Garuda Indonesia Terlilit Hutang Hingga 70 Triliun, Berhutang? Hati-Hati Ini Akibat Suka Berhutang Menurut Islam

0
79
Garuda Indonesia Terlilit Hutang 2

Garuda Indonesia terlilit hutang – PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) mengalami kesulitan keuangan yang diakibatkan karena dampak pandemi covid-19. Ini membuat anjloknya jumlah penumpang. Sehingga hutang yang ada pun terus menumpuk hingga mencapai 70 triliun. Dan diperkirakan setiap bulannya akan bertambah 1 triliun. Hal ini juga yang membuat maskapai plat merah ini menawarkan untuk pensiun dini sebagai salah satu usaha agar terus bertahan.

Garuda Indonesia Terlilit Hutang 1

Bukan hanya penawaran untuk pensiun dini saja, namun pihak Garuda Indonesia juga merencanakan untuk memangkas sejumlah pesawat yang beroperasi. Memaksimalkan kerjasama dengan mitra usaha juga menjadi upaya untuk meningkatkan pendapatan. Dalam sebuah usaha besar, hutang seolah menjadi suatu hal yang lumrah. Namun tentu saja hutang yang begitu besar bisa menjadi bumerang juga. Lalu bagaimana berhutang jika menurut pandangan islam?

Garuda Indonesia Terlilit Hutang Hingga 70 Triliun, Hati-Hati Ini Akibat Suka Berhutang Menurut Islam

Garuda Indonesia Terlilit Hutang 2

Garuda Indonesia terlilit hutang hingga 70 triliun. Sehingga banyak upaya yang harus dilakukan untuk tetap bisa bertahan. Bahkan sejumlah promosi pun diluncurkan. Dalam islam, tidak ada larangan untuk berhutang. Hanya saja, ada beberapa adab yang harus diperhatikan dalam berhutang. Apalagi hutang ini adalah kewajiban yang tidak boleh dilalaikan dan akan dipertanggung jawabkan sampai di akhirat nantinya.

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwasanya dalam berhutang hendaknya dituliskan. Hal ini untuk menghindari seseorang lalai dengan kewajiban membayar hutang. Meskipun tidak ada larangan dalam berhutang, namun alangkah lebih baiknya jika berhutang hanya dilakukan saat benar-benar mendesak. Jangan sampai berhutang justru menjadi kebiasaan yang sering dilakukan. Tahukah sobat CahayaIslam, apa akibatnya jika suka berhutang?

Menyepelekan Hutang

Kebiasaan berhutang bisa menjadikan seseorang menjadi menyepelekan perkara hutang. Yang dikhawatirkan tentu saja jika sampai lalai membayar hutang. Dalam islam, hutang akan dianggap selesai atau lunas jika sudah dibayar. Maka meskipun seorang yang berhutang meninggal sekalipun, maka ini tidak akan menghapuskan kewajibannya untuk membayar hutang ya sobat CahayaIslam.

Tidak Mau Berusaha

Akibat suka berhutang, ini bisa menjadikan seseorang menjadi malas atau enggan untuk berusaha. Hal ini karena merasa berhutang jauh lebih mudah dibandingkan berusaha untuk mendapatkan uang sendiri. Itu sebabnya, meskipun hutang tidak dilarang namun kebiasaan suka berhutang juga bukan tabiat yang baik. Dan dalam hal ini, islam mengajarkan bahwasanya hutang bisa dilakukan saat benar-benar mendesak.

Pendapatan Menjadi Kurang Bermanfaat

Salah satu akibat suka berhutang adalah menjadikan uang atau pendapatan menjadi kurang bermanfaat. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya hutang, semakin banyak beban yang harus dituntaskan. Dan akhirnya rezeki atau pendapatan yang kita punya hanya untuk membayar hutang saja. Padahal jika tidak berhutang, ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan dengan pendapatan yang kita miliki lho sobat CahayaIslam.

Garuda Indonesia terlilit hutang – hingga mencapai 70 triliun. Tahukah sobat CahayaIslam, bahwa hutang adalah kewajiban yang harus dituntaskan. Maka sebelum berhutang, yuk ketahui beberapa akibatnya jika suka berhutang.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Al-Baqarah Ayat 282

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY