Waspadalah! 10 Hal ini adalah Tanda Hati Kita Mati (Part 1)

0
806

Dalam artikel yang sebelumnya, cahayaIslam telah sedikit membahas penyebab mengapa do’a yang telah lama kita pinta tak kunjung dikabulkan oleh Allah, salah satu penyebabnya bisa jadi kita memiliki hati yang mati. Nah, kali ini cahayaIslam akan membahas lebih lanjut mengenai tanda hati yang mati.

Masih dalam Nasehat yang sama, Ustad Affan bercerita bahwa pada saat pengkajian Sarh Asmaul Husna diceritakan ada salah seorang tabi’in yang bernama Ibrahim bin Adham. Beliau adalah seorang putra dari Saudagar yang kaya di Jazirah Arab. Kegemaran dari Ibrahim bin Adham adalah berburu dengan membawa pasukan yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu, beliau juga gemar mengumpulkan kendaraan yang baik. Suatu saat, ketika beliau berburu terdengar suara yang mengatakan

“Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu diciptakan bukan untuk melakukan seperti ini”

Suara itu begitu jelas terdengar, tak hanya Ibrahim saja yang mendengar. Orang disekelilingnya juga, namun tak ada seorangpun yang tahu dari mana asal suara itu. Kemudian seketika itu juga beliau berubah menjadi orang yang zuhud, ahli ibadah, dan rajin mengaji. Untuk memenuhi kebutuhannya beliau bekerja dengan menurunkan barang dari kapal. Singkat cerita, akhirnya beliau menjadi muhaddisin yang namanya dikenal sampai saat ini. Kemudian… suatu hari ketika beliau singgah di Basroh (sekarang menjadi Irak) banyak orang-orang islam saat itu mengantri untuk bisa bertanya pada beliau. Saat itu ada seorang lelaki yang bertanya, “Wahai Ibrahim… saya ini sudah berdo’a untuk waktu yang lama, tapi mengapa do’a saya tak juga dikabulkan?” Ibrahim bin Adham kemudian menjawab “Adanya do’amu tak juga dikabulkan sebab hatimu itu sudah menjadi hati yang mati.”

Ini adalah 10 Tanda hati yang mati yang disampaikan oleh Ustad Affan, Beliau berkata hati yg mati menurut islam bisa ditandai dengan:

  1. Kita mengaku mengenal Allah, tapi kita tidak menunaikan Haq nya.

Di dalam surat Ad-Dzariyat ayat 56 Allah berfirman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah padaKu (Allah)

Dalam dalil tersebut secara tersurat jelas sekali bahwa kewajiban kita sebagai manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Salah satu bentuk ibadah adalah menuikan sholat 5 waktu. Sholat adalah hal pertama yang nantinya akan dihisab ketika di alam qubur. Kita memahami dengan jelas hal demikian, namun banyak dari kita yang sangat menyepelekan masalah sholat. Kita takut dengan siksaNya, tapi tak mau menunaikan ibadah. Ini adalah utamanya tanda hati yang mati.

  1. Kita mengaku mencintai Rosul tapi tidak melaksanakan sunnahnya

Sunnah adalah sesuatu yang apabila dikerjakan akan mendatangkan pahala, namun bila ditinggalkan tidak berdosa. Mengerjakan sunnah rosul  akan mendatangkan pahala yang banyak. Kita menyanjung Rosululloh, berkoar-koar bahwa Rosul adalah idola kita, tapi melaksanakan sunnahnya saja malas. Ingin masuk surga, tapi sunnah rosul ditinggalkan. Kalau kita tidak memiliki hati yang mati, maka mengabaikan sunnah Rosul adalah hal yang tidak akan pernah terjadi.

  1. Kita membaca Al’quran tapi tidak mengamalkan hukumnya

Jika pedoman negara Indonesia adalah UUD 45 dan Pancasila. Maka Al’quranlah yang menjadi pedoman hidup bagi umat islam. Di dalam Al’quran terkandung 3 hal perintah, larangan, dan cerita. Belajar al’quran adalah sebuah kewajiban, dengan begitu kita dapat menjalani hidup dan beramal ini sesuai dengan hukumNya. Membacanya saja jarang, apalagi mengamalkan isinya. Kalau sudah seperti itu, waspadalah salah satu tanda-tanda hati yang telah mati ini ada pada diri kita.

  1. Kita makan dari ni’mat Allah tapi tidak mensyukurinya

Hati yg mati menurut islam selanjutnya ditandai dengan tidak mau bersyukur. Dalam surat Ibrahim ayat 7 Allah berfirman

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ 

Jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah dan jika kalian mengkufuri sungguh azab-Ku sangat pedih.

Makanan yang kita dapatkan tiap hari adalah ni’mat dari Allah dan apapun yang kita dapatkan setiap hari semuanya juga nikmat dari Allah. Ketika kita selesai makan kemudian bersendawa sangat keras serta kita lupa berdo’a, itu menandakan hati kita tidak bersyukur. Kita dilimpahi banyak ni’mat tapi sering kali kita acuh dan lupa. Tidak peduli. Mengacuhkan perintah Allah dan justru melakukan keburukan, melanggar larangan Allah. Maka pasti  tanda hati yang mati ini bersemayam dalam diri kita. Dan kalau sudah begitu bersiaplah untuk siksa yang sangat pedih.

  1. Kita mengakui syetan musuh kita tapi kita mengikutinya

Penulis percaya Inshaa Allah, sobat cahayaIslam pernah atau bahkan sering berdebat dengan diri sendiri. Harus berbuat seperti ini atau itu, kalau ini baik tapi kalau itu buruk. Maka jika setelah perdebatan diri itu akhirnya kita memilih melakukan keburukan maka berarti kita mengikuti hawa nafsu kita yang dikendalikan oleh syetan. Musuh utama dari orang iman adalah syetan. Dan bila kita percaya hal itu namun kalah dengan perdebatan lalu melanggar larangan, maka pasti hati yang mati harus di hidupkan kembali.

Itu adalah lima dari sepuluh tanda-tanda hati yang telah mati. Tunggu postingan berikutnya untuk mengetahui apa saja lima tanda hati yang mati selanjutnya. Semoga sobat cahayaIslam dihindarkan dari hati yang mati dan dapat terus mengamalkan kebaikan dalam hidup ini. Aamiin

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!