Apa Hukum Meninggalkan Shalat saat Demam? Ini Jawabannya

0
241
Hukum meninggalkan shalat saat demam

Hukum meninggalkan shalat saat demam – Hukum meninggalkan shalat saat demam merupakan salah satu bahasan yang perlu untuk dikaji dan disosialisasikan. Sebab shalat merupakan salah satu perkara penting dalam kehidupan dan merupakan bagian dari tiang agama.

Sobat Cahaya Islam, mempelajari hukum meninggalkan shalat saat demam tentu perlu untuk disampaikan pada khalayak umum khususnya umat Islam. Sebab, walaupun teknologi sudah canggih barangkali masih ada yang belum mengetahuinya hukumnya.

Memahami Hukum Meninggalkan Shalat saat Demam

Idealnya, tidak ada penjelasan lain tentang hukum meninggalkan shalat saat demam. Hal ini menjadi indikasi bahwa aktivitas shalat memang menjadi aktivitas yang mutlak dan perlu dilakukan jika umat sudah mencapai usia baligh.

Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah terkait pentingnya memahami dan menerapkan Islam secara keseluruhan. Dalam surat Al Baqarah ayat 208, Allah berfirman bahwa :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Sebab shalat merupakan aktivitas wajib dan utama bagi umat muslimin dalam keadaan apapun kendati mereka sakit.

Namun, apakah Allah sangat jahat? Tentu tidak. Allah telah menetapkan adanya keringanan bagi umat yang mengalami sakit untuk tidak melaksanakan shalat seperti biasanya.

Hanya saja, tentu ada peraturan yang perlu dipahami agar keringanan yang Allah berikan tidak menjadi kesia – siaan.

Misalnya, jika sedang sakit, maka tak boleh bagi umat untuk meminimalisir rakaat dari shalat Isya menjadi tiga saja.

Pun juga dengan rukun shalatnya. Keringanan yang Allah berikan misalnya seperti dapat shalat dengan duduk, berbaring bahkan hanya dengan lirikan mata jika dirasa rasa sakitnya sangat mendalam.

Shalat Jum’at, tidak menghadap kiblat ketika shalat bahkan shalat jama’ah menjadi guru kewajibannya bila memang dirasa kondisi diri tidak memungkinkan.

Tentu aturan tentang keringanan ini tak kan mudah dipahami bila tidak dibarengi dengan belajar keilmuan dengan disiplin.

Kewajiban berilmu sendiri telah Allah sampaikan melalui firmanNya dalam surat Al Mujadilah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Aktivitas Sholat, Aktivitas yang Mulia

Bagi umat muslim, sholat bukanlah suatu hal yang biasa. Namun merupakan suatu aktivitas yang perlu senantiasa dilakukan sebab bagian dari kebutuhan manusia. Berikut beberapa kemuliaan dari aktivitas sholat yang dilakukan yakni :

1.    Sarana Utama Menghamba pada Allah

Kemuliaan pertama yakni aktivitas shalat merupakan sarana utama dalam menghamba pada Allah. Setiap gerakan shalat yang dikerjakan tentu bermakna kebaikan.

Hukum meninggalkan shalat saat demam

Puncaknya yakni ketika umat bersujud dan menghamba seutuhnya pada Allah. Itulah mengapa, terkadang gerakan sujud lebih memiliki durasi yang lama sebab menjadi wasilah tersampainya harapan dan permintaan ampunan umat pada sang Khaliq.

Kebersegeraan umat dalam menegakkan shalat merupakan cara untuk meraih cintaNya Allah. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah di surat Al Baqarah ayat 148 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

2.    Menjadi Obat bagi Diri

Kemudian, kemuliaan selanjutnya yakni shalat menjadi obat bagi diri alias asy-syifa. Obat ini lebih mujarab ketimbang obat hasil dari riset manusia jika umat mampu bersabar dan memiliki keyakinan kuat.

Hukum meninggalkan shalat saat demam

Kendati demikian, bukan berarti umat berpasrah dan menggantungkan obat pada Alqur’an saja. Namun juga perlu untuk berusaha.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan hukum meninggalkan shalat karena demam dan kemuliaan shalat bagi umat Islam. Semoga ulasannya dapat bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY