Ternyata Maksiyat Bisa Mengurangi Umur Lho!

0
386

Sudah berapa banyak dosa dan maksiyat yang telah anda lakukan hari ini baik itu sengaja maupun tidak? Introspeksi diri untuk menjadi orang yang lebih baik itu sangatlah penting sobat cahayaislam yang di rahmati oleh Allah. Tidak hanya bertanya kepada diri kita tentang seberapa banyak kebaikan yang telah kita laksanakan, namun juga mempertanyakan seberapa banyak maksiyat dan dosa yang telah kita lakukan pula adalah sebuah bentuk pemikiran yang bijak.

Tentu maksud menghitung maksiyat disini bukan untuk banyak-banyakan atau dipersombongkan lho ya (itu hal yang salah kaprah). Menghitung disini adalah untuk kemudian menyadari diri bahwa kita masih memiliki banyak kesalah dan dosa yang mana hal itu harus berujung kepada keinginan mukhlis untuk bertaubat kepada Allah. Nah, pada kesempatan kali ini tim cahayaislam ingin mengulas tentang pernyataan bahwa sesungguhnya maksiyat itu bisa mengurangi umur lho!

Maksiyat mengurangi umur secara harfiah dan kiasan

Sebenarnya penjelasan tentang maksiyat bisa mengurangi umur ini masih banyak di perselisihkan oleh para alim ulama. Banyak dari sumber-sumber para alim ulama yang mempercayai hal ini mentafsirkan secara harfiah bahwa memang benar-benar umur-lah yang berkurang dari orang yang gemar melakukan maksiyat. Seperti pada dosa had zina misalnya. Dalam Hadits riwayat baihaqi pun, Rasulullah pernah menjelaskan tentang hal tersebut.

عَن النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ يامعشر الْمُسلمين إيَّاكُمْ وَالزِّنَا فَإِن فِيهِ سِتّ خِصَال: ثَلَاث فِي الدُّنْيَا وَثَلَاث فِي الْآخِرَة فاما الَّتِي فِي الدُّنْيَا قد طَابَ إِلَيْهَا ودوام الْفقر وَقصر الْعُمر وَأما الَّتِي فِي الْآخِرَة فسخط الله وَطول الْحساب وَالْخُلُود فِي النَّار ثمَّ تَلا رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم {لبئس مَا قدمت لَهُم أنفسهم أَن سخط الله عَلَيْهِم وَفِي الْعَذَاب هم خَالدُونَ

Dalam hadits diatas dijelaskan bahwasanya ada 6 perkara yang akan menimpa orang yang melakukan zina. 3 di dunia dan 3 di akhirat. Salah satu dari ketiga perkara di dunia yang dijelaskan dalam hadits tersebut adalah pendeknya umur.

Meski demikian ada sebagian alim ulama yang mengatakan bahwa pendeknya umur maksudnya disini hanyalah makna secara kiasan dimana maksud sesungguhnya adalah berkurangnya keberkahan hidup. Hal ini sejalan dengan pendapat satu ulama besar Ibn Al Qayyim yang menyatakan bahwa “umur” disini mengacu kepada kehidupan hati seseorang. Orang yang membiasakan melakukan maksiyat dalam hidupnya, maka hatinya akan mati.

Ibn Al Qayyim menambahkan bahwa sejatinya kehidupan di dunia ini bukanlah tentang apa yang tampak dari luar, namun lebih kepada hati. Jika hati seseorang telah mati, maka mati pula dirinya. Itulah yang disebut-sebut sebagai memendeknya umur karena maksiyat menurut ibn Al Qayyim.

Riset ilmiah tentang pendeknya umur dalam perbuatan maksiyat?

Bila dibilang riset tentang apakah dengan melakukan maksiyat maka umur kita bisa berkurang mungkin kurang tepat. Ada penelitian yang telah dipublikasikan secara terbuka dalam Journal of Psychology Today yang telah dilakukan kepada beberapa responden oleh para peneliti di University of Columbia. Penelitian ini membuahkan hasil dimana ada efek kenaikan dalam berbagai aspek kesehatan.

Orang yang sering berbuat baik akan memiliki tekanan darah yang stabil karena ada peningkatan hormon oxytocin, Dr. David R Hamilton menjelaskan. Beberapa peneliti dari Western Reverse University dalam konsentrasi Medis ada pula yang mengungkapkan bahwa dengan melakukan kebaikan, maka tingkat kualitas hidup akan meningkat pula dan kemudian akan berdampak pada kesehatan fisik yang naik secara signifikan. Bukankah dengan adanya riset-riset tersebut maka jelas bahwa meninggalkan maksiyat dan memperbanyak perbuatan baik akan memberikan anda kesehatan yang lebih baik. Masuk akal bukan? Jadi, ayo tinggalkan maksiyat dan perbanyak beramal sholih!

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!