Berkah Itu Memberikan Nilai Tambahan pada Kebaikan!

0
699

Sebagai orang islam kita pastinya tidak asing dan sangat familiar dengan istilah Berkah atau Barokah! Tentu saja, karena kita sering mendengar kata ini dalam keseharian kita, misalnya dalam salam sesama muslim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam kesempatan lain misalnya seperti ucapan selamat pada teman yang memulai hidup barunya dalam pernikahan dengan kalimat barakAllahu lakum, dan masih banyak lagi. Namun sebenarnya apakah kita tahu apa sih sebenarnya makna dan pengertian asli dari berkah itu sendiri?

Definisi berkah yang hakiki adalah berdasarkan barometer kebaikan pada diri seseorang

Kata berkah yang merupakan kata serapan dari (البركة) bahasa Arab ini banyak didefinisikan sebagai karunia atau nikmat yang diberikan kepada manusia. Memang benar sih definisi berkah itu secara terminologis bahasa adalah seperti itu adanya. Namun penjelasan itu masih hanya sebatas permukaan saja.

Definisi yang lebih kongkret tentang berkah adalah penjelasan yang diberikan oleh Imam Ghazali yang memiliki penjelasan dengan lafadz ziyadatul khoir yang memiliki arti yaitu: bertambahnya kebaikan. Imam Nawawi dalam kumpulan haditsnya juga mendefinisikan kata berkah sebagai hal-hal yang tumbuh dan berkembang dalam kebaikan yang terus menerus (berkesinambungan).

Jadi, pada dasarnya suatu hal itu bisa dikatakan berkah dengan barometer bertambahnya kebaikan pada suatu hal tersebut. Dan keberkahan itu bermakna luas bahkan pada suatu hal yang mungkin tidak menyenangkan. Misalnya seseorang kehilangan 100 juta rupiah yang telah ditabungnya susah payah selama 10 tahun dengan bahkan melupakan ibadah. Namun setelah kehilangan uang tersebut, orang itu menjadi lebih dekat dengan Allah dan getol ibadahnya. Kehilangan uang itu berbuah berkah karena menambah kebaikan pada diri orang tersebut.

Berkah tidak diukur dari seberapa sehat dan kuat atau seberapa kaya seseorang

Sahabat Cahayaislam yang dikaruniai Rahmat oleh Allah. Secara singkat, berkah itu merupakan suatu anugerah dari Allah yang bisa diukur dengan bertambahnya kebaikan dalam diri kita. Jangan salah sangka bahwa berkah itu diukur dengan barometer sehat atau kuatnya seseorang. Atau malah pemikiran dimana berkah itu diukur dari seberapa kaya seseorang.

Hal ini karena bila keberkahan dari Allah diukur dengan seberapa sehat dan kuatnya seseorang, maka bukankah Firaun yang dikenal sebagai raja diraja yang tidak pernah sakit bisa dikatakan memiliki kehidupan yang lebih berkah daripada kita? Bila keberkahan diukur dari seberapa kaya harta seseorang semata, maka bukankah orang-orang super kaya yang tidak pernah absen dari kegiatan maksiyat dan foya foya diluar sana lebih memiliki berkah dalam hidupnya daripada kita?

Malah sebaliknya, sehat dan kuatnya seseorang akan menjadi lebih barokah ketika dalam keadaan sehat dan kuat tersebut orang itu bisa dengan lancar dan kontinyu beribadan serta melakukan banyak kegiatan sosial dalam rangka membantu sesama karena mengharapkan ridho dari Allah. Harta dan kekayaan seseorang juga begitu! Semua itu bisa menjadi lebih berkah ketika orang yang memiliki kekayaan itu menggunakan kekayaannya untuk bersedekah dan membantu saudara-saudaranya yang membutuhkan bantuan. Dengan begitu sehat maupun harta kekayaan akan menambah kebaikan tidak hanya pada diri orang tersebut, melainkan kepada banyak orang.

Nah, sekarang sahabat Cahayaislam sudah bisa mengerti kan makna sebenarnya dari Berkah itu? Semoga dengan adanya artikel tentang berkah ini, kita semua diberi kebijaksanaan yang besar dalam luapan-luapan barokah dari Allah SWT. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!