Wahai Orang Tua, Nasihati Anak-anakmu dengan Perbuatan

0
560

Banyak orang tua yang menghendaki anaknya menjadi seorang pribadi yang sholeh dan sholehah. Anak-anak yang ta’at kepada Allah, Rasul dan orang tua. Mereka adalah anak yang senantiasa ingin membahagiakan orang tua di dunia maupun di akhirat. Kontras, banyak orang tua yang memiliki keinginan tinggi semacam itu, namun mereka tidak melakukan “aksi riil” untuk membuat anak mereka terarah kesana.

Orang tua masih takut dan khawatir bagaimana nanti kehidupan anaknya bila mereka ditempatkan di pondok pesantren untuk menuntut ilmu agama. Banyak orang tua yang mengalahkan kegiatan belajar mengaji anak-anak mereka di sore hari daripada les pelajaran umum yang bersifat duniawi, mengabaikan pentingnya ilmu agama sebagai landasan mereka. Banyak pula orang tua yang mengajarkan anaknya untuk berbuat baik, namun mereka sendiri masih membiasakan maksiyat.

Inilah hal buruk yang kita sebagai orang tua perlu benahi bila ingin menjadikan anak sebagai aset kebarokahan hidup dunia dan akhirat. Jangan menjadi orang tua yang OMDO (omong doang) tanpa memberikan suri tauladan yang baik kepada anak-anaknya. Jelas! nasihat terbaik bukan hanya tertutur dari kata-kata saja, namun dari contoh perbuatan nyata untuk mereka tiru.

Omong doang adalah hal yang dibenci oleh Allah

Tentu karena kita manusia. Kita adalah makhluk yang secara kodrat ditakdirkan memiliki kesalahan. Namun, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk tidak mau memperbaiki diri. Sebagai orang tua yang baik. Ekspektasi anda kepada anak-anak anda haruslah sejalan dengan apa yang anda lakukan. Dalam hal parenting, ini merupakan hal yang sangat penting. Tim Cahayaislam telah mengulas beberapa tipsnya dalam artikel lain DISINI.

Hal ini tidak hanya karena memberikan contoh rill pada apa yang kita lakukan kepada anak kita adalah suatu hal yang sepatutnya, namun juga karena bila kita hanya bisa berkata-kata tanpa mampu melaksanakannya maka Allah akan membenci kita. Seperti yang telah dijelaskan dalam Al Quran surat Ash Shaff 2 sampai 3 berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Duhai kalian orang yang beriman, mengapakah engkau mengatakan hal yang engkau tidak kerjakan? – teramat sangat besar rasa kebencian di sisi Allah bila engkau mengatakan apa-apa yang tak engkau kerjakan.

Terhina di dalam neraka seperti keledai (Naudzubullahi min dzalik)

Peringatan tentang kebencian Allah pada orang yang hanya OMDO dijelaskan lebih detail dalam sebuah hadits riwayat Bukhari 3267

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ،، قَالَ قِيلَ لأُسَامَةَ لَوْ أَتَيْتَ فُلاَنًا فَكَلَّمْتَهُ‏.‏ قَالَ إِنَّكُمْ لَتَرَوْنَ أَنِّي لاَ أُكَلِّمُهُ إِلاَّ أُسْمِعُكُمْ، إِنِّي أُكُلِّمُهُ فِي السِّرِّ دُونَ أَنْ أَفْتَحَ بَابًا لاَ أَكُونُ أَوَّلَ مَنْ فَتَحَهُ، وَلاَ أَقُولُ لِرَجُلٍ أَنْ كَانَ عَلَىَّ أَمِيرًا إِنَّهُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ شَىْءٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏.‏ قَالُوا وَمَا سَمِعْتَهُ يَقُولُ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ ‏ “‏ يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ، فَيَقُولُونَ أَىْ فُلاَنُ، مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ ‏”‏‏.‏ رَوَاهُ غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنِ الأَعْمَشِ

Dalam kutipan hadits diatas diceritakan bahwa Rasulullah pernah bersabda bahwa seorang lelaki akan diseret dan dilemparkan kedalam neraka pada hari kebangkitan hingga usus-ususnya menyeruak keluar. Dia akan berada dalam rasa panik seperti keledai yang sedang berlari-lari tak tentu arah. Orang-orang penghuni neraka akan berkumpul untuk melihat lelaki tersebut. Beberapa dari mereka mengenal lelaki tersebut dan bertanya “hei! apa yang terjadi kepadamu? – bukankah dulu engkau sering memerintahkan kita untuk berbuat baik dan melarang kita untuk berbuat keburukan?”

lelaki yang ususnya menyemburat keluar dan berlari seperti layaknya keledai itu menjawab: Memang dulu aku memerintahkan kalian untuk berbuat baik, namun aku sendiri tidak pernah melakukannya. Aku memang dulu melarang hal-hal buruk pada kalian, namun sebenarnya aku melakukannya sendiri.

Nah, dari pembahasan diatas sobat cahayaislam sudah tahu kan konsekuensinya? – apalagi dalam parenting dan mendidik anak. Jangan sekedar menyuruh anak untuk berbuat baik. Sobat perlu juga memberikan contoh perbuatan tersebut kepada anak-anak anda. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah dari siksa neraka. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!