tips aman dari makanan yang haram ketika bepergian
sumber foto: halalfoodmag.com

Sobat Cahaya Islam yang gemar bepergian pastilah pernah merasa kesulitan mencari makanan halal, terutama jika tempat yang dituju adalah negara-negara dimana muslim adalah minoritas. Namun ternyata, di dalam negeri pun banyak makanan haram yang harus kita waspadai keberadaannya. Berikut ini kami berikan tips aman dari makanan yang haram ketika bepergian.

Definisi makanan haram

Sebelum mengetahui tips aman dari makanan yang haram ketika bepergian, terlebih dahulu kita harus mengetahui ciri-ciri suatu makanan dikatakan haram. Bahan makanan yang diharamkan sendiri sudah disebutkan dalam firman Allah:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3)

Dari ayat diatas sudah dijelaskan dengan gamblang bahan makanan apa saja yang haram untuk dimakan, yaitu, bangkai, darah, babi, hewan yang disembelih tidak atas nama Allah, yang mati bukan karena disembelih, dan yang disembelih namun ditujukan untuk berhala (kemusyrikan).

Selain itu juga ada beberapa makanan yang halal, namun selama proses pembuatannya ditambahkan bahan- bahan yang haram seperti arak atau rum (khamr). Sehingga membuat makanan tersebut berubah status menjadi haram.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pada proses pembuatannya  tidak bersinggungan dengan bahan yang haram. Contohnya, penulis pernah menemukan bahwa di suatu tempat penggilingan daging di pasar tradisional, dilakukan juga proses penggilingan daging babi sehingga kemungkinan besar ada bagian yang tercampur pada proses penggilingan setelahnya. Itu baru dari proses penggilingan, belum lagi ketika proses memasaknya bercampur dengan bahan lain yang haram. Atau bisa jadi ada komponen bahan peralatan yang digunakan terbuat dari bagian tubuh hewan yang tidak halal dimakan, dalam hal ini biasanya adalah babi.

Tips aman dari makanan yang haram ketika bepergian

Setelah mengetahui hal-hal diatas, ternyata selain bahan makanan yang jelas-jelas dikatakan haram, ada cukup banyak hal yang bisa membuat suatu makanan yang tadinya halal menjadi haram. Padahal ketika kita membeli makananan di pinggir jalan, biasanya yang kita perhatikan hanyalah bahan utama yang digunakan. Kita tidak tahu apakah cara penyembelihannya sesuai syariat atau tidak, apakah bahan tambahan yang digunakan halal atau tidak. Atau apakah selama proses pembuatannya bersinggungan dengan benda haram atau tidak.

Untuk itu, berikut ini diberikan tips aman dari makanan yang haram ketika bepergian:

  1. Carilah tempat makan yang ada label halalnya

Mungkin tips ini terkesan sederhana, namun terkadang kita lebih memilih makan di warung pinggir jalan ketimbang di restoran yang memiliki label halal karena pertimbangan harga yang lebih murah. Padahal jika kita bepergian ke tempat wisata, tempat makan di pinggir jalan menjadi tidak bisa di prediksi harganya dan terkadang malah lebih mahal ketimbang restoran, selain itu tidak ada kepastian halal haramnya.

Kalaupun kamu terpaksa atau ingin makan di pinggir jalan, sebagai bentuk ikhtiar, beranikan diri untuk bertanya kepada pemilik warung mengenai status makanannya. Dengan cara yang baik dan sopan tentunya.

  1. Membeli makanan instant dan siap saji di supermarket

Saat ini sudah banyak makanan instan yang bisa kamu bawa bepergian. Dengan label halal tentunya. Karena saat ini banyak juga beredar makanan instan yang dijual di supermarket besar namun tidak terdapat label halal pada kemasannya. Biasanya makanan jenis ini diimpor dari negara lain.

Sehingga, pastikan untuk selalu membaca label dan kandungan dari makanan yang kamu beli di supermarket. Untuk yang bepergian ke luar negeri, pastikan juga kamu mengetahui istilah- istilah bahan makanan haram di negara tujuan sebagai bentuk antisipasi.

3. Membawa Makanan sendiri

Walau agak sedikit merepotkan, hal ini bisa kita lakukan jika memang kamu merasa tidak yakin bisa menemukan makanan halal di tempat yang ingin kamu tuju.

4. Mencari tempat makan di sekitar mesjid

Tips ini berguna terutama untuk kamu yang hendak bepergian ke luar negeri. Biasanya, di sekitar mesjid- mesjid banyak dijual makanan-makanan yang halal dimakan karena penjualnya pun sebagian besar adalah muslim.

Lalu bagaimana jika sudah menjalankan tips- tips diatas dan kamu tetap tidak merasa yakin dengan apa yang kamu makan (entah itu karena kekhawatiran label palsu atau orang yang di tanya ternyata berbohong soal status restorannya). Sesungguhnya agama itu mudah, jadi kita sebaiknya tidak mempersulitnya. Kembalikan ke hukum asalanya saja, bahwa segala sesuatu itu adalah halal sampai kita tahu bahwa itu haram.

Al ashlu fil asy-yaa’ al hillu wa laa yahrumu illa maa harromahullahu wa rosuluhu”(Hukum asal segala sesuatu adalah halal dan sesuatu tidak diharamkan kecuali jika Allah dan Rasul-Nya mengharamkannya).

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!