Tafsir Al-Qur’an Surat An-Nur Ayat 26: Benarkah Orang Baik Pasti Mendapat Jodoh Orang Baik?

0
6320
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebagai seorang muslim, kita wajib percaya kepada Al-Qur’an sebagai kitab suci, yang digunakan untuk pedoman hidup. Dalam surat An-Nur ayat 26, disebutkan bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, begitu juga sebaliknya. Itulah yang menjadai landasan banyak orang percaya bahwa Allah pasti memberikan jodoh yang baik. Namun, apakah pada kenyataannya demikian? Untuk menjelaskan itu, kita harus melihat tafsir Al-Quran tentang ayat tersebut. Mari kita pahami bersama.

Tidak Semua Orang Baik Mendapat Jodoh yang Baik

Menyinggung masalah tafsir Quran ayat di atas, kita perlu melihat beberapa fakta yang terjadi. Misalnya, Nabi Nuh dan Luth memiliki istri-istri yang tidak mau beriman kepada Allah hingga mereka mendapatkan adzab dari Allah. Selain itu, Aisyah memiliki suami yang sangat kejam bahkan mengaku sebagai tuhan, raja Fir’aun. Dan masih banyak lagi contoh wanita memiliki suami keji ataupun laki-laki memiliki istri yang keji, bahkan di kehidupan saat ini. Itulah kenapa kita perlu memahami tafsir Al-Quran yang benar pada ayat ini.

Asbabun Nuzul Surat An-Nur Ayat 26

Untuk mengetahui tafsir Al-Quran, kita harus tahu dulu asbabun nuzulnya, yaitu sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an tersebut. Surat At-Taubah ayat 26 turun sebagai bentuk sanggahan atas tuduhan orang-orang kafir kepada ‘Asiyah yang dituduh ada berzina dengan Shafwan sepulang dari penaklukan bani Musthaliq karena mereka pulang berdua. Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah Shafwan mengantarkan ‘Asiyah karena ia terpisah dengan rombongan Rasulullah. Namun karena hasutan para kaum kafir, banyak kaum muslimin yang terpengaruh dengan hasutan mereke, bahkan Rasulullah sempat menyuruh ‘Aisyah bertaubat. Itulah kenapa ayat ini turun. Ini menjadi landasan dasar tafsir kitab Al-Quran surat At-Taubah ayat 26.

Janji Allah Atau Anjuran

Perintah, larangan, dan anjuran dalam Al-qur’an bersifat umum, artinya berlaku untuk semua umat Islam kecuali memang jelas ada pengkhususan. Dalam hal ini, meskipun konteksnya adalah sanggahan terhadap fitnah kaum kafir pada ‘Aisyah, namun berlaku juga untuk kita semua. Dalam kasus ini, ayat tersebut bukan merupakan suatu janji Allah dan bukan juga kondisi pada realita. Mari kita bandingkan dengan surat An-Nur ayat 3 bahwa pezina hanya akan mengawini pezina juga. Namun, ayat 26 tersebut mengandung makna untuk menciptakan kondisi tersebut. Jadi, berdasarkan tafsir Al-Quran, ayat ini adalah anjuran untuk kita semua umat Islam.

Makna yang Terkandung

Dari tafsir Al-Quran ini, ada 2 makna yang terkandung dalam ayat ini. Yang pertama adalah anjuran bagi kita untuk menjadi wanita atau laki-laki yang baik. Jika kita ingin mendapatkan suami atau istri yang baik, maka kita harus menjadi pribadi yang baik. Karena segala sesuatu harus dimuali dari diri sendiri. Jika kita tidak ingin mendapatkan pasangan seorang yang keji, maka kita juga tidak boleh berbuat keji.

Makna kedua yang terkandung dalam ayat ini adalah anjuran untuk memilih pasangan yang baik. Seorang laki-laki harus mencari istri yang baik, begitu juga sebaliknya seorang wanita hedaknya memilih suami yang baik. Dengan begitu, akan tercipta keluarga yang harmonis. Jika salah memilih pasangan, maka bisa terjadi perpecahan dalam rumah tangga. Itulah tafisr Al-Quran pada surat An-Nur ayat 26 yang menganyuruh kita untuk menjadi pribadi yang baik serta memilih pasangan yang baik. Seperti hadits berikut:

“Wanita dinikahi karena 4 hal: karena hartanya, kedudukan nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang bagus agamanya niscaya kamu akan beruntung!” (H.R. Bukhari-Muslim)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!