(Kajian Islam Tentang Sumpah Palsu) Jenis, Ancaman, dan Konsekuensinya!

0
1258

Mungkin ada sedikit kecemasan di benak sobat Cahayaislam ketika membaca judul artikel kajian islam ini. “waduh! Jangan-jangan kita juga secara tidak sengaja sudah melakukannya?” Kali ini tim Cahayaislam akan mencoba mengulik tentang sumpah palsu untuk menyegarkan dahaga pertanyaan sobat tentang apa saja yang dikategorikan sebagai sumpah palsu itu dan apa ancaman beserta konsekuensinya?

Jenis-jenis dan tipikal sumpah menurut para ulama

Yang pertama ialah yang disebut dengan Yamin al-Laghwi yaitu, bersumpah dengan menggunakan nama Allah namun tidak dimaksudkan untuk bersumpah, seperti kebiasaan orang Indonesia, contohnya: “Demi Allah kajian islam ini bagus sekali”. ‘Demi Allah’ disini hanya bermaksud memberi penekanan kepada lawan bicara.

Yang kedua yaitu Yamin  al-Mun’aqidah yaitu bersumpah dengan nama Allah dengan maksud memang untuk bersumpah dengan ketentuan syara’, dan jika ia melanggar ia wajib membayar kaffarat (denda yang harus dibayar karena melanggar larangan Allah atau melanggar janji).

Yang ketiga ialah Yamin al-Gumus, sumpah yang berisi dengan kepalsuan dan kedustaan untuk menjadikan haram sesuatu yang halal atau menjadikan halal sesuatu yang haram. Orang-orang yang melakukan sumpah ini jelas bukanlah orang yang dapat dipercaya biasanya mereka hanya mementingkan pribadinya sendiri dan golongan demi keuntungan materi semata.

Banyaknya sumpah palsu di Indonesia? 

Mari kita coba merelasikan antara kajian islam tentang sumpah (qasam) ini dengan beberapa keadaan di Indonesia. Dengan banyaknya pemimpin di Indonesia dengan luapan-luapan janji atau sumpahnya yang dulu diucapkan sebelum menduduki jabatan yang diinginkan, apakah semua ‘beliau’ wujudkan???

Bukan hanya itu, ketika mereka telah sampai di pengadilan karena berbagai kasus yang ia hadapi dengan meraup segala keuntungan dibalik kasus-kasusnya itu, orang-orang yang kita sebut ‘beliau’ ini masih berani menyatakan ‘ketidakbersalahannya’ dengan mengucap nama Allah, innalillahiwainailaihirajiun.

Dalam kajian islam kali ini kita akan melihat apa saja ancaman yang diberikan kepada orang-orang yang memberikan sumpahnya yang mendzolimi banyak orang itu. Kenapa saya sebut mendzolimi banyak orang karena memang kenyataannya seperti itu apabila dalam suatu persidangan seseorang melakukan sumpah palsu atas kejahatan yang telah ia perbuat kemudian hakim membenarkan sumpah tersebut hingga ia dibebaskan apa tidak ada kemungkinan bahwa orang tersebut akan mengulangi tindakannya.

Kemudian bagi para wakil-wakil rakyat yang di awal telah saya sebut sebagai ‘beliau’ mengapa dia dianggap mendzolimi juga karena para wakil yang terpilih ini yang seharusnya menepati janjinya telah menghapus janji-janji itu dari otaknya dan membiarkan masyarakat hanya berharap-harap cemas padanya, padahal seharusnya masyarakat bisa mendapat haknya ketika mereka mendapat pemimpin yang jujur dan amanah.

Tindakan sumpah palsu (Yamin al-Gumus) ini termasuk dalam kategori dosa besar,  telah banyak disebutkan dalam berbagai kajian islam bahwa Rasulullah SAW bersabda dalam tiga hadits berikut:

  1. “(Di antara) dosa-dosa besar ialah menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh orang, dan sumpah palsu” (HR Bukhari)
  2. “Barangsiapa bersumpah, dan dia berdusta dalam sumpah itu, untuk memakan harta seorang Muslim, maka dia pasti bertemu dengan Allah (pada hari kiamat nanti) dalam keadaan murka” (HR. Muttafaq alaihi)
  3. “Tiada melangkah kedua kaki saksi palsu pada hari kiamat nati, sampai api neraka membakarnya” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

Tidak hanya dalam hukum kajian islam, hukum di Indonesia juga telah mengatur perkara ini. Memberikan keterangan Sumpah Palsu di bawah sumpah atau yang biasa disebut delik Sumpah Palsu/Keterangan Palsu, diatur dalam Pasal 242 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (“KUHP”), khususnya ayat 1 dan 2, yang berbunyi:

Ayat 1

“Barangsiapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan ataupun tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.”

Ayat 2

“Jika keterangan palsu di atas sumpah diberikan dalam perkara pidana dan merugikan terdakwa atau tersangka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”

Namun sayang dengan banyaknya ancaman kepada para pelaku sumpah palsu ini tidak menjadikan pelakunya berkurang. Kita sebagai umat muslim, apalagi yang sering mengunjungi situs kajian islam seharusnya senantiasa saling mengingatkan kepada yang benar dari hal-hal yang kita anggap kecil.

Yah seperti mengatakan ‘Demi Allah’ di segala tempat di segala kondisi dan kalimat thayyibah ‘insyaallah’ yang sering kita remehkan dalam penggunaannya, secara literat memang benar artinya “Jika Allah menghendaki” namun jika kita pahami sesungguhnya ini adalah janji kita kepada Allah karena Allah juga tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika mereka tidak berusaha mengubahnya.

Inilah secuwil keadaan bangsa Indonesia dalam kajian islam tentang sumpah palsu yang semoga dapat kita jadikan refleksi agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!