Kisah Sahabat Rasulullah Muadz bin Jabbal: Hidup Berdasarkan Hukum Halal-Haram

0
1987

Dalam artikel tim Cahayaislam yang lalu, kami telah sedikit membawakan kisah inspiratif salah satu sahabat Rasulullah yang merupakan saudagar kaya raya, Abdurrahman bin Auf yang selalu yakin bahwa Allah itu menggelar rizki kepada hambanya yang beriman dan beramal shalih (disini). Nah kali ini, tim Cahayaislam akan memberikan kisah inspiratif lainnya yang juga dari salah satu sahabat Rasulullah yang memiliki kekayaan yaitu Muadz bin Jabbal. Kisah sahabat Rasulullah Muadz bin Jabbal ini insha Allah akan membuka pintu hati kita untuk mencontoh hidup lebih mutawarik dengan mengikuti hukum halal dan haram yang telah ditentukan Allah dan Rasul.

Kisah Keridhoan Muadz bin Jabbal Membagi dua Hartanya karena rasa khawatir

Kisah sahabat Rasulullah Muadz bin Jabbal yang menginspirasi kehidupan berdasarkan halal dan haram ini diceritakan pada masa kepemerintahan Abu Bakar Ash Siddiq. Ketika itu banyak para tokoh-tokoh islam yang tenar menggunakan kejayaan islam untuk menumpuk harta kekayaan. Hal ini oleh Sahabat Umar bin Khattab menjadi satu hal yang ia khawatirkan. Beliau khawatir tentang halal-haramnya kekayaan-kekayaan mereka tersebut, Sehingga meminta sebuah ketetapan dari Abu Bakar untuk mendatangi orang-orang kaya dan membagi dua harta mereka untuk kepentingan sabilillah dan kemajuan islam.

Singkat cerita bertandanglah Beliau, Umar bin Khattab menemui para orang-orang kaya dari tokoh-tokoh islam pada waktu itu, dan ternyata banyak dari orang-orang tersebut berhujjah (beralasan) atau malah menolak permintaan sahabat Umar bin Khattab tersebut. Padahal Umar bin Khattab khawatir tentang kehalalan kekayaan mereka, dan berniat menggunakannya untuk kepentingan islam. Sampai kemudian sampailah beliau pada kediaman Muadz bin Jabbal, yang pada saat itu termasuk dari golongan orang yang kaya.

Lain halnya dengan para tokoh-tokoh yang menyalah gunakan kejayaan islam untuk memperkaya diri. Menurut sejarahnya, Muadz bin Jabbal pada zaman Rasulullah sudah diutus untuk melakukan dakwah islam didaerah zaman. Ketika tinggal dan menyebarkan islam di Yaman, beliau mendapatkan anugerah kekayaan dari Allah SWT lewat berdagang. Ketika Umar bin Khattab datang dirumah Muadz, beliau langsung dipersilakan masuk dan dijamu. Umar bin Khattab kemudian menyampaikan keperluannya yaitu ingin membagi dua harta kekayaan orang-orang kaya untuk sabilillah karena rasa khawatir akan kehalal-haramannya. Mereka berdua berdiskusi cukup lama, hingga kemudian Muadz bin Jabbal meminta waktu satu malam untuk memikirkannya.

Umar bin Khattab sempat kecewa karena banyak yang menolak proposal darinya, termasuk Muadz bin Jabbal. Namun keesokan harinya, Umar bin Khattab melihat sahabat Muadz bin Jabbal sedang duduk diteras rumah Umar dengan membawa banyak kantung yang berisi harta benda yang sangat banyak. Muadz bin Jabbal kemudian berkata “sesungguhnya tadi malam aku bermimpi bahwa aku dikelilingi banyak air hingga aku hampir tenggelam, lalu kemudian Engkau datang menyelamatkanku wahai Umar”

Beliau khawatir bahwa air yang hampir menenggelamkan dirinya dalam mimpinya itu adalah harta bendanya. Beliau khawatir apakah ada sesuatu harta yang haram yang secara tidak sengaja dia miliki, dan kemudian memutuskan untuk memberikan sebagian hartanya dijalan Allah. Umar bin Khatab kemudian meneteskan air mata dan memeluk erat Muadz bin Jabbal karena keta’atannya dan keikhlasannya.

Apa yang bisa kita petik dari kisah Muadz bin Jabbal diatas?

Tentunya kita harus bisa mengambil hikmah dari kisah sahabat Rasulullah Muadz bin Jabbal diatas. Kita harus selalu mutawarik dan berhati-hati ketika menyangkut halal dan haram. Karena seperti yang banyak diterangkan dalam hadits bahwasanya benda yang haram tidak akan bisa masuk kedalam surga. Contoh kehidupan sahabat nabi yang satu ini, dan marilah kita bersama lebih bisa menerapkan hidup dan mencari rezeki dari Allah berdasarkan hukum halal dan haram secara tepat. Semoga meninspirasi ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!