Syirik Dosa Besar

0
838

Allah menciptakan manusia agar manusia beribadah hanya kepada Allah, bukan selain kepada Allah. Manusia melakukan setiap amal shaleh dengan niat kareana Allah, tapi masih banyak dari manusia yang tidak melakukannya sesuai yang diperintahkan Allah Azza Wa Jalla bahkan ada yang tidak beribadah sama sekali, mereka hanya hidup untuk dunia, bersenang-bersenang tanpa memikirkan dosa. Naudzubillah. Banyak umat Islam yang juga beribadah tidak kepada Allah, mereka meminta selain kepada Allah, melakukan ritual-ritual yang tidak disyariatkan dalam Islam. Apa yang dilakukan oleh mereka disebut syirik, dosa yang sangat besar, yaitu menyamakan Allah SWT dengan yang selain Allah. Syirik adalah sebesar-besar kedzaliman yang dilakukan oleh manusia kepada Allah. Syirik adalah dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah, sungguh besar dosa syirik itu dan juga balasan bagi orang-orang yang melakukannya. Orang yang melakukan syirik disebut musryik. Sahabat cahaya Islam, seperti apakah syirik itu? Mengapa syirik dosa besar? Kita wajib tahu agar dapat menghindarinya.

Syirik Dosa Besar

Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan mengampuni dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa’: 116)

Ruang Lingkup Syirik

Allah memiliki dua kekhususan utama yang meliputi yaitu Pertama; hak rububiyah, seperti mencipta, mengatur alam, menguasainya, mengabulkan do’a dan lain-lain. Kedua; hak uluhiyah, seperti berhak untuk diibadahi, menjadi tujuan do’a, permintaan tolong, permintaan perlindungan, tujuan dalam melaksanakan persembahan atau sembelihan, menjadi tujuan harapan, rasa takut dan kecintaan yang disertai dengan ketundukkan. Syirik dapat terjadi pada hak-hak Allah tersebut. Pertama, Seorang manusia yang melakukan penyembahan pada selain Allah dengan tujuan menyekutukan Allah yang mengatur alam semesta.

Allah berfirman,

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ

Katakanlah: ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai ilah) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.” [Saba’: 22]

Kedua, menyekutukan Allah dalam hal beribadah (berdoa) meminta selain kepada Allah. Manusia tetap menjalankan ibadah yang diperintahkan oleh Allah, tapi dia juga meminta pada selain Allah dengan harapan dikabulkan, seperti meminta pada pohon, berdo’a di kuburan, memakai jimat, dan ritual-ritual yang lain.

Bahaya Syirik

Syirik adalah dosa besar yang sangat dibenci Allah, dalam firmannya banyak disebutkan bahaya syirik bagi pelakunya. Perhatikan firman Allah berikut,

Pertama, Dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” QS. an-nisa’ 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” QS an- nisa’ 116

Kedua, Allah mengharamkan surga dimasuki oleh orang yang berbuat syirik. Allah ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” QS al-maidah 72

Ketiga, seorang musyrik akan kekal berada didalam siksa neraka. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek makhluk.” (QS. Al Bayyinah: 6)

Keempat, dosa kesyirikan akan menghapuskan semua pahala amal shalih, betapapun banyak amal tersebut. Allah ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada para Nabi sebelum engkau, ‘Jika kamu berbuat syirik maka pastilah seluruh amalmu akan lenyap terhapus dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

Sahabat cahaya Islam, Allah adalah Tuhan yang Esa, sungguh tiada Tuhan selain Dia. Allah SWT yang menciptakan apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi, tak ada daya dan kekuatan selain pertolongan darinya. Apalah daya seorang makhluk yang bahkan tak mampu menciptakan suatu apapun di bumi ini. Lantas kenapa kita masih meminta dan berharap kepada sesuatu yang tidak memiliki kekuatan apapun. Semoga kita jauh dari pemikiran-pemikiran yang bahkan dapat merusak akidah kita. Apapun yang kita inginkan, apapun yang kita minta, apapun yang kita harapkan, semua kembali kepada Allah Subhanllah Wa Ta’ala. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!