Hati-Hati! Hal ini Bisa Merusak Keislaman Anda! (Part 1)

0
426

Sebagai orang islam yang beriman kepada Allah dan Rasul, kita sudah selayaknya dan wajib mempercayai bahwa islam merupakan satu-satunya agama yang sah di muka bumi ini. Seperti yang telah tertera dalam surat Al imran ayat 19 (إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَام). Namun, mempercayai disini tidak boleh hanya sekedar ada berhenti pada batas kata-kata saja tanpa diimbangi dengan perilaku yang mengarah kepada kepercayaan kita terhadap islam sebagai agama yang diridhoi Allah untuk para hambanya baik manusia maupun para jin di dunia ini.

Ironisnya, banyak sekali dari kita para pemeluk agama islam yang hanya ‘islam ktp’ dan enggan serta tidak mau melakukan tabiat serta hal-hal yang diajarkan dalam islam. Lebih parahnya lagi malah melanggar banyak batasan-batasan Allah dan Rasul yang sudah ditetapkan. Orang-orang seperti inilah yang islamnya rusak dan tidak bisa disebut islam yang benar. Terkait dengan fenomena tersebut, kali ini tim cahayaislam akan membawakan sedikit ulasan tentang beberapa hal yang bisa merusak keislaman anda. Cek yuk!

Mencampuri keislamannya dengan praktik-praktik syirik

Banyak orang-orang yang mengaku islam dan menyembah Allah, namun pada kenyataannya masih melakukan praktik-praktik yang notabene menyekutukan Allah. Syirik merupakan dosa besar, dan pelaku dari praktik tersebut (musyrik) dikategorikan oleh Allah sebagai orang yang orang yang kafir atau sudah keluar dari islam. Dengan begini, bila seseorang yang mengaku islam namun tetap melakukan hal-hal tersebut, maka sungguh dia telah keluar dari islam dan islamnya tidak sah.

Ada banyak contoh praktik-praktik syirik diluar sana. Contohnya saja meminta wangsit, berdoa atau minta pertolongan dari selain Allah. Misalnya jin, syetan atau leluhur. Termasuk ritual-ritual yang dilakukan tanpa niyat selain Allah. Misal menyembelih hewan untuk sesembahan, sesajen tempat keramat dan lain sebagainya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sungguh Allah tidak akan memberi ampun pada dosa syirik, dan Dia memberi ampun pada segala dosa selainnya, bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapapun yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah melakukan dosa yang besar.

Contoh lain praktik syirik yang sangat banyak terjadi di Indonesia sendiri adalah melakukan sihir atau percaya kepada orang pintar, dukun atau sebagainya. Hal ini dilarang keras oleh Rasulullah SAW dan dianggap sebagai perilaku ‘pengkhianatan’ pada ajaran Allah dan Rasul. Salah satunya yang dijelaskan dalam hadits Ibnu Majjah 639 dibawah ini dimana Rasulullah bersabda bahwa sungguh mereka (orang yang pergi kepada dukun dan sejenisnya dan kemudian percaya pada apa yang mereka katakan) telah kufur pada Al Quran.

دَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ حَكِيمٍ الأَثْرَمِ، عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ الْهُجَيْمِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ “‏ مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

 Nah, sobat cahayaislam! kita semua perlu nih introspeksi diri dan bertanya kembali kepada pribadi masing-masing. Masihkah keislaman kita tercampuri dengan hal-hal dan praktik syirik yang merupakan dosa besar tersebut? – kalo masih mari kita jauhi hal tersebut sejauh-jauhnya, mengingat besarnya konsekuensi yang harus dihadapi bila kita ngeyel! Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!