Mewaspadai Penyebab Timbulnya Laknat Allah SWT

0
151

Apa arti laknat? Laknat artinya jauh dari kebaikan. Di dalam islam laknat juga berarti jauh dari allah. Laknat biasanya dalam bentuk doa yang tidak baik, celaan, atau siksaan. Ada banyak sekali penyebab laknat allah. Misalnya orang yang berzina, kafir, menipu dan lainnya. Mungkin laknat allah tidak akan langsung datang pada saat itu juga, tapi di lain waktu. Termasuk dalam kalimat laknat ibu laknat allah swt. Oleh karena itu, kita wajib Mewaspadai Penyebab Timbulnya Laknat Allah SWT.

Mewaspadai Penyebab Timbulnya Laknat Allah SWT

Kedudukan Seorang Ibu Paling Utama

Banyak dalil yang mengatakan bahwa kedudukan ibu lebih utama,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ وَقَالَ ابْنُ شُبْرُمَةَ وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَةَ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa’id] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [‘Umarah bin Al Qa’qa’ bin Syubrumah] dari [Abu Zur’ah] dari [Abu Hurairah] radliallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “kemudian siapa lagi?” beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” dia menjawab: “Kemudian ayahmu.” [Ibnu Syubrumah] dan [Yahya bin Ayyub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Zur’ah] hadits seperti di atas.” HR. BUKHORI 5514 (shahih)

Dari hadist tersebut sudah jelas, bahwa kedudukan ibu memang lebih utama. Bahkan disebutkan tiga kali baru ayah. Mungkin inilah yang membuat laknat ibu laknat allah swt ada benarnya. Selain itu ada istilah surga di telapak kaki ibu. Perjuangan ibu memang begitu luar biasa. Ia hamil selama 9 bulan, merasakan sakit melahirkan dan mempertaruhkan nyawanya untuk anaknya sendiri. Ada banyak sekali hadist dan ayat yang menerangkan tentang keutamaan menghormati orang tua terutama ibu. Dan dilarang untuk menyakitinya.

Dalam Al Isro 23 :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa kita harus menghormati kedua orang tua, termasuk ayah dan ibu, kita dilarang untuk membentak, berkata ah maupun menyakitinya. Karena makna dari laknat ibu laknat allah swt. Banyak sekali cerita kemarahan seorang ibu yang mendoakan anaknya ke hal keburukan dan terwujud. Mungkin seperti cerita legenda indonesia, maling kundang, yang dikutuk ibunya menjadi batu. Semua karena ketentuan allah swt.

Ada dua maksud didalam sebuah kata laknat. Bisa berubah menjadi kekafiran. Berarti apa yang ia perbuat memang sudah dibatas wajar dan membuat allah swt murka. Tetapi ada orang yang dilaknat dalam keadaan muslim. Tapi ia sudah sangat jauh dari kebaikan allah swt. Mungkin apa yang ia perbuat belum membuat ia sampai kafir. Seperti mencaci maki orang tua, minum minuman keras dan masih banyak lainnya. Disinilah laknat ibu laknat allah swt bekerja. Tangisan dan doa seorang ibu akan dikabulkan kepadanya. Apalagi bagi orang yang tersakiti.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa’d] dari [Ayahnya] dari [Humaid bin Abdurrahman] dari [Abdullah bin ‘Amru] radliallahu ‘anhuma dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk dari dosa besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri, ” beliau ditanya; “Kenapa hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Seseorang mencela (melaknat) ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela ayah dan ibu orang yang pertama.” HR.Bukhori 5516(shahih)

Menangapi semua penjelasan diatas, kita jadi tahu bahwa dilarang untuk membentak atau menyakiti hati orang tua kita. Terutama seorang ibu, kita harus selalu menghormatinya. Jangan berkata kasar atau sampai menyakitinya. Sayangi kedua orang tua kita sebaik mungkin. Kalau kita tidak ingin mendapatkan laknat ibu laknat allah swt. Orang tua telah menyayangi dan mengorbankan segalanya buat kita sejak kecil. Oleh karena itu kita harus membalasnya dan membuatnya bahagia, sebelum ia kembali kepadanya. Sekian artikel kali ini, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat buat anda.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!