Kisah Turunnya Wahyu Pertama Nabi Muhamad Saw

0
2426
Wahyu Pertama Nabi Muhamad Saw

Cerita IslamiKetika nabi muhammad di tunjuk oleh Allah sebagai seorang rasul, malaikat jibril mendatangi rasulullah untuk menyampaikan wahyu pertamanya. Pada awalnya nabi sedang berada di goa hiro dan malaikat jibril mendatangi beliau. Sebagai manusia biasa tentu nabi muhammad merasa ketakutan hingga tubuhnya begitu lemas dan terasa dingin.

Karena saking takutnya, beliau pulang ke rumah dan kemudian berbaring di tempat tidurnya lalu meminta istrinya khotijah untuk mengambilkan selimut. Saat nabi muhammad berselimut maka malaikat jibril pun datang kembali namun dengan bentuk yang berbeda. Malaikat datang dengan wujud manusia.

Nabi masih merasa takut namun malaikat jibril menjelaskan jika suara yang terdengar dalam goa adalah suaranya yang telah Allah SWT perintahkan untuk menyampaikan wahyu. Kejadian ini menjadi ceramah agama sebagai kisah turunnya wahyu pertama nabi muhamad SAW.

Kisah Turunnya Wahyu Pertama Nabi Muhamad SAW

Kejadian saat turunnya wahyu pertama nabi muhamad saw bermula ketika beliau kedatangan malaikat yang mengatakan “bacalah!” Rasulullah saw menjawab, “aku tidak bisa membaca”. Kata rasulullah saw: “lalu malaikat itu memelukku keras-keras sehingga nafasku terasa sesak, kemudian dia melepaskanku, lalu dia katakan lagi, “bacalah!” Aku menjawab “aku tidak bisa membaca”. Dia memelukku lagi lagi (kedua kalinya) dengan keras sehingga nafasku terasa sesak, lalu dia melepaskanku, kemudian dia membacakan,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

“bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah yang maha pemurah”, QS. Al-alaq: 1-3 [1]

Kemudian rasulullah saw. Pulang membawa wahyu dengan hati yang penuh ketakutan. Beliau menemui khadijah binti khuwaylid ra. Kata beliau, “selimutilah aku! Selimutilah aku” maka keluarga nabi Muhamad SAW Menyelimuti beliau sehingga rasa takut beliau hilang. Beliau ceritakan kepada khadijah peristiwa yang telah beliau alami.

Kata beliau, “aku takut akan terjadi sesuatu pada diriku”. Khadijah menjawab. “demi allah, tidak akan terjadi apa-apa. Allah tidak akan membuatmu hina, karena engkau selalu menyambung sanak kerabat, menolong fakir miskin, menghormati tamu dan membantu orang-orang yang tertimpa musibah”.

Kisah Turunnya Wahyu Pertama Nabi Muhammad SAW

Maka Khadijah berkata: “Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selamanya, karena engkau adalah orang yang menyambung silaturrahim.”

Khadijah kemudian mengajak Beliau untuk bertemu dengan Waroqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul ‘Uzza, putra paman Khadijah, yang beragama Nasrani di masa Jahiliyyah, dia juga menulis buku dalam bahasa Ibrani, juga menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah. Saat itu Waroqoh sudah tua dan matanya buta. Khadijah berkata: “Wahai putra pamanku, dengarkanlah apa yang akan di sampaikan oleh putra saudaramu ini”.

Waroqoh berkata: “Wahai putra saudaraku, apa yang sudah kamu alami”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuturkan peristiwa yang telah beliau alami. Waroqoh berkata: “Ini adalah Namus, seperti yang pernah Allah turunkan kepada Musa. Duhai seandainya aku masih muda dan aku masih hidup saat kamu nanti di usir oleh kaummu”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Apakah aku akan di usir mereka?” Waroqoh menjawab: “Iya. Karena tidak ada satu orang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa ini kecuali akan di sakiti (di musuhi). Seandainya aku ada saat kejadian itu, pasti aku akan menolongmu dengan sekemampuanku”. Waroqoh tidak mengalami peristiwa yang di yakininya tersebut karena lebih dahulu meninggal dunia pada masa fatroh (kekosongan) wahyu…. [2]

Tafsir Hadits di atas

Dalam kajian islam ayat di atas malaikat jibril mengajarkan agar nabi muhammad membaca. Membaca dalam artian belajar dan memahami banyak hal tentang apa yang ada di dunia ini dan apa yang akan terjadi di akhirat nanti. Rasulullah memiliki tugas yang sangat berat yakni untuk menyampaikan wahyu Allah yang di sampaikan melalui malaikat jibril.

Dalam ayat tersebut, allah juga hendak memberikan pesan kepada umat manusia agar membaca dan memahami apa yang diajarkan oleh islam karena ketika akal manusia berkembang dan dimanfaatkan dengan baik terutama dalam ajaran islam maka akan selamat baik di dunia maupun di akhirat. Turunnya wahyu pertama nabi muhamad saw bisa menjadi kisah yang banyak bisa diambil pelajaran darinya. Dalam ceramah agama sering disindir manusia yang enggan belajar dan memahami apa yang diajarkan oleh agama akan rawan tersesat dan salah dalam memilih jalan.

Hal Apa yang Bisa kita ambil dari kisah ini?

Kisah kajian islam tentang turunnya wahyu pertama nabi muhammad saw ini sangatlah menarik karena terdapat betapa rasulullah sangatlah ketakutan saat malaikat jibril datang menghampirinya. Hal ini menunjukkan jika nabi muhammad juga manusia sehingga akan lebih mudah untuk dijadikan teladan oleh manusia yang lainnya.

Sebaik baik suri tauladan adalah apa yang di miliki oleh rasulullah. Manusia tentu memiliki rasa takut, memiliki amarah, memiliki nafsu, dan berbagai macam sifat lainnya. Sifat ini juga di miliki oleh nabi muhammad namun rasulullah sudah mencontohkan bagaimana cara bersikap yang baik dan bagaimana cara melawan nafsu agar nafsu bisa di kalahkan.

Ketika manusia bisa meneladani sifat dari rasulullah meskipun tidak dapat menyamainya maka hal ini akan meningkatkan ketaatan. Setelah rasulullah menerima wahyu pertamanya, dia menyampaikan wahyu tersebut kepada istrinya dan ibu siti khotijah sangat mempercayai suaminya dan dia adalah perempuan pertama yang masuk islam.

Selanjutnya, nabi menyampaikan wahyu tersebut kepada sahabat sahabat terdekatnya dan memulai dari turunnya wahyu pertama nabi Muhammad SAW itulah islam kini menjadi agama yang di peluk oleh sebagian besar dari masyarakat di dunia.

Dari kisah kajian islam mengenai Wahyu Pertama Nabi Muhamad Saw, kita bisa belajar banyak mengenai bagaimana perasaan seorang nabi yang notabene seorang manusia dan bagaimana perlakukan seorang istri kepada suaminya. Apa yang di jalani oleh rasulullah tidak dapat di bantah lagi kesempurnaan akhlaknya.

Jika manusia dapat meneladani sifat rasul dengan baik tentu akan sangat mudah bagi allah untuk mengangkat derajatnya. Sahabat cahaya islam, beruntungnya kita sebagai manusia yang sudah jelas menyembah allah dan berpegang kepada agama islam. Tidak ada keraguan di dalam ajaran islam karena setelah beribu ribu tahun agama ini semakin kokoh dan juga semakin banyak bukti kebesaran allah yang nampak kepada kita.


Catatan Kaki

[1] QS. Al-alaq 1-3

[2] HR. Bukhari 3 (shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY