Hindari hal-hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan

0
642

Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan, dan apabila meninggalkan sehari saja tanpa udzur, maka tidak bisa diganti bahkan dengan puasa satu tahun. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan ini ditegaskan oleh Allah dalam ayat berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelum kamu sekalian agar kamu sekalian bertaqwa.” (Q.S. Al Baqarah: 183).
Agar benar-benar mendapatkan barokahnya amalan puasa di bulan Ramadhan, maka tim Cahayaislam mencoba mengajak kepada saudara muslim semuanya, untuk mengingat pentingnya menjaga amalan serta menghindari hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan, di antaranya:
Berpuasa dengan niat selain karena Allah
Sahabat sekalian, kita ketahui bahwa Allah membalas suatu amalan hamba bergantung dengan niat yang ada dalam hatinya (innamal a’malu binniyah), maka dari itulah kita supaya benar-benar menjaga niat kita berpuasa untuk mencari ridho Allah dan takut akan siksa Allah. Berpuasa dengan niat lain, misalkan hanya agar dinilai sholih/sholihah, agar dilihat orang, atau hanya sekedar ikut-ikutan, tidak hanya menjadikan hal yang membatalkan puasa Ramadhan kita, tetapi juga menjadi alasan bagi Allah untuk tidak menerima puasa kita. Otomatis kita hanya akan mendapatkan lapar dan haus saja, dan bahkan hal tersebut dapat mendatangkan dosa bagi kita. Rugi bukan?
Mengerjakan amalan-amalan yang tidak sesuai syariat

Rasulullah SAW bersabda: “…takutlah kalian pada bulan Ramadhan, maka sesungguhnya kebaikan dilipat-gandakan pada bulan Ramadhan tidak seperti dalam bulan-bulan lainnya, begitu juga kejelekan (juga dilipat-gandakan)”. (HR Thabrani)
Sobat , sering kita jumpai budaya-budaya di sekitar kita banyak disatupadukan dengan ibadah-ibadah dalam bulan Ramadhan. Namun, sangatlah penting bagi kita untuk ingat bahwa hal-hal yang tidak sesuai syariat, jika itu diamalkan walaupun dengan niat yang baik, maka itu termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan, misalnya nyekar kuburan dan megengan. Ramadhan adalah kesempatan untuk bertaubat dan mensucikan diri dari segala kesalahan, maka sudah sewajarnyalah kita harus memurnikan setiap amalan, khususnya di bulan tersebut. Jangan sampai kita mengerjakan kejelekan yang dapat mendatangkan dosa berlipat bagi kita.
Makan dan minum dengan sengaja dan tanpa udzur di siang hari
Di dalam bulan Ramadhan, kita diperintahkan untuk menahan lapar dan haus dimulai sejak waktu fajr hingga Maghrib, dan setelah itu diperbolehkan berbuka. Membatalkan puasa dengan sengaja dan tanpa udzur barang sehari saja, tidak akan bisa diganti dengan puasa setahun berturut-turut. Maka sobat sekalian, hal ini sangat penting untuk kita perhatikan. Hanyalah beberapa golongan yang Allah beri kemurahan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan, yaitu:
1. Laki-laki atau perempuan tua renta yang sudah tidak kuat lagi berpuasa, bisa mengganti dengan membayar fidyah, memberi makan satu orang miskin tiap hari. Sedangkan orang tua yang masih kuat berpuasa tetap wajib tidak boleh meninggalkan puasa.
2. Orang sakit pria atau wanita yang tidak mungkin diharapkan kesembuhannya, bisa mengganti dengan membayar fidyah, memberi makan satu orang miskin tiap hari.
3. Ibu-ibu hamil atau menyusui yang mengkhawatirkan keselamatan bayinya, boleh tidak berpuasa namun wajib mengganti puasa di hari lain. Sedangkan wanita hamil atau menyusui bayi yang sehat, kuat dan gizinya tercukupi tetap wajib berpuasa.
4. Para musafir yang bepergian sejauh perjalanan 1 hari atau kurang lebih 90 (sembilan puluh) kilometer, boleh tidak berpuasa namun wajib menggantinya di luar Ramadhan.
5. Orang gila atau pikun selamanya, bebas dari kewajiban puasa Ramadhan dan tidak wajib membayarnya di kemudian hari.
Menjima’ istri di siang hari
Sahabat sekalian, menahan nafsu di bulan Ramadhan adalah kewajiban, salah satunya adalah syahwat. Maka dari itu, berhubungan badan suami istri di siang hari merupakan salah satu hal yang membatalkan puasa Ramadhan, dan karenanya harus benar-benar dihindari. Jika sampai terjadi, menurut sabda Nabi dalam Hadits Shohih Muslim, ada beberapa hal yang wajib dikerjakan oleh suami dan istri, yaitu:
1. Tetap wajib melanjutkan puasanya sampai maghrib
2. Membayar kafaroh memerdekakan seorang budak, atau berpuasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan kepada 60 orang miskin.
Nah, demikianlah perkara yang membatalkan puasa seorang muslim. Selain yang tertulis di atas, perkara khusus yang membatalkan puasa bagi wanita adalah menstruasi atau datang bulan. Untuk hal satu ini memang tidak dapat dihindari, namun para muslimah tidak perlu bersedih, karena masih banyak amalan lain yang dapat mendatangkan pahala besar di bulan Ramadhan, seperti shodaqoh, zakat, dzikir, mendengarkan orang yang membaca Al Quran, dan lain sebagainya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!