Hikmah Nyata Isra’ Mi’raj untuk Kehidupan Orang Mukmin?!

0
634

Bila kita membicarakan soal satu momen sejarah umat islam yang disebut isra’ mi’raj, kita akan selalu dihadapkan kepada banyak pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut terlontar dari dua kubu yang saling beradu: logika dan keimanan dalam hati. Untuk orang yang hidup di zaman modern ini, banyak sekali pemikiran skeptikal yang lebih condong kepada pemikiran rasional yang terbatas pada mungkin atau tidaknya sesuatu terjadi secara logis dan ilmiah.

Pemikiran seperti ini ada baiknya dan ada pula sisi negatifnya. Dengan berpemikiran kuat berdasarkan rasional dan logika, kita menjadi lebih kritis dan berpikir jernih. Namun di sisi lain, mungkin bisa melemahkan pada hal-hal spiritual yang kebanyakan cenderung tidak masuk dalam logika akal sehat. Bila kita pikirkan secara logis, perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke masjidil aqsa hingga ke sidratul muntaha yang hanya memakan waktu satu malam ini sangatlah mustahil. Nah, disinilah letak mutiara hikmah yang bisa kita ambil.

Selain hikmah kewajiban sholat, kita mendapatkan nilai-nilai bagaimana menjadi muslim yang sejati

Dalam kisah perjalanan isra’ mi’raj tersebut kita tahu bahwa hikmah yang secara umum kita dapatkan adalah hikmah tentang kewajiban sholat lima waktu yang menjadi kewajiban orang islam hingga sekarang. Namun bila sobat cahayaislam mau menelisik lebih dalam, ternyata ada hikmah-hikmah lain yang terkandung dalam peristiwa ini.

Setelah kita dihadapkan pada peristiwa isra’ mi’raj yang tidak bisa diterima akal sehat tersebut, hati kita bergejolak. Kita diuji apakah islam kita benar-benar bermekaran bak padang bunga, ataukah tandus seperti pasir tanah gersang yang terombang-ambing oleh angin. Islam yang secara bahasa berasal dari kata aslama dengan definisi ‘menyerah’ dipertanyakan.

Makna menyerah disini bukan berarti kalah ya! Namun menyerah di sini lebih kepada sikap yang kita ambil untuk tunduk dan patuh pada ketentuan-ketentuan Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Al Quran surat An Nisa’ 125:

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapa gerangan yang terbaik agamanya daripada mereka yang dengan tulus menyerahkan dirinya kepada Allah, terlebih dia melakukan kebaikan pula, dan dia meniti lurusnya agama Ibrahim? Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kesayangan-Nya.

Orang islam sejati pastilah dengan ikhlas membuang ego dan pemikiran rasionalnya serta menerima bahwa peristiwa isra’ mi’raj benar-benar terjadi. Dia meyakini dengan sungguh bahwa Tuhannya adalah dzat yang maha segalanya dimana Dia bisa membuat suatu hal yang mustahil menjadi mungkin.

Mendapatkan semangat dalam banyak hal dengan keyakinan pada Allah

Dengan menyadari bahwa peristiwa hebat bersejarah isra mi’raj yang secara logika tidak mungkin namun bisa menjadi mungkin atas izin Allah. Kita akan berjalan lurus menuju keyakinan yang kuat dan solid pada kehebatan Allah. Kita akan menjadi orang yang tidak mudah menyerah begitu saja, kita akan memiliki keyakinan dan mental baja untuk berjuang.

Meski banyak orang mengatakan “tidak mungkin” dan terpaan senyum sinis orang-orang pada usaha dan apapun yang anda lakukan. Anda akan mengacuhkan hal itu dan terus berusaha, karena dalam hati anda yakin bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin. Selama Allah menjadi pembimbing kita dan mengizinkannya untuk terjadi, maka hal itu menjadi mungkin untuk kita. Allah maha kuasa dan Dia tidak menutup mata. Itulah sedikit hikmah yang semoga bisa kita dapatkan dari mengenal peristiwa Isra’ mi’raj ini. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!