Yuk Kita Sama-sama Memuliakan Masjid!

0
328

Adalah hal yang sangat disayangkan dan ironis ketika kita yang tinggal di salah satu negara islam terbesar di dunia ini lebih mementingkan aktifitas lain diluar, namun masjid yang banyak bertebaran dimana-mana selalu tampak sepi nyenyat. Masjid hanya ramai diwaktu-waktu tertentu saja dan lebih banyak sepinya daripada ramai aktifitas didalamnya.

Kami ingat beberapa waktu yang telah lewat kami pernah menceritakan sedikit kisah kami dalam artikel agama dan prioritas. Dan ternyata fenomena sepinya masjid yang kami alami waktu itu tidak hanya terjadi di satu tempat, melainkan banyak terjadi di berbagai daerah. Sungguh miris, kerena kita banyak menemui bangunan-bangunan masjid yang megah dan kokoh. Bahkan bisa dibilang mewah dalam segi arsitektur, fasilitas dan material yang digunakan sebagai ornamentasi bangunannya terbilang mahal. Namun, yang selalu menjadi pertanyaan yang terbersit di kepala kami adalah, sudahkah masjid itu dimuliakan dan dimakmurkan oleh para pembuatnya secara maksimal?

Masjid Zaman Rasulullah vs Masjid Megah disekitar kita

Bila kita tarik garis kebelakang. Flash back kembali ke zaman Rasulullah SAW dengan mempelajari beberapa hadits yang juga menjelaskan keadaan masjid ketika itu maka kita akan tahu perbedaannya. Sebut saja Masjid Nabawi yang dibangun pada zaman rasulullah. Masjidnya terbilang sangat sederhana tanpa diberi kemewahan-kemewahan yang memukau. Namun masjid inilah yang menjadi titik balik kejayaan islam yang menyebar keberbagai belahan dunia.

Masjid Nabawi pula menjadi tempat Rasulullah berkumpul dengan para sahabat dalam satu majelis. Saling menasihati, dan menjadi tempat pembinaan Rasulullah pada para sahabat untuk mencambuk keislaman mereka. Masjid sederhana ini juga menjadi tempat yang selalu ramai sebagai central perkembangan kaum Rasulullah menjadi insan-insan yang lebih baik.

Dari penggambaran diatas sangat terukir jelas bahwa memuliakan dan memakmurkan masjid tidak hanya terbatas pada membangunnya menjadi tempat yang megah nan mewah. Namun, yang terpenting adalah fungsi dari masjid tersebut haruslah disertai dengan praktik-praktik pelaksanaan ibadah yang diperintahkan Allah dan beberapa aktifitas baik yang bisa meningkatkan keimanan kita. Adapun fasilitas, kenyamanan, kemewahan dan kemegahan bangunannya haruslah hanya menjadi fitur tambahan untuk mendukung aktifitas krusial tersebut. Buktinya Masjid Nabawi yang dibangun dengan sederhana tanpa banyak kemegahan bisa menjadi tempat yang penuh keberkahan hingga mengantarkan islam berkembang dengan sangat pesat.

Perintah Allah untuk memuliakan dan memakmurkan masjid dengan aktifitas yang baik

Allah sendiri telah memerintahkan kita untuk memakmurkan dan memuliakan eksistensi masjid sebagai tempat kita beribadah dan melakukan aktifitas rohani untuk menjadi lebih dekat dengan Allah. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran surat An-Nuur ayat 36 – 37:

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

Bertasbih kalian untuk Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang (36)

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!