonesia

Majelis Ulama Indonesia yang diwakili oleh Anwar Abas menyatakan bila minuman yang mengandung alkohol baik ditinjau dari agama dan ilmu kesehatan tidak baik. Sehingga, bisa dikatakan MUI mendukung RUU larangan minuman ini.

  1. KH Hasan Nuri Hidayatullah

Tokoh ulama yang kerap disapa Gus Hasan yang merupakan Ketua Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menyatakan bentuk apresiasi kepada pemerintah tentang larangan minuman yang mengandung alkohol.

Beliau menambahkan bila apresiasi itu dalam rangka melindungi warga dari kerusakan moral, dapat disimpulkan Gus Hasan berpendapat minuman ini tidak baik.

Secara kesehatan minuman yang mengandung alkohol bisa mengakibatkan beberapa efek kesehatan, antara lain.

  • tekanan darah meningkat,
  • mual dan muntah,
  • pandangan kabur,
  • gelisah saat tidur,
  • asam lambung meningkat,
  • jantung berdebar-debar, dan lain-lain.

Tiga pendapat ulama terkait larangan minuman beralkohol semoga bisa menambah wawasan sobat Cahaya Islam. Semoga dengan adanya penetapan RUU generasi muda Indonesia bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY