Seorang Suami Yang Menghilangkan Nyawa Istrinya

0
312

Begitu sering kita mendengar berita pembunuhan yang membuat hati merasa miris, bahkan tak jarang ada berita tentang seorang keluarga yang tega menghilangkan nyawa keluarganya sendiri. Berita baru-baru ini terkait percekcokkan Seorang Suami Yang Menghilangkan Nyawa Istrinya sendiri. Pasangan tersebut telah menjalani kehidupan rumah tangga selama 5 tahun dan pada akhirnya sang istri merasa hubungan mereka tak bisa lagi dilanjutkan sebagai pasangan suami istri. Pada hari itu, pasangan suami istri tersebut pergi kerja bersama, dan di ruang kerja mereka berbicara tentang akhir hubungan mereka. Sang istri mengutarakan niatnya untuk bercerai dari suaminya, tapi seketika sang suami langsung menjadi sangat marah dan gelap mata yang kemudian mengambil senjata api yang dimilikinya dan menembakkannya kepada istrinya, bahkan sampai 6 kali. Naudzubillah.

Seorang Suami Yang Menghilangkan Nyawa Istrinya

Sahabat cahaya Islam, seorang suami yang seharusnya menjadi pelindung bagi istrinya namun yang terjadi malah sebaliknya, dia lah yang menghilangkan nyawa istrinya sendiri. Emosi yang tak dapat dikuasai sehingga membuat syaitan begitu mudah membisikan untuk berbuat sesuatu yang begitu kejam. Sungguh pertekaran yang paling disukai oleh syaithan adalah pertengkaran yang terjadi dalam keluarga. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat kita berlindung, tempat berbagi suka dan duka, tapi sebaliknya menjadi ladang dosa karena selalu ada pertengkaran di dalamnya.

3 hal yang harus dihindari dalam rumah tangga

Hindari KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga adalah salah satu masalah besar yang dihadapi oleh pasangan suami istri. Baik suami ataupun istri sudah seharusnya menghindari perkara ini, terlebih bagi para suami yang umumnya lebih dominan melakukan kekerasan pada istrinya. Suami adalah pelindung bagi sang istri, maka sudah seharusnya melindunginya bahkan kalaupun istri melakukan kesahalan, suami harus menasehatinya dengan cara yang baik. Allah berfirman,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan tidak tunduk, nasehatilah mereka dan  mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa: 34)

Dalam firman Allah di atas, disebutkan bahwa Allah mengizinkan bagi suami untuk memukul istri yang tidak taat. Rasulullah memberikan batasan-batasan memukul yang diperbolehkan oleh suami, yaitu tidak boleh memukul di area wajah, juga tidak boleh dengan pukulan yang  menyakitkan.

“Jika istri kalian melakukan pelanggaran itu, maka pukullah dia dengan pukulan yang tidak menyakitkan.” HR. Muslim 1218 (shahih)

Hindari caci maki

Setiap orang pasti ingin dihargai, ingin diperlakukan baik, tak ada yang ingin diperlakukan dengan kasar bahkan dengan caci maki. Maka dari itu sudah seharusnya manusia menghindari caci maki, terlebih bagi suami dan istri karena hal tersebut dapat memicu pertengkaran yang lebih besar. Allah tidak menyukai orang-orang yang kasar.

 لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Allah tidak menyukai Ucapan buruk (caci maki), (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. (An-Nisa: 148)

Jaga rahasia rumah tangga

Menjaga rahasia rumah tangga adalah kewajiban suami istri terlebih bagi para istri yang umumnya senang berkumpul dan bercerita bersama teman-temannya. Menjaga aib satu sama lain adalah tugas bersama, tak boleh menjelek-jelekkan pasangan sendiri. dan juga jangan menceritakan masalah rumah tangga kepada siapa saja karena akan semakin banyak ikut campur dan belum tentu membantu untuk menyelesaikannya.

Sahabat cahaya Islam, sejatinya, setiap manusia ingin diperlakukan baik oleh orang lain terlebih seorang istri ataupun seorang suami ingin diperlakukan baik oleh pasangannya sehingga penting untuk selalu mengingat kewajiban masing-masing dalam rumah tangga agar tercipta keharmonisan di dalamnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!