Tiga Amalan Yang Tidak Akan Terputus

0
503

Sobat Cahaya Islam, guna memperbanyak bekal diakhirat kelak, kita haruslah terus menggali motivasi hidup dalam Islam. Motivasi yang harus kita lakukan adalah dengan menjalankan amalan yang tidak akan terputus tersebut. Dapat dibayangkan meskipun kita telah tiada di dunia akan tetapi Terdapat tiga amalan yang tidak akan terputus, dalam hadist dijelaskan :

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، – يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ – وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، – هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ – عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ ‏”‏ ‏.‏

“Abu Huraira (Allah berkenan dengan dia) melaporkan Rasulullah (ﷺ) yang mengatakan: Ketika seseorang meninggal, tindakannya akan berakhir. kecuali tiga perkara yaitu amal, sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan do’a anak yang sholeh.” Berbekal tiga amalan motivasi islam tersebut, maka pahala kita akan terus mengalir meskipun telah tiada. [1]

Tiga Amalan Yang Tidak Akan Terputus

Sedekah jariyah

Batas ketentuan sedekah jariyah tidak ada batasannya, bahkan hal sekecil apapun bila bermanfaat bagi masyarakat luas dapat menjadi sebuah sedekah jariyah. Contoh motivasi hidup dalam Islam dari hal kecil ini seperti memberi akses jalan bagi masyarakat, mewakafkan buku, kitab atau al-Qur’an, perlengkapan shalat maupun wakaf lainnya dengan catatan benda yang diwakafkan milik sendiri dan masih berkondisi baik.

Ilmu yang bermanfaat

Memberikan ilmu yang bermanfaat sebagai bekal hidup orang lain insyaAllah akan mendapat pahala meski kita telah tiada. Ilmu dari orang tua kepada anak, kyai, guru, dosen, atau mendirikan sekolah/pesantren. Kecanggihan teknologi saat ini juga dapat dimanfaatkan sebagai motivasi hidup dalam Islam, seperti membuat blog atau website yang bermuatan ilmu agama, sehingga dapat dibaca orang banyak dan bermanfaat.

Anak shaleh / shalehah

Anak merupakan titipan Allah yang harus dijaga serta dididik agar dia bisa tumbuh menjadi anak shaleh yang bisa mengalirkan pahala hingga kita meninggal dunia nanti. Do’a anak shaleh ini akan menerangi jalan kita diakhirat kelak, jadi bila orang tua mampu mendidik anak menjadi anak yang shaleh bukan sebuah kerugian melainkan investasi akhirat. Orang tua memang berperan penting disini, cara mendidik anak dalam Islam dapat dari berbagai jalan dan umumnya peran paling besar adalah peran seorang ibu.

Sedikit catatan motivasi hidup dalam Islam, mendidik anak bukan dimulai ketika dia lahir di dunia, ketika dia masih berada didalam rahim kita juga bisa mendidiknya. Caranya dengan beribadah kepada Allah, berdo’a agar diberikan anak yang shaleh, mengaji dan beragam kebaikan lainnya. meskipun dalam kandungan, dia sudah bisa merasakan. Dan ketika anak lahir di dunia, apa saja yang dapat dilakukan untuk mendidiknya?

Contoh yang baik

Agar anak kita menjadi anak shaleh serta berprilaku baik, orang tua hendaklah memberikan contoh yang baik pula. Anak yang suka meniru pastinya akan melihat dan menirukan perilaku serta perkataan orang tuanya. Ini juga termasuk motivasi hidup dalam Islam dari segi pendidikan akhlak.

Ilmu Pendidikan

Memberikan ilmu pendidikan sebagai bekal kehidupan anak sangatlah penting. Bukan hanya ilmu pengetahuan saja, ilmu agama juga tidak boleh terlewatkan. Memperdalam agama bisa dimana saja, disekolah, pesantren, taman pendidikan agama atau diberbagai pengajian. Dalamnya ilmu agama ini pastinya akan membentuk anak menjadi anak yang shaleh. Tak lupa tugas orang tua untuk menerapkan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Nah sobat Cahaya Islam, dapat disimpulkan dari motivasi hidup dalam Islam ini bahwa kita sebaiknya memupuk amalan tersebut agar menjadi amal yang tidak akan terputus. Tapi bukan berarti kita mengabaikan amalan lainnya ya, akan lebih baik jika semua dikerjakan sepenuhnya. Semakin banyak amal, semakin banyak pula pahalanya. semoga kita bisa memiliki ketiga amal jariyah tersebut, aamiin.

[1] HR. Muslim 1631 (shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!