Hari Santri – Hari santri sudah diperingati beberapa hari yang lalu, namun nafas dan semangat perjuangan para santri harus senantiasa terjaga.
Salah satunya yakni semangat untuk senantiasa berdakwah menyebarkan Islam serta memberikan kontribusi penuh bagi peradaban.
Sobat Cahaya Islam, keberadaan hari santri sendiri seharusnya tidak sekedar umat maknai hanya untuk para santri yang ada di pesantren. Namun juga bagi seluruh generasi umat muslim yang ada di seluruh dunia.
Mengapa Hari Santri Diperingati Setiap Tanggal 22 Oktober?
Dalam banyak literatur, penetapan hari santri di tanggal 22 Oktober bukan sebuah hal yang kebetulan. Sebab, tanggal tersebut merujuk pada eksistensi Resolusi Jihad seorang founder Nahdlatul Ulama yakni KH. Hasyim Asyari.
Makna dari Resolusi Jihad sendiri yakni upaya para ulama’ Indonesia untuk memberikan tindakan preventif bagi para tentara Belanda atas nama NICA yang merangsek masuk ke dalam negeri.
Tentu, Resolusi tersebut mewajibkan setiap muslim untuk memperjuangkan hak keberadaannya sebagai rakyat Indonesia agar tanah air tak sampai dirampas oleh penjajah.
Bagaimana Umat Memaknai Hari Bersejarah tersebut?
Sobat Cahaya Islam, sebagai umat muslim yang ada di wilayah Indonesia tentu saja perlu untuk memanfaatkan momentum peringatan Resolusi Jihad tersebut. Sebab Resolusi Jihad sendiri memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat muslim khususnya di Nusantara.
Tanpa adanya Resolusi Jihad bisa saja kondisi negeri semakin miris sebab Belanda beserta para tentara kolonial datang dengan serangan bertubi – tubi.
Selain itu, hari bersejarah tersebut sudah selayaknya menjadi pemicu bagi generasi untuk terus memberikan kontribusi pada negeri. Terutama, berkontribusi dalam hal mencetak generasi rabbani. Faktanya, generasi rabbani semakin sulit umat dapati teladannya.


Kasus degradasi moral kian bertambah dan tak kunjung surut. Semakin lama para anak bangsa semakin dekat dengan kemaksiatan.
Minum – minuman keras, dunia malam kerapkali menjadi aktivitas tambahan usai mereka melakukan kegiatan mencari ilmu. Ironi sih, namun inilah fakta yang telah terjadi pada kehidupan kaum muslimin.
Tips Bangun Generasi Rabbani Masa Kini
Sobat Cahaya Islam, mencetak generasi tentu tidaklah mudah. Umat akan mendapat banyak tantangan dan cobaan sehingga program maupun langkah untuk mencetak generasi jadi terjegal.
Nah berikut ada beberapa tips bagi generasi untuk terus berkontribusi pada Islam di masa kini.
1. Kuatkan Iman
Salah satu hal yang seringkali umat lupakan, yakni aktivitas tambahan untuk menguatkan Iman. Ibadah semacam sholat, puasa, dzikir dan yang lainnya memang akan menguatkan keimanan seseorang.
Namun, pola kehidupan hari ini juga mengajarkan sebagian umat bahwa menjalankan ibadah adalah bagian dari rutinitas belaka. Walhasil, sekalipun sebagian umat beribadah tetap ada yang melakukan maksiat.
Makanya, umat perlu melakukan aktivitas tambahan seperti berdiskusi dengan para ‘alim ulama maupun hal bermakna lainnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yakni dalam surat Al Anfal ayat 2 :
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
2. Kokohkan Perjuangan
Selain keimanan, umat juga harus mengokohkan perjuangan agar hambatan – hambatan diterapkannya syariat bisa teratasi.


Sebagian kaum muslimin memang banyak yang berusaha untuk melejitkan keimanan, namun nyatanya jumlah tersebut tak sebanding dengan kuantitas umat yang memilih abai.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai hari santri dan beberapa tips bagi umat agar dapat mencetak generasi rabbani. Aamin Yarobbal ‘Alamiin.






























