Jangan Salah Niyat! (Kisah Islami Tentang Niat karena Allah)

0
5984

Kebanyakan sobat Cahayaislam pastinya sudah sangat familiar dengan quote tentang jangan melihat orang dari luarnya saja, atau dalam versi inggris don’t judge a book from its cover. Hal ini memberikan suatu nasihat bijak, bahwasanya segala sesuatu tidak boleh hanya dilihat dari tampak luarnya saja, melainkan anda harus bisa menggali lebih dalam. Orang yang tampak bahagia diluar bisa jadi menderita dari dalam, begitu juga sebaliknya orang yang tampak kasihan belum pasti juga dia menderita dari dalam hatinya. Orang yang terlihat kaya, bukan berarti juga mereka kaya dari dalam hatinya, begitu pula orang yang miskin, tidak pasti juga dia tidak kaya dalam hatinya.

Lalu apa hubungannya dengan niat karena Allah yang tim Cahayaislam akan bahas dalam artikel ini? Nah, niyat merupakan bagian yang tidak tampak, atau lebih tepatnya pekerjaan qalbu. Kami akan menceritakan satu nukilan hadits muslim 1905, yang menceritakan kisah 3 orang yang (di mata orang banyak) merupakan orang alim, namun mereka diseret kedalam pedihnya api neraka.

Dalam hadits Muslim diceritakan, Rasulullah pernah bercerita kepada para sahabat ketika beliau sedang dalam suatu majelis dan berbincang-bincang bersama. Beliau menceritakan bahwasanya besok dihari kiyamat akan ada 3 orang yang didatangkan kehadapan Allah SWT. 3 orang tersebut adalah (1) Seorang Hafidz Al-Qur’an (2) Mujahiddin yang mati dalam perang, dan (3) Seseorang yang Kaya raya.

Seorang Ahli Agama yang gagal masuk Surga karena tidak meluruskan niat karena Allah

Singkat cerita ketiga orang itu kemudian dihadapkan kepada Allah rojul yang hafidz adalah orang yang merupakan ahli Al-Qur’an yang dikatakan dan diketahui banyak orang sebagai orang ahli ilmu yang selalu haus akan ilmu. Tak hanya itu, dia juga gemar mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Mujahiddin itu adalah seorang rojul yang selalu bersemangat dan berpartisipasi dalam peperangan untuk menegakkan agama. Dan orang ketiga yang merupakan seorang agniya’ adalah orang yang selalu berada digaris depan dalam membela agama Allah dengan pundi-pundi harta yang dimilikinya, dia banyak bershodaqoh dan memberikan derma kepada sesamanya (setidaknya begitu yang terlihat dimata orang-orang disekitarnya pada saat dia hidup dulu).

Setelah itu Allah bertanya kepada mereka bertiga: Wahai rojul, ceritakanlah apa yang selama hidupmu engkau lakukan? Lalu ketiga orang tersebut berkata bahwasanya mereka adalah orang-orang alim yang patuh serta melakukan banyak amal untuk agama mereka. Rojul pertama mengatakan bahwa dia adalah orang yang senantiasa belajar dan mengajarkan ilmu dari kitab suci kepada orang lain selama hidupnya. Orang kedua berkata bahwa dia selalu berperang fii sabilillah hingga dirinya terbunuh dalam perang. Dan orang ketiga berkata bahwa dia membelanjakan hartanya dijalan Allah sepanjang hidupnya.

Setelah mendengar hal itu Allah dengan tegas berkata dengan lantang: Kalian Pendusta!! – tidak ada dari hal hal yang kalian lakukan kecuali dengan niyat selain mencari wajahKu (ridho dan Rahmat Allah). Mereka bertiga tidak melakukan amalan mereka dengan niat karena Allah. Diceritakan disitu bahwa orang pertama, sang hafidz Al-Qur’an, dia ahli dalam ilmu Al-qur’an dan dia gemar mengajarkannya kepada orang lain hanya karena dia ingin disebut sebagai orang yang pintar. Orang kedua, yaitu orang yang mati syahid, dia banyak ikut berperang dan berjuang untuk agama dalam banyak perang hanya agar dia dianggap sebagai orang yang gagah berani oleh orang lain. Dan orang ketiga yaitu orang kaya yang banyak bersedekah, melakukan banyak derma hanya agar dilihat sebagai orang yang dermawan. Pada akhirnya mereka bertiga diseret dan dilemparkan kedalam api neraka yang membara.

Pentingnya Niyat kerena ingin RahmatNya Allah!

Dari sepenggal cerita yang tim Cahayaislam nukil dari hadits diatas, sobat sekalian bisa mengambil kesimpulan dan memetik hikmah daripadanya. Penting sekali untuk menata supaya niyat kita tetap berada dijalur yang benar, yaitu niat karena Allah, tanpa ada terselip niyat karena selain Allah. Hal ini dikarenakan bahwa sebagus dan sebaik apapun amal yang engkau lakukan, bila tidak diniyati dengan tidak meluruskan niat hanya karena Allah, maka hal itu adalah muspro atau sia-sia. Bahkan parahnya anda bisa diseret kedalam neraka seperti ketiga orang tersebut. Nggak mau kan pastinya diseret ke neraka karena salah niyat?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!