Daftar Bulan yang Baik untuk Menikah, Jangan Asal Pilih Ya!

0
382
bulan yang baik untuk menikah

Bulan yang baik untuk menikah – Saat merencanakan pernikahan, pastikan untuk memilih tanggal di bulan yang baik untuk menikah. Hal ini sebagai usaha memohon kepada Allah SWT agar mendapatkan keberkahan dalam membangun rumah tangga.

Pernikahan sendiri merupakan ibadah seumur hidup. Seorang yang membangun rumah tangga sudah pastinya akan menghadapi berbagai ujian. Dengan meyakini adanya keberkahan pada bulan-bulan khusus, diharapkan menjadi doa yang diijabah Allah SWT.

Makna Pernikahan Menurut Islam

bulan yang baik untuk menikah

Meski menikah atau pernikahan kerap disebut, tetapi belum banyak yang tahu perihal makna menikah itu sendiri. Secara bahasa, istilah tersebut bermakna berkumpul atau bersetubuh.

Lebih lanjutnya, pengertian menikah juga telah dijelaskan oleh Syekh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Fathul Wahab, berbunyi sebagai berikut:

كتاب النكاح. هُوَ لُغَةً الضَّمُّ وَالْوَطْءُ وَشَرْعًا عَقْدٌ يَتَضَمَّنُ إبَاحَةَ وَطْءٍ بِلَفْظِ إنْكَاحٍ أَوْ نَحْوِهِ

Artinya: “Kitab Nikah. Nikah secara bahasa bermakna ‘berkumpul’ atau ‘bersetubuh’, dan secara syara bermakna akad yang menyimpan makna diperbolehkannya bersetubuh dengan menggunakan lafaz nikah atau sejenisnya,”

Sementara itu, empat ulama madzhab yang terdiri dari Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hanafi, dan Imam Hanbali, mendefinisikan bahwa menikah adalah akad yang membuat seorang laki-laki boleh berhubungan badan dengan perempuan.

Anjuran untuk menikah sendiri termaktub dalam surah An-Nur ayat 32. Berikut lafadz beserta maknanya yang patut ditafakuri:

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Lafadz latin: Wa angkiḥul-ayāmā minkum waṣ-ṣāliḥīna min ‘ibādikum wa imā`ikum, iy yakụnụ fuqarā`a yugnihimullāhu min faḍlih, wallāhu wāsi’un ‘alīm

Artinya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberianNya), Maha Mengetahui.” 

Bulan-Bulan yang Baik untuk Menikah

bulan yang baik untuk menikah

Selain menentukan jumlah tamu undangan, sebelum melaksanakan pernikahan, Sahabat Cahaya Islam perlu memilih tanggal di bulan baik. Bulan baik yang dimaksud adalah sesuai dengan perhitungan Hijriah bukan Masehi. Berikut rekomendasinya:

1. Bulan Syawal

Setelah Hari Raya Idul Fitri, umumnya banyak orang menyelenggarakan pernikahan. Bukan tanpa alasan, ternyata terdapat anjuran menikah di bulan Syawal. Anjuran ini berdasarkan hadits riwayat Muslim dan at-Tabrani yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menikahi Aisyah di bulan Syawal.

Menanggapi simpang siur mengenai bulan Syawal, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim (5/179) memberikan penjelasan lebih lanjut yang berisi: 

فِيهِ اسْتِحْبَاب التَّزْوِيج وَالتَّزَوُّج وَالدُّخُول فِي شَوَّال، وَقَدْ نَصَّ أَصْحَابنَا عَلَى اسْتِحْبَابه، وَاسْتَدَلُّوا بِهَذَا الْحَدِيث، وَقَصَدَتْ عَائِشَة بِهَذَا الْكَلَام رَدّ مَا كَانَتْ الْجَاهِلِيَّة عَلَيْهِ، وَمَا يَتَخَيَّلهُ بَعْض الْعَوَامّ الْيَوْم مِنْ كَرَاهَة التَّزَوُّج وَالتَّزْوِيج وَالدُّخُول فِي شَوَّال، وَهَذَا بَاطِل لَا أَصْل لَهُ، وَهُوَ مِنْ آثَار الْجَاهِلِيَّة

Artinya: Hadits tersebut mengandung anjuran untuk menikah, menikahi, dan berhubungan suami-istri pada bulan Syawal. Para ulama Syafi’iyah menjadikan hadits ini sebagai dalil terkait anjuran tersebut.  Siti Aisyah bermaksud dengan ucapannya ini sebagai penolakan terhadap keyakinan yang berlaku sejak zaman jahiliah dan anggapan tak berdasar sebagian orang awam tentang kemakruhan menikah dan melakukan hubungan suami-istri di bulan Syawal. Ini merupakan keyakinan yang tidak benar dan tidak berdasar karena warisan jahiliyah.

2. Bulan Safar

Jika Rasulullah menikahi Aisyah di bulan Syawal, munculnya anjuran menikah di bulan Safar yaitu karena Rasulullah menikahkan putrinya, Fatimah dengan Ali di bulan Safar. Hadits yang menuturkan mengenai hal ini yaitu HR. Al-Zuri.

3. Bulan Muharram

Meski menurut kepercayaan masyarakat Jawa menikah pada bulan Muharram bisa mendatangkan malapetaka, syariat Islam malah sebaliknya. Salah satu bulan yang dianjurkan untuk menyelenggarakan pernikahan adalah Muharam karena bulan ini termasuk yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Pada bulan Muharram, bahkan Rasulullah SAW melamar sekaligus mempersunting Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan serta wanita dari Bani Israel bernama Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab.

Selain bulan yang baik untuk menikah seperti penjelasan di atas, ada dua bulan lain yang juga baik untuk menyelenggarakan pernikahan, yakni bulan Rabiul Awal dan bulan Dzulqa’dah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY