Menghindari Sikap Tamak Seperti Kisah Ummul Yatama

0
1024

Menghindari sikap tamak – Setiap manusia pasti memiliki keinginan untuk memiliki banyak hal. Contohnya saja yang paling dekat adalah kita semua ingin menjadi kaya, menjadi kecukupan dan terbebas secara finansial. Semua orang mendambakan hal tersebut, hingga bahkan rela menyesatkan dirinya pada lubang gelap yang hina jauh dari ajaran agama mereka. Namun tahukah anda, kebahagiaan sejati sebenarnya tidak bisa diukur dengan angka-angka? Sama seperti ketenangan jiwa dan rasa tenteram yang kita rasakan. Kekayaan hatilah yang sebenarnya harus kita prioritaskan terlebih dahulu dibanding kekayaan yang sarat dengan ketamakan dan rasa selalu kekurangan.

Ada satu kisah seorang wanita muslim yang hidup pada zaman Rasulullah SAW yang bernama Ummul Yatama. Beliau sering disebut-sebut sebagai sosok wanita yang kaya hatinya, karena merupakan satu diantara kaum Rasulullah yang banyak bersyukur dan tidak tamak. Salah satu ceritanya yang terkenal darinya adalah kisah tentang sebuah daging yang dikirimkan Abu Hurairah atas perintah Rasulullah kepadanya.

Ummul Yatama, janda miskin yang menolak daging pemberian Rasulullah

Kisah tentang nasihat menjauhi sikap tamak ini bermula ketika ada sebuah perjamuan yang diadakan oleh para sahabat dan Rasulullah dalam sebuah majelis. Perjamuan ini mengundang banyak tokoh-tokoh islam duduk bersama beberapa orang fakir miskin di Madinah untuk makan bersama. Acara tersebut berlangsung meriah dan dipenuhi berkah dengan banyak petuah-petuah Rasulullah dan nasihat-nasihat para sahabat tentang islam. Menjelang akhir dari acara tersebut datanglah seorang rojul dengan membawa sebuah bungkusan daging besar yang bertujuan untuk memberikan itu kepada Rasulullah untuk disajikan pada jamuan tersebut.

Karena acara tersebut sudah hampir paripurna, dan kebanyakan dari para fakir miskin dan Sahabat Rasulullah telah kenyang dengan makanan dalam acara tersebut, ditolaklah daging tersebut karena tidak ada yang ingin memakannya karena sudah kenyang. Namun rojul tersebut bersikeras untuk memberikannya kepada Rasulullah dan para sahabat. Rasulullah kemudian memutar otak, dan ingatlah beliau kepada Ummul Yatama. Satu wanita miskin yang tinggal bersama anak-anaknya yang pada waktu itu kebetulan tidak hadir dalam acara perjamuan tersebut.

Diperintahkanlah Abu Hurairah untuk menerima bungkusan daging tersebut dan mengantarkannya ke rumah Ummul Yatama agar dia dan anak-anaknya bisa menikmati daging tersebut. Tanpa menunggu lama, bertandanglah Abu Hurairah ke kediaman Ummul Yatama dan menyatakan niyatnya untuk memberikan bungkusan daging itu kepadanya atas utusan Rasulullah. Ummul Yatama kemudian menjawab “Alhamdulillah kami bersyukur atas kemurahan Allah dan Rasul atas pemberian ini, namun kami telah makan dan anak-anakku sudah berada ditempat tidur mereka” jawabnya dengan sopan.

Mendengar jawaban itu Abu Hurairah bersikeras untuk memberikan daging tersebut dengan mengatakan agar tetap menerimanya untuk dimakan Ummul Yatama dan anak-anaknya dipagi hari nanti. Ummul Yatama kemudian berkata “Wahai Ayah para kucing (sebutan Abi Hurairah), tidak ada yang bisa menjamin kami masih bisa membuka mata untuk menikmati daging ini diesok hari? – bawalah saja daging itu dan berikanlah kepada mereka fakir miskin lain yang belum makan” jawab Ummul Yatama dengan tegas.

Apa yang bisa dipetik dari cerita diatas?

Bayangkan saja bila anda dalam posisi Ummul Yatama tersebut. Mungkin sobat akan berpikir “wah lumayan nih buat besok pagi” (walaupun sudah kenyang). Namun Ummul Yatama tidak begitu. Ummul Yatama sudha merasa cukup dan peduli kepada sesama saudaranya yang fakir yang belum makan. Beliau tidak rakus dan tamak. Jadi, marilah kita belajar untuk menghindari sikap tamak dan lebih banyak bersyukur serta peduli kepada sesama kita. Jadikan kisah ini sebagai pelajaran tentang hal itu. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita untuk Menghindari Sikap Tamak ya. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!