Khusnudzon billah Tidak Hanya dari dalam Hati, Namun Juga dari Perkataan Kita

0
1108

Apa yang bisa sobat cahayaislam katakan ketika ada pertanyaan: sebenarnya apa sih khusnudzon billah (berprasangka baik kepada Allah) itu? Bagaimana cara melakukannya? – Kebanyakan dari kita pasti akan sekedar memberikan definisi yang sering dijelaskan secara umum bahwa Khusnudzon billah sama artinya dengan berpikiran positif pada segala hal, bahkan pada yang negatif sekalipun. Serta percaya bahwa itu merupakan ketentuan dari Allah yang terbaik untuk kita.

Prasangka baik disini sering diartikan sebagai perbuatan dalam konsep batiniyah. Kita percaya bahwa kita bisa berprasangka baik kepada Allah melalui pikiran dan hati kita. Namun definisi tersebut masihlah sangat sempit. Kita tidak hanya perlu membiasakan diri untuk khusnudzon billah dengan pikiran atau hati saja. Namun, kita juga perlu melakukan dan menampakkan hal itu dari perkataan kita.

Penjelasan Rasulullah tentang Al – Fa’l

Beberapa alim ulama yang telah tim Cahyaislam temui dan tanyakan tentang hal ini banyak menyatakan bahwa membiasakan khusnudzon billah lewat perbuatan disebut sebagai Al-Fa’l atau Tafa’ul. Dalam beberapa hadits, Rasulullah sendiri pernah menjelaskan tentang hal ini. Salah satunya adalah yang tertera dari Hadits riwayat Bukhari dalam kitab obat nomor 5755:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لاَ طِيَرَةَ، وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ ‏”‏‏.‏ قَالَ وَمَا الْفَأْلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏”‏ الْكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ

Rasulullah SAW bersabda: tidak ada yang namanya kesialan dan pertanda yang paling baik adalah Al-Fa’l. Seseorang kemudian bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, sebenarnya apa itu Al Fa’l? –  Kemudian Rasulullah menjawab : Al-Fa’l adalah perkataan yang bagus yang kalian dengar (dan ambil sebagai pertanda baik).

Menurut beberapa ulama, hadits diatas memberikan satu korelasi yang sangat kuat dengan perwujudan sikap khusnudzon billah dalam perilaku sehari-hari. Allah menyukai hambanya karena kata-kata baik yang keluar dari dirinya. Bahkan ketika kita melihat sesuatu yang buruk terjadi. Kata-kata yang harus muncul dari mulut kita adalah kata-kata baik yang pada intinya percaya bahwa hal itu merupakan ketentuan dari Allah.

Mempraktikkan hal ini di kehidupan modern

Dalam ranah kehidupan modern dimana segala informasi bisa kita dapatkan dengan mudah dan praktis. Kita seharusnya lebih bisa membiasakan Al- Fa’l. Kita hidup dizaman dimana opini dan pemikiran kita bisa dikemukakkan secara bebas, baik itu lewat sosial media ataupun yang lain. Nah, disinilah kita harus mulai mawas diri akan hal ini.

K.H Shobirun Ahkam yang merupakan guru besar Pondok Mulya Abadi Yogyakarta memberikan contoh ketika kita menulis status di sosial media. Misalnya seseorang ingin memposting sebuah status di sosial media tentang kehidupannya. Akan lebih baik dia memposting sesuatu yang positif seperti “Sehabis gelap, terbitlah terang, percaya Allah akan menunjukkan jalan yang lebih mudah” daripada menulis status “Suram nih hidup saya sekarang!”

Nah, itulah kira-kira sedikit penjelasan tentang khusnudzon billah lewat ucapan kita. Tentu ada banyak sekali aturan yang dijelaskan baik oleh Allah maupun Rasulullah tentang adab berbicara itu sendiri. Contohnya dalam artikel kami sebelumnya (disini). Semoga bisa menjadi nasihat untuk kita semua ya. Amiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!