MBA (Married by Accident) dalam Kajian Islam

0
3086

Kajian islam tentang MBA – Sahabat cahayaislam yang dimuliakan oleh Allah. Kita harus senantiasa memanjatkan doa-doa perlindungan kepada Allah. Perlindungan dari mara bahaya serta perlindungan agar dijauhkan dari sikap-sikap dosa. Sikap yang bisa menjauhkan kita dari kenikmatan surga.

Dunia yang semakin tua ini agaknya telah banyak menunjukkan tanda-tanda sekaratnya. Kerusakan-kerusakan dimana-mana dan banyak fitnah tersebar kesegala penjurunya. Banyak tanda-tanda kiyamat yang mulai merebak keberbagai layer kehidupan. (kami sudah mengulas beberapa hal itu disini). Salah satu tanda yang khas adalah perzinaan yang merajalela.

Banyak kita temui berita-berita disekeliling kita tentang pelanggaran had ini. Sampai-sampai ada istilah MBA. MBA yang kami maksud disini bukanlah sebuah gelar akademis yang ditunjukkan untuk mereka para Magister bisnis administrasi. Namun singkatan MBA ini oleh banyak orang dipelesetkan sebagai istilah untuk orang yang menikah karena hamil diluar nikah. MBA yang ini merupakan singkatan dari istilah bahasa inggris Married by Accident yang berarti menikah karena kecelakaan. Lalu bagaimana pandangan dan kajian islam menyangkut hal ini? cek detailnya deh:

Ancaman hukum berzina selamanya?! 

Dalam satu hadits yang oleh banyak para ulama hukumi Shahih ibnu Mas’ud RA berkata dalam suatu hadits:

إِذَا زَنَى الرَّجُلُ بِالْمَرْأَةِ ثُمَّ نَكَحَهَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُمَا زَانِيَانِ أَبَدًا

Ketika berzina seorang rojul dengan seorang wanita, kemudian mereka menikah setelahnya, maka bagi mereka adalah “berzina selamanya”

Dari hadits tersebut kita bisa menelaah bahwa mereka yang terpaksa menikah karena telah terjadi perzinaan sebelumnya akan dihukumi dengan label pezina selamanya. Pasangan yang menikah setelah berzina karena harus bertanggung jawab pada jabang bayi yang tercipta karena perbuatannya itu menurut islam tidak diperkenankan.

Banyak para alim ulama mengatakan klausul dari hukum ini adalah karena (1) pernikahan yang terjadi tidak berlandaskan agama/ karena Allah , (2) Pernikahan yang terjadi dilaksanakan bukan untuk menyempurnakan agama atau menjaga kehormatan. Pernikahan MBA ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena sudah terlanjur terjadi dan harus bertanggung jawab.

Waduh, lalu bagaimana dong? bukankah bila orang tersebut tidak menikahi wanita yang telah dizinahinya maka akan dianggap sebagai orang yang tidak bertanggung-jawab? adakah cara agar tidak terkena hukum tersebut? – tenang, tim Cahayaislam telah bertanya kepada beberapa alim ulama tentang hal ini.

Bertaubat dengan menanggung Khafaroh dengan ikhlas dan ta’at

Menikahi seseorang yang telah terlanjur hamil di Indonesia dan beberapa negara lain memang (sayangnya) sudah merupakan norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakatnya. Tentu hal yang paling baik adalah anda menjauhi perbuatan zina sejauh-jauhnya agar tidak terjadi.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan jangan Engkau dekat-dekat pada perbuatan zina, sungguh itu merupakan hal fasik dan sejelek-jeleknya jalan

Namun bila ternyata shaitan menang dan berhasil menjerumuskan anda dalam hal ini (naudzubillahimindzalik). Maka, hal yang perlu anda lakukan adalah bertaubat dan meminta ampun kepada Allah. Bertaubat disini bukan hanya sekedar mengucapkan istighfar atau shalat taubat saja. Berzina memiliki konsekuensi dan kafaroh berat yang harus dijalani.

وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ حِطَّانَ، بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيِّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ خُذُوا عَنِّي خُذُوا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلاً الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْىُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

Rasulullah ﷺ bersabda: Terimalah ajaranku! (3x) – Allah telah mentasbihkan hukum bagi mereka. Ketika lelaki (belum menikah) menzinai wanita (yang belum menikah). Maka mereka harus menerima 100 cambukan/pukulan serta pengasingan selama satu tahun penuh. Sedangkan bagi mereka yang sudah menikah dan melakukan zina, maka mereka harus mendapatkan 100 cambukan dan jild (dilempari batu) sampai mati.

Pertanyaannya adalah apakah dalam lingkup sosial kita, hukum dan ketentuan taubat seorang pezina tersebut bisa diaplikasikan? Nah, kajian islam tentang hal itu meninggalkan banyak sekali pertanyaan retoris yang oleh banyak tokoh masyarakat dan pemuka agama tidak sanggup untuk diungkapkan.

Nah, sahabat cahayaislam, dengan mengetahui kajian islam betapa berat konsekuensi hukum yang akan membebani orang yang berzina tersebut, alangkah mulia bila kita bisa lebih dekat dengan Allah dan menjauhi hal-hal tersebut. Tentu kita tidak ingin mendapatkan cap sebagai pezina selamanya kan?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!