Sungguh Akan Datang Suatu Masa, Dimana Tiada Peduli Darimana Harta Didapatkan – Sabda Rasul

0
562

Sabda Rasul – Dunia sudah semakin tua dan semrawut. Dunia ini sudah selayaknya sebuah lahan luas dimana orang-orang yang hidup di dalamnya sama berlomba-lomba. Mereka bertikai demi mencapai status sosial tinggi diantara yang lainnya. Mereka sama berkelahi demi meraup harta sebanyak-banyaknya untuk mereka simpan, padahal sejatinya harta tersebut tidak akan dibawa hingga ke liang lahat nanti. Manusia mulai dibutakan dengan banyak sekali gemerlap dunia yang menipu. Memang sebenarnya hal ini sudah diprediksikan oleh Rasulullah SAW dalam satu sabdanya yang tertera dalam riwayat Bukhari 2083.

حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Rasululah SAW bersabda bahwasanya pasti akan datang suatu waktu dimana orang-orang tak lagi memperdulikan darimana mereka mendapatkan uang. Entah itu dengan cara yang diperbolehkan atau tidak (mereka tidak peduli).

Masa itu telah datang kepada kita?

Jika kita perhatikan disekeliling kita. Maka bisa dibilang masa itu telah hadir saat ini. Apa yang disabdakan Rasul dari ilhamnya yang diberikan oleh Allah tersebut telah menjadi kenyataan pada hari ini. Lihatlah media-media disekeliling kita. Banyak berita-berita tentang tindakan korupsi dan kecurangan-kecurangan yang terjadi di banyak layer kehidupan. Kebanyakan orang, tidak memandang status sosial dan jabatan seolah-olah berusaha untuk mengambil harta secara batil. Tindakan korupsi, penyelewengan dana dan amanah yang dikhianati seolah sudah menjadi hal yang biasa. Tindakan riba, jual beli yang mengandung gharar dan maysir bak aliran darah pada diri manusia.

Sungguh telah benar terjadi apa yang sangat ditakutkan oleh Rasulullah, hal yang dikhawatirkan oleh beliau akan menimpa umatnya. Bukan kemelaratan, namun lebih pada dunia yang telah terbentangkan di hadapan kita sehingga kita sama berlomba-lomba mendapatkannya. Hingga kita kalap, tidak peduli bagaimana caranya, meskipun itu haram dan melanggar ketentuan Allah dan Rasul (Bukhari 3158) dan akan menghancurkan kita.

فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ، فَوَاللَّهِ لاَ الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya?

Dari sabda Rasul diatas. Mau tidak mau, sadar atau tidak kita hidup di zaman itu. Zaman dimana banyak dari manusia tak peduli darimana harta yang mereka dapatkan. Kita tidak boleh membiarkan diri kita dan keimanan kita hancur dengan terbawa arus dan menjadi golongan mereka. Yang perlu kita tanamkan pada diri kita adalah dua hal: Sabar dan Bersyukur.

Dengan bersabar dan bersyukur kita akan bisa meredam hasrat untuk ‘ikut serta’ dalam pergulatan orang-orang yang menjadi budak dunia tersebut. Kita akan berusaha sekuat tenaga sabar meskipun banyak orang yang mencemooh kemiskinan kita sembari mereka menyombongkan dengan angkuh kekayaan mereka. Kita akan bersabar dan bersyukur meskipun melihat kekayaan orang-orang diluar sana yang didapatkan dengan jalan yang tidak diridhoi oleh Allah.

Dengan rasa sabar dan syukur pula kita akan tertahan dari sikap tamak ketika kita diberi kekayaan dari Allah. Kita akan tetap menyisihkan sebagian yang kita punya untuk berderma dan bersedekah. Dengan sabar dan bersyukur kita akan tetap berada di jalan yang benar dalam mencari rizki dari Allah, dengan menjauhi jalan-jalan rezeki yang tekontaminasi dari dosa dan pelanggaran. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!