Hadits Arbain Nawawi 40: Menganggap Diri Sebagai Orang Asing??

0
1009

Bagi sobat cahayaislam yang doyan traveling, pasti dong tahu betul gimana sensasinya melancong ke negeri orang atau ke daerah-daerah yang baru dan belum pernah dikunjungi. Perasaan yang menggetarkan hati karena rasa cemas dan gembira bercampur aduk. Cemas karena sobat traveller berada di tempat asing dan tidak mengenal siapapun disana.

Menjalani hidup sebagai petualang memang baik adanya. Allah dan Rasulullah sendiri bahkan merekomendasikan kita untuk melakukannya demi melihat kebesaran-kebesaran Allah dan mencari ilmu serta pengalaman berharga yang penuh hikmah. Namun tahu nggak sih? ada satu nasihat Rasulullah tentang waktu hidup kita di dunia. Nasihat itu berisi petuah agar perjalanan hidup kita ini terasa seperti “traveller” dengan segudang perasaan asing dan menganggap diri sebagai orang asing seperti yang biasa dirasakan seorang pengelana? Gimana itu maksudnya?

Hadits Arbain Nawawi 40: Hidup dengan menganggap diri sendiri seperti orang asing?

Ada satu hadits yang kami kutip dari kitab arbain nawawi tentang bahasan kita kali ni. Dalam hadits tersebut Rasulullah berpesan kepada kita agar kita menjalani hidup kita di dunia ini bagaikan orang asing atau seperti pengelana.

عَنْ ابْن عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم بِمَنْكِبِي، وَقَالَ: “كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّك غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ”. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: إذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِك لِمَرَضِك، وَمِنْ حَيَاتِك لِمَوْتِك

Maksud nasihat Rasulullah kepada kita agar menganggap diri seperti orang asing atau pengelana dalam hidup ini bukan berarti kita harus hidup untuk melancong dari satu tempat ke tempat lain. Namun pesan mendalam dari hadits ini adalah bahwa perumpamaan “pengelana” dalam hadits ini lebih kepada definisi tentang perasaan asing terhadap dunia. Sikap kita dalam memandang dunia sebagai tempat asing yang kita tidak akan lama singgah di dalamnya.

Secara tersirat Rasulullah menuturkan bahasa figuratif agar kita lebih condong dekat dan ingat kepada kehidupan hakiki kita, yakni akhirat. Kita tidak boleh terlalu familar dengan dunia ini atau malah terlampai mencintainya. Karena pada dasarnya kehidupan di dunia ini seperti layaknya berkelana. Kita tidak akan berada di satu tempat itu untuk waktu yang lama. Kita akan terus melanjutkan perjalanan lagi ke tempat lainnya.

Pesan tentang memanfaatkan waktu dengan baik dan mengingat mati

Dalam kalimat bagian akhir yang termaktub dalam hadits arbain nawawi diatas ada pula penjelasan lebih lanjut bahwa Ibnu Umar pernah mengatakan pula bahwa kita hendaknya tidak berekspektasi untuk hidup sampai di pagi hari ketika kita berada di waktu sore hari. Dan ketika kita ternyata diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup di waktu pagi hari, maka kita hendaklah tidak terlalu mengharapkan bahwa kita akan tetap hidup diwaktu sore hari.

Ibnu Umar juga berpesan dalam hadits tersebut bahwa kita harus memanfaatkan waktu sehat kita sebelum datang waktu sakit. Dan memanfaatkan waktu hidup kita sebelum ajal menjemput. Dalam penuturan ini sangat jelas dikatakan bahwa kita harus menghargai waktu sebaik-baiknya. Dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengingat bahwa kita akan mati, dan kematian datang tanpa kabar. Kematian tidak menunggu siapapun dan dia tidak pandang bulu tentang siapa yang didatanginya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!