Wasiat Rasulullah SAW Dalam Hadist Arbain Nawawi 28

0
720

Wasiat Rasulullah SAW dalam Hadist arbain nawawi 28 menjelaskan tentang untuk selalu berpegang teguh terhadap sunnah Rasulullah dan khulafaur rasyidin (para sahabat). hadist ini menjadi wasiat nabi muhammad bagi umatnya, hadist yang bisa dijadikan tuntunan untuk para umat islam selama hidupnya. Bahwa kita harus selalu berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas semua tentang hadist ini,

Wasiat Rasulullah SAW Dalam Hadist Arbain Nawawi 28

Abu Najih, Al Irbad bin Sariyah ra, berkata:

عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: “وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ! كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا، قَالَ: أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ”.

“ Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat air mata berlinang. Kami bertanya, “ wahai rasullullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat. Rasulullah bersabda, “ saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah yang maha tinggi lagi maha mulai, tetap mendengar dan taat walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya. Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah klulafaur rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian, dan jauhilah olehmu hal-hal baru (dalam perkara agama) karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat (HR. Abu daud dan At Tarmidzi, hadits hasan shahih)

Dari hadist arbain nawawi diatas, ada banyak penjelasan yang bisa kita dapatkan. Dengan kata mengenal dan membekas dihati, berarti wasiat dari Rasulullah ini memang begitu harus diingat dan nasihat yang harus kita amalkan. Nasihat ini menjadi pedoman dan tauladan bagi semua umat islam untuk tetap berada di jalan Allah ta’ala. Kita memang diajarkan untuk selalu berpegang teguh dalam sunah rosulullallah. Dengan dalam perkara apapun, dilarang untuk menjauh dari sunah rosul. Terutama dalam perkara ibadah. Semua ibadah yang kita lakukan harus ada ilmu dan memiliki sunah yang jelas.

Kita harus mendengar semua perintah ke ta’atan apapun itu, selama tidak mendekati kemaksiatan atau melakukan keburukan. Semua perintah yang sudah diperintahkan harus kita lakukan dengan sebaik mungkin. Asalkan tidak mendekatkan kita kemaksiatan. Hal inilah yang dijelaskan dalam hadist arbain nawawi. Kenapa kita harus berpegang teguh terhadap sunnah nabi dan sunnah khulafaur rasyidin, karena merekalah yang menjadi panutan kita, semua ibadah yang kita lakukan berdasarkan dari sunah Rasulullah dan sahabat. Apalagi ketika terjadi perbedaan bahkan perpecahan. Semuanya harus mengacu pada sunnah Rasulullah.

Hadist arbain nawawi ini diberikan ketika Rasulullah SAW akan wafat, maka wasiat ini menjadi wasiat yang harus dipegang. Untuk kebahagiaan dan kebaikan dunia akhirat. Seperti yang sudah dijanjikan, kalau kita selalu berpegang teguh kepada sunnah dan Al Quran, maka hidup kita akan bahagia dunia akhirat. Tak perlu percaya dengan yang lain, semuanya sudah ditulis dengan jelas di sunah rosullulah.

Dalam hadist arbain nawani juga dijelaskan tentang larangan bid’ah. Bid’ah membawa kesesatan, karena kita membuat ibadah baru tanpa adanya ilmu. Allah SWT sangat melarang hambanya untuk membuat perkara baru dalam agama tanpa adanya landasan atau ilmu yang jelas. Semua ibadah agama yang kita lakukan setiap harinya, harus memiliki dasar. Jika tanpa dasar hanya akan membawa kesesatan. Banyak sekali hadist dan ayat Al Qur’an yang melarang tentang bid’ah. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari, kita sangat mudah menemukan bid’ah.

Dengan memahami hadist arbain nawani diatas, kita jadi tahu pedoman apa yang harus kita pegang teguh dalam melakukan apapun, selalu berpegang teguh pada sunnah Rasulullah, terutama dalam perkara ibadah. Jika ada ibadah yang tidak sesuai dengan sunah Rasulullah, maka jangan diikuti. Pahami ilmunya dan pelajari, ini akan membantu kita terhindar dari kesesatan dan insyaAllah bisa bahagia di dunia dan akhirat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!