Syetan Bagaikan Serigala Kawanan Kambing – H.R Ahmad

0
1615

Syetan Bagaikan Serigala Kawanan Kambing – Semakin hari, godaan dan fitnah semakin bertambah dan mengusik ketentraman keimanan kita sebagai orang islam yang beriman dan mengharapkan kehidupan yang nikmat kelak di akhirat. Tentu saja dibalik semua itu, ada dalang yang menggerakkan semuanya. Mastermind dibalik semua godaan dan cobaan tersebut tidak lain tidak bukan adalah Syetan dan bala tentaranya yang telah menyerukan ikrarnya untuk menyesatkan sebanyak-banyaknya anak turun adam kedalam pedihnya siksa neraka.

Dalam Al-Quran dan hadits banyak versi yang menceritakan seluk beluk dari syetan itu sendiri, termasuk histori dan perwujudan dari syetan. Gambaran-gambaran lainnya pula telah diceritakan dalam beberapa hadits, salah satunya hadits riwayat Ahmad yang mengatakan bahwa Syetan Bagaikan Serigala Kawanan Kambing. Serigala yang sedang mengintai dikonotasikan sebagai syetan dan manusia adalah sekumpulan kambing yang sedang merumput.

حَدَّثَنَا رَوْحٌ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ الْإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ، يَأْخُذُ الشَّاةَ الْقَاصِيَةَ (2) وَالنَّاحِيَةَ، فَإِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ، وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالْمَسْجِدِ (3

Perintah Allah dan Rasulullah Agar Umat Islam tidak berpecah belah

Dalam hadits tersebut jelas digambarkan bahwa serigala mengintai sekumpulan kambing dari kejauhan dan ketika ada kesempatan (satu dari kumpulan kambing menyendiri dari kumpulan kambing lainnya), maka serigala akan memangsanya. Dari penggambaran ini bisa kita tarik benang merah bahwa Allah dan Rasulullah memberikan wejangan dan perintah agar kita umat islam tidak terpecah belah. Ketika kita terpecah belah, kita menjadi lemah dan menjadi target empuk bagi syetan untuk menyesatkan kita. Dengan bersatu, umat islam kuat dan tegar menghadapi segala rintangan dan cobaan.

Penekanan untuk selalu dekat dengan majelis Allah atau lingkungan islami

Dalam kalimat terakhir hadits tersebut (وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالْمَسْجِدِ) kita ditekankan untuk berjamaah dan tidak terpecah belah baik itu dalam majelis Allah (masjid) dan bisa juga lingkungan yang islami. Banyak para ulama yang mentafsirkan hadits ini sebagai nasihat kepada kita untuk tinggal ditempat yang memiliki lingkungan yang baik. Lebih baik lagi adalah lingkungan yang dekat dengan masjid.

Anjuran untuk menjauhi tempat-tempat yang membahayakan bagi keimanan

Dalam hadits tersebut penggalan kalimat (إِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ) yang berarti hindarilah menyendiri ke beberapa jurang bisa diartikan pula sebagai anjuran Allah dan Rasulullah kepada kita umat muslim untuk menjauhi tempat-tempat berbahaya. Konteks tempat berbahaya disini adalah tempat-tempat yang bisa melemahkan iman kita. Tempat yang bisa mempengaruhi kita untuk terjerumus kepada kemaksiyatan.

Contohnya saja daripada mengunjungi club atau tempat hiburan malam, lebih baik datang dipengajian atau kemasjid untuk shalat dan berdzikir. Hal ini karena tempat hiburan malam atau club lebih rawan dan mudah menjerumuskan kita kepada kemaksiyatan seperti minum minuman keras, berzina, melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dan masih banyak lagi.

Nah, kira-kira itulah beberapa hikmah dan intisari yang bisa kita petik dari hadits tentang penggambaran Syetan Bagaikan Serigala Kawanan Kambing dalam hadits riwayat Ahmad tersebut. Semoga kita bisa menjadi hamba Allah yang dilindungi dari godaan musuh-musuh Allah. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!